Berdamai dengan diri
Berdamailah dengan dirimu yang seringkali diterpa badai ombak, hingga musim silih berganti. Menyadari kesalahanmu, memaafkan diri sendiri, juga mereka yang pernah menyakitimu. Tentang kealpaanmu dari menjaga diri, tentang luka yang kerap memporak-porandakan pikiran dan hati, tentang imanmu yang perlahan meranggas tersebab dosa-dosa yang tidak kau sadari.
Ikhlaskan, mulailah berbenah dan menentukan arah. Sebab, takkan ada satupun di dunia ini yang mampu menenangkan hatimu, kecuali cintaNya. Tentang mereka yang pergi meninggalkanmu, tentang orang-orang yang pernah pergi lalu kembali, juga tentang orang-orang baru dalam hidupmu. Berdamailah, tahan celah itu sebelum waktu menggenap tiba.
Sudahi siklus wasting time yang kerap menyita pikiran, hati, dan juga produktivitasmu. Fokuslah pada dirimu sendiri, tak perlu berkecil hati atas kesalahan-kesalahanmu yang lalu. Tidak ada kata terlambat untuk terus memperbaiki kualitas diri supaya pantas dalam ridhaNya.
Tentang si(apa)pun yang pernah menghantam kepala dan jantungmu, jangan pernah menyalahkan. Lihatlah ke dalam dirimu, bahwa rasa sedih itu tidak lain adalah ulah dan perbuatanmu sendiri. Untuk itu, maafkanlah diri, dan ciptakan harmoni dalam hati.
Malang, 25 Maret 2019 | Pena Imaji











