PR#3 Reflection : Makna Dibalik Sebuah Perjalanan
Suatu tulisan tidak hanya berperan sebagai sebuah seni dan sarana berbicara pada diri, melainkan juga berperan sebagai penyalur semangat serta motivasi bagi pembaca yang terangkum dalam untaian kalimat indah...
Terkadang membaca bukan sekedar memenuhi suatu hal atau tugas yang harus dipenuhi, melainkan juga dapat menjadi salah satu sarana tuk menemukan motivasi serta pesan dalam menjalani kehidupan atau bahkan menemukan cara tuk menemukan jati diri melalui kisah orang lain.
Membaca beberapa tulisan seseorang yang juga mencangkup kisah serta perjalanan hidup seseorang menuntun saya pada beberapa makna akan perjuangan dalam menjalani kehidupan.
Seperti hal nya sebuah perjalanan hidup seorang perempuan dimana sedari kecil hingga masa remaja tidak mendapat kebebasan, namun pada akhirnya ia dapat lepas dari keterikatan keluarga yang sangat mengekang dan hidup bebas sesuai keinginan hati. Tentunya tidak diperoleh dengan mudah. Ada langkah kaki yang tertatih-tatih di tengah perjalanan yang ditempuh sendirian. Ada luka yang dipaksa tuk dijajaki meski sang empu sudah menyadari bahwa itu pahit dan akan kian menyakiti sang empunya. Akan tetapi, benih yang ditanam dan dirawat dengan baik tentunya akan memberikan buah yang manis bagi sang empunya pada akhirnya.
Perjalanan hidup tidak selamanya mudah. Terkadang ketika seseorang tidak menemukan keyakinan dalam dirinya tuk menjalani sesuatu yang menjadi bagian di proses hidupnya yang mungkin saja banyak luka dan kegetiran. Terkadang disaat seseorang sedang di tahapan terpuruk sekalipun, pesan yang diterima di situasi ini akan lebih melekat baginya dibandingkan ketika ia memperoleh pesan dalam suasana hati yang baik. Karena pesan yang diterima dikala sedang terpuruk sekalipun mampu menjadi penyelamat bagi raga seseorang.
Dibalik keterpurukkan seseorang dan hilangnya tempat kembali, satu-satunya tempat yang tak akan pernah meninggalkan seorang insan ialah Allah SWT. Seorang insan diciptakan dari tanah dan pada akhirnya akan kembali ke tanah pula. Akan tetapi, tanah tidak hanya berisikan tumpukan tanah saja bukan? Tanah juga mampu menjadi tempat bermekaran bunga-bunga indah yang memanjakan mata.
Tugas seorang insan ialah menjadi seseorang yang bermanfaat bagi orang lain. Seperti pesan Rasulullah SAW yang berbunyi : "sebaik-baik manusia ialah manusia yang bermanfaat bagi orang lain". Perihal ini, yang harus dipertegas ialah ketika melakukan kebaikan di duniawi, jangan pernah memikirkan balasan seperti apa yang kamu dapat dari orang lain atas kebaikan yang kamu lakukan. Tugas seorang insan hanyalah melakukan kebaikan, dan perihal balasan itu wewenang dari Allah, cukup Allah Yang Mengatur itu, kamu tidak perlu.
Setiap proses dari perjalanan mu itu yang akan membentuk karakter dalam dirimu. Sepahit dan seperih apapun, tenangkan dan yakinkan dirimu bahwa apa yang didepan itu akan baik-baik saja dan ini bukan pertama kalinya bagimu. Coba tengok ke belakang, banyak yang sudah kamu lalui bahkan terkadang menghambat langkah, akan tetapi kamu bisa melewatinya dan membawamu sejauh ini.
So, find yourself first. Believe in God and yourself.
Bahkan ketika kehilangan arah, tak tahu mau kemana, tak ada tempat berkeluh kesah. Ingat, masih ada Allah SWT sebaik-baik tempat berkeluh kesah, tempat bercerita. Maka, hamparkan sajadah mu, tunaikan tugasmu dalam beribadah, tenangkan hati mu dengan melafadzkan dzikir di lisan dan seuntai tasbih di genggaman. Damaikan hati, diri, dan pikiranmu dengan lantunan ayat suci Al-Quran yang terucap melalui lisan tipis mu.
Ingat ini : "Kamu tak akan mendapat apapun jika jauh dari Sang Pencipta. Tapi, kamu bisa mendapat segenap hal baik di hidup bersama Allah. Maka libatkanlah Allah di setiap proses dalam perjalanan mu"