Badai yang datang hari ini ternyata tidak benar-benar baru.
Rasanya masih sama—cemas yang bikin dada sesak, pikiran yang berisik, dan perasaan ingin menyerah di tengah jalan. Bedanya cuma waktu dan bentuk kejadiannya saja.
Lucu ya, hidup kadang seperti hobi mengulang luka dengan cara yang berbeda.
Seolah sengaja memastikan kalau manusia benar-benar belajar bertahan atau tidak.
Tapi setelah dipikir-pikir lagi, badai kali ini tidak lebih besar dari yang pernah datang sebelumnya.
Sudah pernah ada hari-hari di mana semuanya terasa runtuh. Sudah pernah ada malam-malam yang terlalu panjang sampai rasanya besok tidak akan datang. Sudah pernah ada fase kehilangan arah, kehilangan semangat, bahkan kehilangan diri sendiri.
Dan nyatanya, semua itu tetap berhasil dilewati.
Mungkin memang tidak sepenuhnya sembuh.
Mungkin masih ada bagian diri yang sampai sekarang belum kembali utuh. Tapi setidaknya masih ada diri yang tetap berjalan sampai sejauh ini.
Jadi untuk badai hari ini, mungkin tidak perlu terlalu takut.
Karena kalau versi diri yang dulu saja bisa bertahan saat dunia terasa begitu kejam, harusnya versi diri yang sekarang juga bisa melewatinya lagi.
Tidak harus langsung kuat.
Tidak harus langsung baik-baik saja.
Yang penting jangan berhenti hidup hanya karena hari ini terasa berat.