There was an EMI angle too. India Today reported that the company would bear part of the loan instalments on the flats and cars for five years, instead of simply handing over everything fully paid at once.

seen from Netherlands
seen from Iraq
seen from Slovenia
seen from Hong Kong SAR China
seen from China
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Canada
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Hong Kong SAR China

seen from Malaysia
seen from Netherlands
seen from Netherlands

seen from United Kingdom

seen from South Africa

seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
There was an EMI angle too. India Today reported that the company would bear part of the loan instalments on the flats and cars for five years, instead of simply handing over everything fully paid at once.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Courtyard House, Surat, Gujarat, India,
Courtesy: D'Well,
photographer: Ishita Sitwala
Perihal: —
Untukmu,
Mungkin kau sedang membaca ini di sela-sela kesibukan, atau mungkin surat ini tidak akan pernah sampai. Tidak apa. Aku hanya perlu menuliskannya.
Aku sering memperhatikanmu dari jauh. Bukan dengan tatapan menghakimi, tapi dengan kekaguman yang sunyi. Aku melihat caramu tersenyum pada kasir, caramu menepuk bahu temanmu, caramu mengangkat telepon dengan suara yang tenang seolah tidak ada badai yang sedang berkecamuk di dalam kepalamu.
Aku ingin kau tahu, aku tidak iri pada kesuksesanmu. Aku tahu kau membayarnya dengan harga yang mahal. Aku juga tidak iri pada lingkaran pertemananmu; aku tahu betapa sepinya berada di tengah keramaian.
Yang aku iri, dan ini terdengar konyol, adalah caramu bernapas.
Napasmu terlihat begitu teratur. Begitu dalam. Seolah kau telah berdamai dengan beban yang kau pikul, sementara aku masih terengah-engah hanya dengan memikirkannya.
Aku selalu ingin bertanya padamu: bagaimana caranya? Bagaimana caranya membangun dinding yang begitu kokoh hingga tak ada satu pun retakan yang terlihat dari luar? Di mana kau sembunyikan puing-puing dari pertarungan kemarin? Apakah kau menyimpannya di kantong celanamu, di dasar cangkir kopimu, atau di keheningan singkat saat lampu merah?
Tolong jangan salah paham. Ini bukan surat keluhan. Ini adalah surat pengakuan. Pengakuan bahwa aku melihatmu. Aku melihat kekuatanmu. Dan di hari-hari saat aku merasa paling lemah, aku meminjam sedikit kekuatan itu hanya dengan melihat punggungmu yang tetap tegap saat berjalan pulang.
Terima kasih, karena tanpa kau sadari, kau telah menjadi mercusuar bagiku, sebuah perahu kecil yang masih takut pada ombak.
Hormatku,
Seseorang yang masih belajar.
Roni. | 5 Agustus 2025
— 6626 —
Aku tidak berhenti mencintaimu, aku hanya berhenti memegang erat keyakinan yang mulai retak; bahwa aku pasti dipilih.
Kadang kita mencintai seseorang dengan sangat tulus. Lalu suatu hari kita menemukan fakta bahwa orang itu belum bisa mencintai dengan cara yang kita harapkan.
Dan itu tidak otomatis membuat salah satu menjadi jahat. Itu hanya membuat kenyataan menjadi jauh lebih menyedihkan.
Karena kita sama-sama bertarung dengan rasa takut masing-masing. Aku yang takut akan kemungkinan tidak dipilih, dan kamu yang takut akan kemungkinan bahwa risiko hidup bersamaku tidak cukup layak untuk ditanggung.
Di sisi lain, memahamimu bukan berarti meniadakan rasa sakitku, dan memahamiku tidak semerta-merta menghapus ketakutanmu. Memahami semua ini juga bukan berarti menafikan segala bentuk upaya, cinta, dan kasih kita.
Semua ini hanya menunjukkan bahwa cinta sering kali diuji oleh realita dan ketakutan yang kita hidupi.
Semuanya bisa benar secara bersamaan.
Sebab kadang manusia gagal bukan karena tidak saling mencintai, melainkan karena mereka sedang berusaha menjawab persoalan yang berbeda.
Jujur, memahami semua fakta ini menjadi begitu ironis, bahwa ternyata pertanyaan yang kita ajukan pada dunia tidak simetris.
Dan yang lebih menyedihkan, mungkin masing-masing dari kita belum mampu menjadi jawaban bagi pertanyaan yang paling ditakuti untuk satu sama lain.
Mungkin untuk saat ini, aku tidak perlu memutuskan masa depan hubungan ini.
Tidak perlu memutuskan apakah kita akan bersama atau tidak.
Tidak perlu memutuskan apakah kamu akan memilihku atau tidak.
Mungkin cukup satu keputusan kecil:
"Untuk beberapa waktu, aku akan kembali merawat diriku sendiri. Karena ada bagian diriku yang baru saja terluka oleh sebuah kejujuran yang tidak siap kuterima."
Dan menurutku, mungkin itu keputusan yang sangat manusiawi.
Maaf.
Ternyata aku tidak sekuat yang kukira.
Shed 2.0, Surat, India - Studio ii
Architectural practice based in Surat House design Office design Interior design Studioii

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
"Off The Grid," Surat, India,
Courtesy: Officedot,
Ishita Sitwala Photography
Screams and Dreams
Aku sering bertanya-tanya pada diriku sendiri, mengapa dulu aku tidak pernah mencoba mengatakannya langsung kepadamu.
Sebenarnya, ada begitu banyak hal yang ingin kusampaikan. Namun, rasa takutku selalu lebih besar daripada keberanian yang tersimpan di dalam hati.
Sungguh, di mataku kau begitu cantik, seperti setangkai bunga melati yang mengharumi hidupku di tengah sunyinya malam.
Rasanya, aku tak akan pernah lagi menemukan seseorang sepertimu. Seseorang yang pernah membuatku merasa begitu nyaman, hingga akhirnya ia pun pergi meninggalkan hidupku.
Sejujurnya, aku kecewa pada diriku sendiri. Andai saja aku lebih berani. Andai saja aku tidak berpura-pura terlihat keren. Andai saja aku tidak bersikap seolah-olah tak peduli.
Mungkin, hingga hari ini, aku masih bisa mencium harum bunga melati itu dalam kehidupanku.
Untukmu yang pernah hadir dan memberi warna dalam hidupku, aku hanya ingin mengucapkan satu kalimat.
Sampai jumpa lagi, di lain waktu.