Landasan Pendidikan Islam: Menanamkan Tauhid Sebelum Segala Sesuatu
Di setiap zaman, manusia tetaplah sama. Ada yang beriman, ada yang kafir, ada yang taat, ada yang bermaksiat, ada yang mendapat petunjuk, dan ada pula yang tersesat. Dahulu ada anak yang sulit dididik, sekarang pun demikian. Dahulu ada guru yang berhasil mendidik muridnya, sekarang juga masih ada. Hakikat manusia tidak berubah.
Yang berubah hanyalah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Teknologi bisa menjadi sarana kebaikan, tetapi juga dapat menjadi jalan keburukan. Karena itu, kita perlu mempersiapkan berbagai program, termasuk pemanfaatan media digital. Namun semua itu hanyalah wasilah (sarana). Hakikat pendidikan tetap sama.
Hal yang paling mendasar dalam pendidikan adalah menanamkan tauhid dan keimanan. Allah berfirman:
"Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan." (QS. Al-'Alaq: 1)
Ayat ini mengajarkan dua hal sekaligus. Pertama, bagaimana manusia belajar dan memperoleh ilmu. Kedua, apa yang harus ditanamkan ke dalam jiwa manusia ketika proses pendidikan berlangsung, yaitu nilai-nilai tauhid.
Apabila fondasi tauhid telah tertanam kuat, kebutuhan paling mendasar dalam jiwa manusia telah terpenuhi. Dengan fondasi itu, seseorang akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Ketika anak-anak masih bersama kita maupun saat kelak mereka menjalani kehidupannya sendiri, kita telah memberikan bekal terbaik yang dapat kita berikan.
Ayat ini menjadi dasar pendidikan Islam. Allah-lah yang menciptakan manusia atas kehendak-Nya. Kita menjadi manusia bukan karena pilihan kita, bukan pula karena keinginan kita. Karena Allah yang menciptakan, maka Allah pula yang paling mengetahui hakikat manusia: lahirnya, batinnya, tabiatnya, dan seluruh kebutuhannya.
Oleh sebab itu, setiap teori, metode, atau pendekatan pendidikan yang berkembang harus terlebih dahulu diukur dengan satu pertanyaan mendasar: Apakah ini sesuai dengan kehendak Allah atau tidak?
Sering kali orang hanya sibuk membahas metode, teknik, dan strategi pendidikan yang dianggap paling efektif. Padahal yang lebih penting adalah memastikan bahwa seluruh proses pendidikan berjalan sesuai dengan petunjuk Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Islam memberikan tuntunan pendidikan yang sangat lengkap. Bahkan pendidikan anak tidak dimulai ketika anak lahir atau ketika berada di dalam kandungan saja, tetapi dimulai jauh sebelum itu, yaitu sejak memilih pasangan hidup.
Memilih calon suami atau calon istri yang saleh merupakan bagian dari pendidikan anak di masa depan. Seorang laki-laki bukan hanya memilih calon istrinya, tetapi juga memilih calon ibu bagi anak-anaknya. Demikian pula seorang perempuan, ia bukan hanya memilih calon suami, tetapi juga memilih calon ayah bagi anak-anaknya.
Setelah itu, Islam membimbing setiap tahapan kehidupan: ketika menikah, ketika berhubungan suami istri, saat kehamilan, ketika anak dilahirkan, masa menyusui, usia tujuh tahun, sepuluh tahun, masa baligh, hingga dewasa. Semua memiliki tuntunan tersendiri.
Dengan demikian, pendidikan dalam Islam adalah proses yang berlangsung sepanjang hayat, dimulai bahkan sebelum pernikahan hingga seseorang menghadap Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Ringkasan materi pembinaan hari ini yg disampaikan oleh Ust Shohibul Anwar.
Day 1 memulai kembali rutinitas setelah satu pekan liburan ✨