Pernahkah berkecamuk di benak kalian dan kalian bergumam dalam senyap seperti ini,
Kiranya siapa yang cintanya amat besar kepadaku setelah Allah? Siapa yang tangisannya paling dalam dan paling luka saat aku tiada di dunia?

seen from Uruguay
seen from Türkiye

seen from South Africa

seen from United Kingdom
seen from United Kingdom

seen from Türkiye
seen from Germany

seen from Malaysia
seen from Hong Kong SAR China

seen from Sweden
seen from South Korea
seen from Bangladesh

seen from Germany
seen from Russia
seen from Russia
seen from France
seen from Germany

seen from Australia
seen from Australia
seen from T1
Pernahkah berkecamuk di benak kalian dan kalian bergumam dalam senyap seperti ini,
Kiranya siapa yang cintanya amat besar kepadaku setelah Allah? Siapa yang tangisannya paling dalam dan paling luka saat aku tiada di dunia?

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
HIDUP
Di hidup ini banyak sekali rahasia, misteri yang bahkan tak bisa terungkap. Ataukah sebenarnya kita yang tidak menemukan puzzle untuk melengkapi banyaknya pertanyaan, angan dan khayalan. Terkadang tanpa kita sadari, hari ini adalah petunjuk masa depan. Terkadang tanpa kita sadari, apa yang terjadi saat ini adalah gambaran bagaimana nanti. Ataukan kita yang terlalu denial tentang semua yang terjadi? Ataukah kita yang memang sombong dengan takdir Tuhan?
Hidup yang kita inginkan, tak akan sama dengan yang kita jalankan. Hidup yang kita jalani, bisa saja sangat berbeda dengan apa yang kita impikan.
Pernahkah kamu memiliki kenginan yang akan kamu perjuangkan agar terwujud? Tapi kandas di tengah jalan? Pasti pernah kan? Jangan menyerah, itu cara Tuhan agar kita kuat dan selalu percaya bahwa "jika ada yang patah, maka ada yang tumbuh"
Bukankah, daun itu bersemi setelah terlebih dulu gugur? Bukankah pelangi datang setelah tiba hujan? Bukankah bunga mekar setelah yang lain layu? Bukankah hidup memang begitu?
Hari Ini
@lenterapenamu
Hari ini, jantungku berdegup begitu kencang, rasanya sesak. Bahkan aku seperti kesulitan mencerna pikiran. Kucoba untuk tenang dan gelombang di dada masih saja tak beraturan.
Lalu, aku mencoba mengingat Tuhan, Dia Allah yang akan menurunkan ketenangan pada hati yang sedang merapal beribu-ribu permintaan. Sungguh, diriku penuh dengan keyakinan. Perlahan, kulantunkan penghambaan secara mendalam. Semakin kumengingat kasih sayang-Nya, semakin aku merasakan kekuatan.
Aku ingin bertahan, aku ingin melewati badai yang hampir tak berkesudahan. Semoga Allah mampukan diri ini untuk menuntaskan ujian kehidupan.
@aksarapuan94
Pesan darimu hari ini kudiamkan. Barangkali sampai beberapa waktu kedepan. Sebab aku ragu, kita saling bertukar pesan atau kamu hanya sekadar membalas pesan. Aku berusaha secukupnya denganmu hari ini, sebab takut tak bisa mengendalikan diri saat kamu hilang nanti.
@cawanrasa
Ketika hari ini kudapati belum ada kemajuan tentang kita, hatiku selalu bersuara "mungkin besok." Namun ketika besok telah menjadi hari ini, malangnya hatiku masih menyuarakan hal yang sama. Entah berapa banyak lagi besok yang harus kutemui. Satu hal yang pasti, aku akan setia menanti.
@gndrg
Hari ini adalah kamu Kemarin adalah aku Semesta dihantui ragu Hingga menjadikan kita lini waktu yang tak satu
Hari ini, aku juga akan merekayasa hujan bersama angin dan awan. Atau mungkin melukis senja dengan surya dan cakrawala. Entah mengapa, belakangan ini aku menjadi begitu licik demi merencanakan pertemuan kita lagi.
@hardkryptoniteheart
Cahayamu pernah menjadi suar yang memanduku keluar dari kegelapan. Kala itu, aku tak pernah satu kalipun menyangka akan mengalami jatuh sampai titik terendah dalam hidup.
Jika bayangmu yang bercahaya itu tak dihadirkan Tuhan ke dalam benakku, apakah mungkin kulihat harapan yang dapat membuatku bangkit kembali dan bertahan hidup sampai hari ini?
@maknafrasa
Hari ini masih sama seperti hari kemarin. Rasaku padamu. Rinduku padamu. Belum dapat terganti. Sampai hari ini masih ada namamu di hati. Hari ini masih sama seperti hari kemarin. Rasaku padamu. Rinduku padamu. Belum dapat terganti. Sampai hari ini masih ada namamu di hati.
@padangboelan
Katanya, teman terbaik adalah diri kita sendiri. Maka, mulai hari ini aku ingin mencintai diriku lebih baik lagi.
@yurikoprastiyo
Cara untuk memenangkan pertarungan dikemudian hari, bisa diawali dengan sebuah tindakan dihari ini.
@yustrialubna
Menengok ke belakang, mustahil terulang.
Menatap jauh ke depan, seringkali malah menambah kecemasan. Penyesalan tiada arti jika tak diperbaiki hari ini. Kecemasan tiada henti jika tak dipersiapkan sejak saat ini.
Sadarlah dan hiduplah sekarang, gunakan dengan baik untuk mempersiapkan hari yang akan datang.
@calonmanusia
Hari ini mungkin tak kau dapatkan keinginanmu di hari kemarin. Bisa jadi hari ini bukanlah waktu yang tepat. Mungkin kau belum butuh yang kau harapkan, atau mungkin kau belum siap mendapatkannya.
Apakah kau ingat, mungkin hari ini salah satu do'amu atau do'a orang-orang tersayangmu telah dikabulkan. Do'a yang telah sangat lama kau panjatkan itu telah tiba pada saat waktu paling tepat. Kau ingatkah itu?
Hari ini, cobalah ingat-ingat do'a masa lalumu. Dan mari mulai untuk meredam ego tergesa-gesa dalam memanjatkan do'a. Skenarionya lebih dari semua yang kau bayangakan.
Hari ini berbahagialah.
@shofiyah-anisa
Hari ini saat fajar, kembali kutengokkan kepalaku ke masa silam.
Katamu "biasa aja sih", saat memberi kesan akanku. Maka, saat itu kuputuskan untuk kita berteman. Begitu roda kehidupan diputar, binar matamu selalu terpancar, namun seakan kututupi dengan benang tebal, hingga larut kau tinggalkan secarik pesan “Aku akan pergi.”.
Apakah aku menyesal? Tidak, cara menyayangimu adalah berbeda, pergilah dengan bangga dan bahagia. Aku? Tidak akan menutup pintu, barangkali kau akan menengok sesekali.
@manusiafajar
Lagi, menangis lagi hari ini. Lagi, menyeka air mata sendiri.
Lantas, apa yang salah dengan sendiri dan hari ini?
Lebih cepat melangkah, menyusun ketegaran tanpa keluh kesah. Sayang, kamu tidak selemah dan selelah itu untuk berhenti dan menyerah.
Dan kan tiba saatnya susunan ketegaran menemukan ketegaran lain dan menjadi kuat, tanpa kalah.
Jangan begitu berharap dan bergantung ke manusia, karena ekspektasi berlebih kerap menghadirkan perasaan kecewa ketika tidak terealisasi lalu menyalahkan mereka.
Hidup hanya senda gurau belaka, jangan begitu dramatis lalu menciptakan istilah trauma atau mati rasa.
Dewasalah dalam menyikapi karena semestinya yang harus dilakukan adalah bersikap realistis.
Bukankah sudah jelas, Allah selalu menghadirkan sesuatu ketika kita berusaha.
Allah menghadirkan kesabaran kepada kita ketika kita tidak mendapatkan apa yang kita kejar.
Hidup tidak lebih hanya tentang bersabar, maka bersabarlah dan bersabarlah.
Emang Boleh Kerja Se-alakadarnya Gitu?
Hari ini ceritanya aku lagi sebel sama suatu hal dalam pekerjaan terus aku penasaran, kira-kira kalo tentang etos kerja tuh di Al Qur'an gimana ya. Langsung deh cari dan aku tulis terus berhubung kurang rame jadi aku coba tempelin sm bekas bungkus pocky pocky yang aku simpan 😂
Jadi ini insightnya..
Sadar nggak sih kalau pekerjaan itu tuh termasuk amalan juga. Dari upah/gaji/penghasilan itulah kita menghidupi diri dan keluarga.
Rezeki itu sudah pasti akan sampai kepada kita, yang belum pasti itu keberkahannya.
Kalau kita digaji sekian untuk pekerjaan tertentu tapi hasil pekerjaan kita asal-asalan kira-kira berkah nggak rezekinya (?)
Ya Allah bimbinglah kami untuk dapat bekerja dengan baik dan benar, tunjukkanlah kepada kami jalan keluar atas setiap masalah, bimbinglah kami menjadi pribadi yang baik dan dapat saling mengajak dalam kebaikan, doronglah kami untuk bisa menasihati tanpa menyakiti..
Alhamdulillaah habis selesai bikin ini langsung plong. Nggak jadi sebel lagi. Biasanya kan aku cuma tulis di notes HP aja, ternyata kalau ditulis rasanya kayak lebih lepas gitu. Rasanya tuh kayak isi kepala sama hati ngalir ke pulpennya 😂
Alhamdulillaah terima kasih Ya Allah..
Terima kasih juga untuk kelas-kelas journaling yang aku ikutin (tapi belum rajin praktekin).
Semoga bisa lebih rajin lagi biar jadi habit.
Boalemo, 4 Agustus 2023
Note.
Kelas Journaling yg lagi diikutin:
Healing Room "Aku Menemukanku" di Career Class
Quran Journaling for Self Healing di Naminauna Institute

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
...
Aku tahu, kamu tumbuh dari
Keras kasar sebuah kerutan
Sedang aku dari pilu, aman yang ternyata palsu
Juga semua yang terlalu baik
Tapi menurut aku, kamu cemerlang
Mampu melahirkan bintang-bintang
Menurutku, ini juga kar'na lembutnya sikapmu
Juga sabarmu yang nomor satu
'Tuk petualangan ini
Mari kita ketuk pintu yang sama
Membawa amin paling serius
Seluruh dunia
Bayangkan betapa cantik dan lucunya
Gemuruh petir ini
Disanding rintik-rintik yang gemas
Dan merayakan
Amin paling serius seluruh dunia
Lagi seneng banget dengerin lagu Amin Paling Serius punya Sal Priadi dan Nadin Amizah.
Aku sangat bersyukur dilahirkan dari keluarga yang hangat, membuka diskusi tentang apapun, sering bercanda tapi super serius masalah agama. Tapi tau enggak? Kenyamanan didalam rumah baru aku rasakan sekitar 5 tahun kebelakang, atau ini kesalahanku mungkin yaa yang terlambat menyadari.
Sebelumnya ijinkan aku bercerita sedikit tentang keluargaku supaya tulisan ini bisa nyambung dibaca sampai akhir. Aku punya 3 saudara, 1 kakak dan 2 adik. Dengan banyaknya saudara yang aku punya (banyak karna lebih dari 2 hehe) tentu saja kasih sayang dan perhatian dari orangtuaku akan terbagi. Aku tidak bisa menyalahkan atau menuntut orangtuaku ketika beliau membagi sesuatu tidak sama rata, karena memang porsinya berbeda. Adil tidak harus sama. Adil itu membagi sesuatu sesuai porsinya masing-masing.
Dulu ketika aku dan saudara-saudaraku sekolah (jarak kami enggak terlalu jauh jadi tingkatan sekolah hampir berbarengan) orangtuaku super sibuk. Ibu menyiapkan segala kebutuhan anak-anaknya sedangkan Ayah berusaha banting tulang mencari nafkah. Pada saat itulah aku merasa kasih sayang orangtuanya (terhadapku terutama) berbeda. Sesederhana adikku yang selalu diperhatikan tugas-tugasnya, sedangkan aku tidak. Dulu aku merasa tidak adil, merasa paling tidak diperhatikan, dan segala perasaan iri lainnya.
Tapi tau enggak? Allah jawab perasaanku itu dengan situasi saat ini. Situasi setelah aku lulus kuliah dan bekerja salah satu sekolah dekat rumah. Tahun 2017 kakakku menikah dan saat ini alhamdulillah sudah mempunyai tempat tinggal sendiri, adikku sedang kuliah di jogja dan adikku yang satu lagi sedang bersekolah di pesantren. Jadilah aku dirumah sendiri #modeanaktunggal.
Aku berfikir ini adalah jawaban dari Allah atas perasaanku dahulu ketika aku merasa tidak begitu diperhatikan, sekarang karena hanya ada aku dirumah jadi semua perhatian terpusat kepadaku. Ayah dan ibuku dirumah lebih banyak menghabiskan waktu bersamaku, bercerita, bercanda, berkebun bersama, masak bersama, dan hal-hal lain yang dulu tidak pernah aku lakukan bersama.
Aku bersyukur, amat sangat, aku juga berterimakasih kepada orangtuaku atas waktu yang sudah diberikan untuk aku.
Oya, point yang ingin aku sampaikan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, Allah memberikan yang kita butuhkan pada waktu yang tepat. Situasi yang tepat, orang yang tepat, tempat yang tepat, dan semua hal yang tepat. Jadi tidak perlu khawatir, Allah sudah atur semuanya, tugas manusia adalah berdoa dan berusaha.
Sekian.
Terimakasih.
Sepenggal Cerita Kita
Kamu tahu
Dari semua kisah, kisah kita yang rumit
Ya, sebenarnya kisah kita hampir sama dengan cerita film pada umumnya
Cerita tentang Cinta yang Tak Terbalas,
Cerita tentang Memendam Cinta yang Cukup Lama,
Cerita tentang Cinta Pertama yang Gagal,
Jujur, aku bingung
Kenapa dari sekian banyak pria
Kamu yang terlalu lama mengendap di hatiku
Bahkan, herannya
Kamu selalu muncul ketika aku ingin melanjutkan ke proses yang lebih serius dengan orang lain,
Entah kamu yang merupakan ujian bagiku
Ataukah kamu yang merupakan takdir bagiku
Well, we don't know what we don't know
Seperti Menantang Takdir
Aku tak tahu Apa Yang Allah Rencanakan Untukku juga Untukmu
Aku juga tak ingin memaksakan kehendak rasa ini kepadamu, yang mungkin memang tak pernah ada rasa untukku
Detik ini, aku ingin berdamai dengan segalanya
Aku ingin menyudahi harapan tentangmu
Aku ingin menyudahi rasa kepadamu
Aku ingin menyudahi berharap kepada manusia sepertimu
Ekspektasi terkadang berbanding terbalik dengan realita
Mari Biarkan Semesta dan Pencipta
Menentukan Ending dari Cerita Kita
26.03.23 _ SelepasSubuh @helloo-naa