Mendoakan kebahagiaan seseorang terkadang lebih mudah daripada menyaksikan saat doa itu benar-benar dikabulkan.

Discoholic πͺ©
macklin celebrini has autism

Monterey Bay Aquarium

gracie abrams
TVSTRANGERTHINGS
tumblr dot com
KIROKAZE
Fai_Ryy
Jules of Nature
Mike Driver

romaβ

Love Begins
YOU ARE THE REASON

shark vs the universe
trying on a metaphor

ellievsbear

Andulka
taylor price

seen from TΓΌrkiye
seen from T1
seen from United States
seen from United States

seen from Singapore

seen from T1
seen from Spain
seen from Germany

seen from Sweden
seen from United States
seen from United States

seen from Singapore

seen from Colombia
seen from T1
seen from United States

seen from Belarus
seen from United States
seen from Brazil
seen from United States

seen from United States
@ruangmedioker
Mendoakan kebahagiaan seseorang terkadang lebih mudah daripada menyaksikan saat doa itu benar-benar dikabulkan.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Part 1:
Aku sudah lupa hari apa itu. Yang masih kuingat, siang hari di bulan Februari 2016, saat jam istirahat kerja, sebuah pesan WA masuk ke ponselku. Aku mendapat pesan dari wanita yang sudah lama tidak bertukar pesan denganku. Padahal, pernah ada masa saat kami hampir setiap malam saling bertukar pesan, mengobrol sampai larut, membahas berbagai hal. Pesannya singkat. Dia mengajakku bertemu sepulang kerja. Katanya, ada sesuatu yang ingin dibicarakan.
Aku tersenyum saat membaca pesannya. Sejujurnya, aku juga sangat merindukannya. Dia adalah wanita yang aku cintai dan juga mencintaiku. Kami pernah begitu sangat dekat. Tapi karena sesuatu hal dan berbagai pertimbangan, aku memilih menjauh. Hampir dua tahun lamanya aku sengaja menjaga jarak.
Aku balas pesannya singkat. Kami sepakat bertemu di sebuah rumah makan sepulang aku kerja, tidak jauh dari tempatku bekerja.
Siang itu aku melanjutkan bekerja, tapi pikiranku sudah tidak fokus. Aku terus menebak-nebak. Memangnya ada apa? Kenapa harus bertemu? Kenapa rasanya serius sekali? Kami memang sudah lama tidak mengobrol berdua. Aku bahkan bingung nanti harus membuka percakapan dari mana.
Sepulang kerja, aku langsung bergegas menuju rumah makan yang sudah kami sepakati. Aku mengendarai motor Supra kesayanganku. Setelah memarkir motor, aku bergegas masuk sambil mengedarkan pandangan ke berbagai penjuru ruangan. Ternyata, dia sudah datang lebih dulu. Dia duduk sendirian sambil menatap layar ponselnya. Karena terlalu fokus, dia tidak menyadari kedatanganku.
Aku lalu berjalan mendekat.
βHei β¦ sudah lama, Is? Maaf agak telat.β ucapku gugup, sebab aku tahu sebenarnya tidak terlambat.
Dia mengangkat kepala, sedikit kaget.
βEh ... kamu nggak telat kok, Lis.β
Aku duduk di kursi di depannya. Kami saling berhadapan. Kuperhatikan wajahnya sekilas. Masih cantik seperti dulu.
βGimana kabarnya, Is? Sehat?β tanyaku basa-basi.
βSehat, Lis. Kamu juga sehat, kan?β
βSehat kok β¦.β
Beberapa detik kami berdua kembali diam.
βMau ngobrol apa? Kayaknya serius banget.β tanyaku.
Dia tidak langsung menjawab. Tatapan matanya berubah. Beberapa menit setelah itu menjadi salah satu percakapan paling penting dalam hidupku.
Sore itu dia bertanya tentang kelanjutan hubungan kami. Sebenarnya, hubungan kami memang aneh. Kami pernah sangat dekat, tapi tidak pernah ada kata jadian. Tidak pernah juga ada kata putus. Hubungan kami seperti menggantung begitu saja. Dia juga tidak terlalu ingin tahu kenapa aku memilih menjauh selama hampir dua tahun terakhir. Dia hanya ingin tahu satu hal.
Apa aku serius dengannya?
Sebab, dia sudah ingin menikah. Dan lebih mengejutkan lagi, ada laki-laki lain yang sedang mendekatinya.
Aku masih ingat betul perasaanku saat itu. Kaget, bingung, dan tentu saja takut. Sebab, selama ini aku sama sekali belum memikirkan pernikahan dalam waktu dekat. Targetku menikah di usia 26-27 tahun. Sedangkan waktu itu usiaku baru 23 tahun.
Aku juga baru bekerja belum genap dua bulan. Tabunganku hampir tidak ada. Kondisi ekonomi keluargaku sejak dulu juga pas-pasan, cenderung kekurangan malahan. Di kepalaku saat itu, menikah adalah keputusan yang sangat tidak logis dan realistis. Aku tidak ingin mengajak anak orang hidup susah denganku.
Pertemuan sore itu akhirnya berakhir tanpa jawaban yang benar-benar jelas. Aku menjelaskan semua kondisiku. Dia memahami karena sedikit banyak dia sudah tahu bagaimana keadaan keluargaku sejak dulu. Tapi, aku juga bisa melihat kekecewaan yang berusaha dia sembunyikan dari wajahnya.
Dia bingung. Aku juga tak kalah bingung.
Beberapa hari setelah pertemuan itu, ada sesuatu yang aneh terjadi padaku. Aku tidak pernah mengalami perasaan seperti itu sebelumnya. Hatiku tidak tenang. Tidurku tidak nyenyak. Pikiranku terus kembali ke obrolan sore itu. Yang membuatku heran, logika yang selama ini selalu menjadi peganganku tiba-tiba seperti tidak bekerja.
Dari dulu aku adalah orang sangat logis dan realistis. Kalau memang belum mampu, aku jarang sekali memaksa. Kalau memang belum siap, aku bersedia menunggu. Harusnya sesederhana biasanya. Tapi, kali ini berbeda.
Aku tidak ingin membiarkan kesempatan itu pergi begitu saja. Di sisi lain, aku juga tidak ingin wanita yang kucintai ikut hidup susah bersamaku. Dia sangat pantas mendapatkan laki-laki yang lebih siap, lebih mapan, dan lebih tampan dariku.
Kalau kupikir-pikir, harusnya mudah bagiku untuk mengalah dan melepaskannya saat itu. Membiarkan dia memilih laki-laki lain yang mungkin bisa memberinya kehidupan yang lebih baik. Tapi, ternyata tidak semudah itu. Hampir seminggu penuh, otak dan perasaanku seperti berjalan ke arah yang berbeda.
Otakku berkata, βJangan egois.β
Perasaanku berkata, βKalau dilepas, kamu akan menyesal seumur hidup.β
Di tengah kebingungan itu, aku bahkan sempat menulis sebuah surat untuknya. Aku menuliskan semua yang kurasakan setelah pertemuan sore itu. Lalu kukirimkan padanya.
Dan entah bagaimana, akhirnya aku mengambil keputusan yang sampai sekarang tidak pernah kusesali. Untuk pertama kalinya dalam hidup, aku memilih mengikuti perasaanku daripada logikaku. Aku memutuskan akan memperjuangkannya.
Minggu pagi, aku memberanikan diri mengajak bapak dan ibu mengobrol. Ada sesuatu yang ingin kusampaikan. Sesuatu yang bahkan beberapa hari sebelumnya tidak pernah kubayangkan akan kuucapkan. Dan itu membuat mereka sangat terkejut.
Kematianmu mungkin akan datang pada hari yang biasa, di tengah rencana-rencanamu yang belum selesai. Dunia pun akan tetap berjalan tanpamu. Karena itu, hiduplah sedikit lebih berani.
Tidak semua rasa harus diikuti. Ada yang justru menemukan bentuk terbaiknya saat kita memilih menghormati batas yang menjaga tetap pada tempatnya.
Kita terlalu sering mengenali seseorang dari cerita hidupnya. Padahal, manusia selalu lebih besar daripada semua cerita yang pernah menimpanya.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Akan datang hari ketika aku bukan lagi orang yang mendengar setiap ceritamu. Tapi aku bersyukur pernah menjadi pendengar di salah satu bagian perjalananmu.
Tuhan, bagaimana caraku merapikan perasaan ini? Rasanya seperti benang basah kusut yang aku sendiri kesulitan untuk mengurainya.
Apakah harus ku keringkan dulu perasaan ini kemudian ku rapikan? Ataukah harus ku rapikan dalam keadaan basah dan dingin?
Aku tahu ya Tuhan, aku memang bersalah. Tapi aku berusaha meredamnya. Tolong Engkau lihat usahaku ya Tuhan.
Perasaan yang berantakan ini menyakitkan pun melegakan di dalamnya. Pada akhirnya, apa yang sebenarnya aku inginkan?
Aku hanya menulis tentang orang-orang yang spesial di hidupku. Entah yang sudah berlalu, yang sedang berjalan bersamaku, atau yang kelak akan datang.
Yang paling sulit bukan menerima kenyataan bahwa dia bukan takdirmu. Yang paling sulit adalah menerima bahwa sampai hari ini pun, hatimu masih menyimpan tempat untuknya.
Pernikahan mengajarkan bahwa pasangan kita bukan hadir untuk memenuhi semua keinginan kita. Ia juga seseorang yang memiliki ketakutan, kekurangan, impian, dan kebutuhan untuk dicintai, sama seperti kita.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Semoga suatu hari nanti kamu bertemu dengan seseorang yang mengerti bahasamu, sehingga kamu tidak perlu menghabiskan seumur hidup untuk menerjemahkan jiwamu.
Aku terus menulis bukan karena berharap ceritanya berubah.
Aku menulis karena ada beberapa pertemuan yang terlalu berharga jika dibiarkan hanya hidup di dalam ingatan.
Perasaan cinta adalah satu hal, tapi pernikahan adalah hal yang lain.
Cinta mungkin cukup untuk membuat dua orang memutuskan menikah. Tapi, cinta saja tidak akan cukup untuk menjalani pernikahan itu sendiri.
Pernikahan membutuhkan lebih dari sekadar cinta. Ia juga membutuhkan kemampuan mengendalikan diri, keterampilan berkomunikasi, kesediaan untuk terus beradaptasi, dan banyak hal lainnya.
Ku bahagia Kau telah terlahir di dunia Dan kau ada Di antara miliaran manusia
Di antara semua tokoh dalam novel Perahu Kertas, setelah Kugy justru Pak Wayan yang paling berkesan bagiku. Sebab, ia mengajarkanku bahwa kehilangan tidak harus membuat seseorang berhenti menjadi manusia yang hangat.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Sejak pertama melihat komet melintas, kita sebenarnya sudah tahu bahwa ia hanya sedang melintas lewat. Tapi entah kenapa, kita tetap mendongak sampai cahayanya benar-benar hilang.
Ada hati yang seperti matahari. Cahayanya mungkin menyentuh banyak tempat, tapi hanya memiliki satu tata surya sebagai pusatnya. Ada hati yang seperti langit malam. Banyak bintang pernah menghiasi pandangannya, tapi tidak semuanya berhasil membuatnya berhenti menatap. Ada pula hati yang seperti teleskop. Tidak semua bintang membuatnya berhenti mengamati. Hanya sedikit yang membuatnya lupa bahwa langit masih begitu luas.