Satu satunya org yg paling engkau cintai, akan mengajari mu agar tidak mencintai seperti itu lagi sepanjang hidup mu..
seen from China

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from China
seen from Russia
seen from Argentina

seen from T1
seen from United States

seen from Russia
seen from Russia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
Satu satunya org yg paling engkau cintai, akan mengajari mu agar tidak mencintai seperti itu lagi sepanjang hidup mu..

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Warna yang Tak Kembali
Berkatmu, aku sangat menyukai bunga matahari, warna kuningnya seolah kamu yang berdiri di situ sendiri. Cerah, menggembirakan, menenangkan hati, tapi mudah sekali memudar saat bayangan datang menghampiri.
Dan di antara warna gelap yang pernah membuatmu redup, salah satunya, mungkin aku yang ikut merusak sinarmu. Maaf, karena sejak itu warnamu tak lagi utuh, dan setelah aku pergi pun, tak kembali seperti semula dahulu.
Izinkan aku mengingatmu pada setiap bunga matahari yang kutemui, bahkan saat hanya kutambahkan di balik emoticon sunyi. Akan kuingat kamu, sebagai yang pernah membuat hariku cerah, sebagai alasan aku sempat percaya pada cinta yang tumbuh perlahan dan ramah.
Aku tak berharap untuk kembali hanya ingin kau tahu, ada yang masih membawa jejakmu dengan hati-hati. Sebab kenangan tak harus bersama untuk tetap hidup, cukup disimpan.. dalam warna yang dulu pernah membuatku hidup.
Sedihnya. Ketika melihat matamu, aku bisa melihat masa depan di situ. Sedangkan ketika melihat mataku, kamu melihat aku bagian dari masa lalumu.
- Sastrasa
Mantan's Dance of Death ~ Bamboozled (2000)
THIS, Changed Movies and many many people came out of their racist closets. Michael Rappaport says the N Word more than he could ever in real life..
Tepat setahun kurang sebulan, sudah susah payah sembuh disayat lagi..
Gpp, kan besok bisa sembuh juga..
Sby,kmrglp150723-

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
5 penyebab cowok nikah sama cewek lain, meski kalian sudah lama pacaran. Cinta dan kecocokan nggak cukup bagi cowok untuk menikahi kamu
Penyebab cowok nikah sama cewek lain dan nggak pilih kamu jadi istrinya, meski kalian sudah pacaran bertahun-tahun. Cinta dan kecocokan nggak cukup bagi cowok untuk menikahi kamu.
Ada faktor yang memutuskan si cowok nggak pilih kamu jadi calon istrinya.
Kamu nggak cocok menurut literasi pasangan versi dia.
Sewaktu pacaran dia belum siap menikahimu.
Dia lebih pilih putus karena nggak tahan sama tuntutanmu.
Hubungan kalian nggak dapat restu dari keluarga.
Dia sudah siap menikah saat menemukan cewek yang cocok.
You Again
Yes, you again. Aku gak tau mau akan sampai kapan kamu muncul lagi diingatanku dan ntah sampai bagaimana aku bisa bertahan menahan gejolak rasa ini buat kamu. Keinginan tangan ini mengetik pesan untukmu begitu memuncak setiap kali aku cari kamu di social media. Melihat fotomu, membaca namamu dan melihat semua postinganmu membuat aku semakin tak kuasa untuk menggapaimu lebih dari mimpi. Sesaat aku melupakan bahwa aku sudah tak mungkin menyentuhmu lagi, aku sudah bersama orang lain yang aku cintai. Mungkin lebih darimu. Lalu, rasa apa yang begitu menusuk dan membara saat aku memikirkanmu? Hhh… sungguh! Aku ingin tau banyak! Yaaa sebanyak banyak nya tentangmu saat ini!!!! Seandainya aku mampu mengintip kamarmu malam ini, atau sekedar aku bisa melihat tulisanmu malam ini. Egoisku berteriak terus menerus, ingin aku tau bahwa kamu juga memikirkan ku! Aku ingin kamu juga jatuh berkali kali kepadaku, meski aku tau aku hanyalah satu dari puluhan wanita yang kau campakan setiap bulannya. Malangnya aku, aku bukanlah yang teristimewa! Aku marah. Aku sangat marah! Kamu adalah satu satunya yang teristimewa untukku. Paling menyakitkan untukku, paling meraih hatiku paling dalam, kenangan itu mustahil aku samarkan. Sial bukan? Disini cuma aku. Hanya aku. Lalu kapan giliranmu? Tidakkah kamu pernah bersumpah untuk mencintaiku sampai mati? Adakah karma dari ucapanmu itu? Oh alam semesta! Tolong dengarkan doaku malam ini saja untuknya, tidakkah sudah jelas dia bukan untukku? Jadi, bolehkah kali ini saja aku melihatnya memikirkanku meski hanya satu malam saja! Aku harap hati dan dendam ini akan terpuaskan! Meski hanya satu malam saja.
Melangkah Lagi
Move on. Satu kata yang pasti sudah sering kita dengar di mana-mana. Bagi sebagian orang, move on adalah memblokir mantan selamanya di semua jalur komunikasi. Ada juga yang mengartikannya sebagai melupakan semua kenangan yang pernah dijalani. Kapan sebenarnya kita sudah benar-benar move on?
Move on sebenarnya terkait dengan emosi, satu hal yang mengikat pikiran dan perasaan kita pada seseorang, sebuat tempat, atau sebuah peristiwa. Perasaan yang kuat membuat kita memiliki memori akan hal tersebut. Emosi bisa berupa rasa sayang, benci, rindu, marah, kesal, dan sebagainya. Makin kuat emosi kita, makin lekat pula memori akan sesuatu.
Jika diterapkan pada hubungan pasangan, makin banyak emosi yang tercurah dalam hubungan tersebut, makin susah pula kita untuk melupakannya. Semakin sayang dan semakin banyak perasaan yang kita curahkan, maka rasa kehilangan, kecewa, dan sedih yang muncul ketika hubungan sudah rusak tentunya semakin kuat.
Perasaaan yang kuat tak selalu identik dengan durasi hubungan. Ada orang yang baru berpacaran sebentar sudah merasa sangat sayang. Ada juga yang sudah bertahun-tahun pacaran namun biasa saja. Setiap orang secara jujur memiliki jawabannya di hati masing-masing.
Ketika sebuah hubungan berakhir, kita seakan dipaksa untuk duduk dalam sebuah ruangan yang penuh dengan kenangan.
Bayangan akan senyuman. Benda-benda pemberian. Sentuhan tangan. Perjalanan. Semua dapat terbayang dengan jelas ketika mata terpejam.
Malam-malam akan terasa lebih menyakitkan karena di waktu itulah kita punya banyak waktu untuk memutar ulang memori dalam kelam. Merenung dalam diam. Terkadang disertai rasa sakit dan air mata.
Bagi setiap orang, proses move on memakan waktu yang berbeda. Ada yang cukup beberapa hari atau beberapa minggu. Ada yang bisa sampai berbulan-bulan, bahkan setahun. Tak sedikit pula yang butuh waktu bertahun-tahun untuk melepaskan kenangan dari hubungan yang sudah usai. Jadi, kapan sebenarnya kita move on?
Bagi saya, move on bukanlah tentang melupakan, namun menerima dan melangkah lagi. Menurut saya tak mungkin untuk melupakan segala kenangan yang pernah terjadi. Semua kenangan menyenangkan, menyedihkan, menjengkelkan, mengharukan, mustahil dihapuskan dari memori. Manusia bukanlah mesin atau komputer yang bisa di-reset atau dibersihkan recycle bin-nya sampai tuntas. Bagaimana bisa kita lupa jika bukan karena terkena amnesia?
Move on adalah melepaskan emosi yang kita asosiasikan dengan orang tersebut. Jika dulu mengingat mantan membuat hati kita berdesir atau membangkitkan kemarahan, move on berarti mengingat tanpa mendendam. Jika dulu bicara tentang mantan membuat kita gugup, marah, atau jengkel, move on berarti bicara dengan santai tanpa baper. Jika dulu chat dari mantan membuat kita deg-deg serr, move on berarti membalas chat dengan biasa saja.
Melepaskan semua emosi dan move on terasa melegakan. Apapun yang dilakukan oleh mantan tak mampu lagi menyakiti atau mengganggu ketenangan batin kita. Tak ada lagi dendam, amarah, atau rasa sakit yang tersisa.
Orang bilang memaafkan adalah melupakan, lalu apakah berarti kita tidak memaafkan mantan karena tidak bisa lupa?
Tidak juga.
Saya percaya yang bisa dimaafkan adalah kesalahan. Sedangkan mantan, seburuk apapun orang atau hubungannya, adalah pelajaran. Tak pernah ada yang salah dalam proses belajar. Hubungan dan perasaan yang kita alami itu semuanya nyata. Kita bukan ‘menjaga jodoh orang’ namun menjajaki hati untuk menemukan belahan jiwa.
Jadi, sudahkah kamu move on? ;)