Lakukan karena-Nya bukan karena dia.
Ada seorang laki-laki yang ingin mendapatkan istri sesuai dengan kaidah agama. Pada dasarnya si pria berprinsip jika agama si wanita benar dan berada dijalan semestinya maka akhlak serta ketakwaannya pun baik.
Si pria berkata "jika seorang wanita yang ia inginkan, belum seutuhnya seperti apa yang ia butuhkan". Belum ada kata menyerah, si pria meminta bantuan kepada seseorang yang dirasa sudah sepaham dengan komitmen yang akan ia pegang
Lalu si wanita mengiyakan, karena salah satu ibadah untuk mengajak seseorang kejalan yang lebih baik. Saling tolong menolong dalam hal agama bukankah itu sangat diperbolehkan tentu kita tidak akan pernah tahu, Allah maha membolak balikan hati.
Hal ini sejalan dengan bentuk ikhtiar seorang lelaki yang ingin mendapatkan istri seperti yang ia inginkan sekaligus yang dibutuhkan.
Saya berpikir, dari sini lah bahwa seorang lelaki memilih wanita itu sangat beragam tetapi satu point yang tak akan pernah ditinggalkan yaitu kebaikan apa yang dimiliki dari seorang wanita? Hal semacam itu yang akan menjadi pertanyaan bagi lelaki. Semua orang ingin baik bahkan yang terbaik. Tentunya memiliki seorang istri yang akan mematuhi suami, menjalankan hak-hak suami, menjaga kehormatan dan harta suami serta mendidik anak-anak nya bukanlah hal yang mudah.
Semua butuh teori dan eksekusi, layaknya seorang wanita jika ia sudah menikah gelar setinggi apapun tetaplah akan kembali mengurusi perkara rumah tangga.
Sebagai seorang gadis banyak hal yang dapat dipelajari, tak semua perkara tentang dunia; ilmu akhirat haruslah seimbang. Sangat banyak bagian yang belum kita tapaki, terutama perkara ibadah dan akhlak.
Dua hal penting yang harus vertikal, memperbaiki ibadah dengan terus belajar ilmu agama, memperbaiki akhlak dengan terus melatih diri untuk tetap sabar, taat, qonaah dan lainnya. Hingga entahlah pada dimensi berapa kamu ditakdirkan hidup berdua?
Penyatuan dua manusia, dua akhlak, dua keluarga, dua pemikiran, dua keinginan namun haruslah satu tujuan yaitu menyempurnakan ibadah sampai ke jannah Allah ta'ala.
Setelah sekian hari, menit sampai detik kamu belajar. Hal yang dinanti babak eksekusi disinilah apa yang dipelajari akan di uji barulah terasa mampu atau tidaknya menjadi seorang wanita seutuhnya; tak masalah seberat apapun nanti yang akan dilewati setidaknya kamu sudah punya bekal. Ya bekal yang telah kamu siapkan selagi masih sendiri.
Tak mengapa, Semua tiada sia-sia jika yang kamu cari bukanlah perkara dunia.
Untukmu ukhti, teruslah berjuang pada hati yang kadang masih merasa ringkih untuk jiwa yang masih belum kuat menahan godaan dunia.
Tak mengapa, jika nanti yang kau dapati DIA bukan dia semua bekal tetap terhitung hingga akhir hanyat.
Tiada yang tahu apakah maut yang akan menjemput ataukah dia yang kamu nanti? Lakukan karena-Nya bukn karena dia.