Rasa sakit sebagaimana pun kita membencinya nyatanya berguna untuk diri kita.
Rasa sakit memberikan pelajaran kepada kita tentang apa yang harus kita perhatikan ketika masa dulu, asa sekarang dan masa yang akan datang. Tentang bagaiman cara menghindari sikap teledor yang mungkin menjangkiti.
Dia menunjukkan kepada kita apa yang baik apa yang buruk.
Dia membantu kita memahami dan menaati batasan masing-masing.
Dia mendidik kita agar tidak main-main perihal kesalahan, mengikuti syariat yang diketahui, percaya kepada Allah.
Itulah alasannya mengapa menghindari rasa sakit tidak berguna, sebab sejauh apapun kita menghindar maka akan semakin mendekat.
Pada intinya, hidup hanyalah rentetan masalah yang selalu akan datang. Jangan mengharapkan suatu kehidupan yang bebas dari masalah.
Bukankah impian mu adalah syurga?? Ujian adalah tanda cinta Allah.
Jika Allah mencintai suatu kaum maka mereka akan diuji” (HR. Ath-Thabrani dalam Mu’jamul Ausath, 3/302. Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 285).
Dilain sisi, Allah telah menyampaikan dalam firmanNya bahwa ujian itu berupa kebaikan dan keburukan.
........Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Anbiya: 35)
Maka tempat mengadu terbaik adalah kembali kepadaNya. Lapangkan hati menerima rasa sakit!
Makassar, Januari 29 th 2019














