Linktree. Make your link do more.
Temukan cara untuk “bertemu” dengan sastrasa lebih banyak~ Semoga kita bisa bertemu pada ruang lainnya yang tersedia disana! Sampai jumpa.
- Sastrasa
art blog(derogatory)

⁂

blake kathryn
Sade Olutola
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
we're not kids anymore.

izzy's playlists!

Janaina Medeiros
DEAR READER

Origami Around
taylor price

tannertan36
Acquired Stardust
Misplaced Lens Cap
AnasAbdin

@theartofmadeline
Stranger Things
Sweet Seals For You, Always
NASA

seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Denmark

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Denmark

seen from United States
seen from United States
seen from Denmark
seen from United States
seen from Greece

seen from Italy
seen from United States

seen from Switzerland

seen from Spain
seen from United States

seen from Saudi Arabia
seen from United States
@sastrasa
Linktree. Make your link do more.
Temukan cara untuk “bertemu” dengan sastrasa lebih banyak~ Semoga kita bisa bertemu pada ruang lainnya yang tersedia disana! Sampai jumpa.
- Sastrasa

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Selagi di hatimu masih ada cahaya
Selagi di jiwamu masih ada nyala
Maka semua akan baik-baik saja.
- Sastrasa
Apa sih yang gak mengecewakan dari dunia ini? Gak ada. Lebih baik gak usah berharap apa-apa kan? Fokus dengan tujuan. Tercapai? Rayakan. Enggak? Tertawakan. - Sastrasa
Kamu orang favoritku nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10 dengan huruf besar semua. Sedikit aja kamu nyakitin aku, rasanya kayak disakitin sama 1000000000 orang secara bersamaan.
- Sastrasa
Anak kehilangan ayah bisa disebut yatim.
Anak kehilangan ibu bisa disebut piatu.
Orangtua kehilangan anak?
Enggak ada sebutan.
Karena memang, bukan hal yang bisa diberi takaran.
- Sastrasa

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Gapapa ya? Kalau aku ambil jalan terjal, jauh, dan memutar itu?
Gapapa ya? Kalau aku harus berjuang lebih banyak lagi?
Gapapa ya? Bakal sakit sedikit?
Gapapa ya? Bakal susah sedikit?
Gapapa, ya?
- Sastrasa
Nikmatilah, Nak.
Nikmatilah, Nak.
Sebelum masa-masa mengantri, menaiki, dan memperjuangkan datang,
Sebelum masa kehilangan,
Sebelum waktunya harus menerima kenyataan.
Nikmatilah, Nak.
Selagi kedua orangtuamu masih mampu dan bisa,
Selagi kendaraan beratap masih kamu tumpangi,
Selagi masih ada waktu untuk berada di sana.
Nikmatilah, Nak.
Setelahnya kamu harus berjuang,
Setelahnya tidak ada lagi tidur siang,
Setelahnya kamu tidak bisa lagi melakukan kesalahan, berteriak, bercanda dan meminta perhatian.
Setelahnya, mungkin kamu kehilangan makna kebahagiaan dan arah tujuan.
Nikmatilah semuanya, saat ini, sekarang ini, Nak.
Kamu pasti merindukanny.
-Sastrasa
Sedang membiasakan diri dengan hal-hal yang tidak biasa. Mungkin sebenarnya semua hal adalah biasa, dan tidak biasa. Entah. - Sastrasa
Ingin menulis tapi tidak tahu akan menulis apa. Mungkin inilah yang disebut, ingin cari angin. - Sastrasa
Benci. Aku benci melupakan momen-momen kita. Entah kenapa, bersamamu aku jadi pelupa. Bahkan aku jadi pelupa sampai dalam tahap yang buatku ya, gak wajar. Dari sepanjang momen itu, hanya sedikit momen yang kuingat. Sedikit sekali.
Kesal. Aku kesal waktu cepat sekali berlalu saat bersamamu. Tiba-tiba 8 jam terlewati. Dari pagi, tiba-tiba malam. Senin, tiba-tiba Minggu. Awal bulan, tiba-tiba akhir. Akhir tahun, tiba-tiba awal. Semua terjadi begitu cepat, terasa singkat.
Apakah ini namanya menjalani hari penuh kebahagiaan?
Konflik? Ada.
Berantem? Banyak.
Tapi rumahnya tetep kamu.
Muaranya kamu.
Bahagiaku bersamamu.
Aku selalu kembali padamu.
Berkali-kali ingin menyerah. Melepasmu. Pergi.
Tapi gak bisa.
Rasanya ada yang belum 'selesai'
Walau akupun gak tahu bagian akhirnya akan seperti apa.
Mungkin ini yang disebut 'hidup singkat'
Semua terasa begitu cepat
Tapi, aku hanya bisa mengingat bahagia yang melekat.
Walau banyak tangis yang buatku tercekat.
Aneh. Rasanya sudah mengenalmu sejak seribu tahun lalu.
Inikah yang disebut, 'takdir telah mempertemukan kita bahkan sebelum langit bertemu dengan laut'?
Inikah yang disebut, 'nama kita telah tercatat untuk bersama sejak sebelum bumi diciptakan'?
Inikah yang disebut, 'aku mengenalmu bahkan sebelum kita diciptakan'?
Aku ingin menyimpan rapat-rapat kenangan-kenangan
Mengenggamnya dalam sudut ingatan saja tidak cukup
Apa yang harus kulakukan?
Aku ingin selalu mendekapmu dalam hidup.
Aku bahagia bersamamu. Apapun fenomena yang sedang terjadi. Bagaimanapun momennya. Seperti apapun cuacanya.
Dalam tangis, bertengkar, berdebat, marah, kecewa, kesal, patah hati.
Saat tawa, bahagia, cerita, canda, suka cita, diskusi, kerja.
Aku tetap bahagia bersamamu, sepaket dengan menyayangimu tanpa sela waktu.
Buatku, satu kesalahanmu -walau telah diulang seribu kali.
Tidak sebanding dengan kebahagiaan yang kamu bagi.
Tidak sebanding dengan kebaikan yang kamu beri.
Bahagianya tetap lebih banyak.
Baikmu, tetap lebih berlimpah.
Aku selalu punya maaf itu. Aku selalu memaafkanmu.
Stoknya selalu ada, banyak.
Akhir kata, semoga Tuhan senantiasa mempertemukan kita dalam keadaan baik dan bahagia, sekarang dan selamanya, di dunia dan di surga.
- Sastrasa

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Momen itu. Momen kita. Aku tak ingin lupa. Tapi kenapa rasanya semua lewat begitu saja? Satu tahun berlalu tanpa terasa. Aku ingin benar-benar merasakannya -mengingatnya, mengenangnya, semua soal mu. Tentang kita.
- Sastrasa
Pada akhirnya, aku kalah sama egomu. Egomu lebih penting dibanding aku. Kalah.
- Sastrasa
Seumur hidup aku gak bisa kayak gini kalau kamu kayak gitu terus. Gak sanggup.
- Sastrasa
Melindungi diri dari seseorang yang seharusnya memberikan perlindungan.
- Sastrasa
Silakan sia-siakan aku semaumu. Tenang saja. nanti akan ada waktunya kamu gak bisa menyia-nyiakan aku lagi. Dan waktu itu adalah saat kita enggak akan pernah ketemu lagi. - Sastrasa

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Aku ingin pensiun dari 'mode bertahan'. Sekali, barang semenit, aku ingin merasa aman dan dilindungi oleh seseorang. Aku ingin seseorang merasa rela melakukan apa saja demi melindungiku. Aku butuh rasa aman. Aku lelah terancam dengan hal-hal yang bahkan tidak pernah terjadi. Aku butuh dilindungi. Aku butuh perlindungan. - Sastrasa
Mungkin, Kamu Sudah Muak Mendengarnya.
Aku menyayangimu sepaket dengan masa kini, masa lalu, masa depan, trauma, luka, cerita, tantrum, tawa, humor, aneh, absurd, semua sisi dirimu. Ketidak-sempurnaanmu yang membuatmu sempurna. Boleh ejek aku bucin -budak cinta, atau apa pun. Aku menyayangimu di luar kesanggupanku, bahkan alat ukurku enggak sanggup mendeteksinya karena terlalu besar. Naif? Mungkin itu yang disebut mencintai seseorang dengan tulus dan apa adanya.
Jika Tuhan memberikanku kesempatan untuk memilih, aku akan tetap memilih tempat ini, di sini, saat ini, dengan segala ceritanya agar aku tetap bisa bertemu denganmu.
Jika aku bisa memutar ulang waktu, aku akan tetap mengambil peran ini, menjalani cerita ini agar aku bisa bertemu denganmu.
Bersamamu adalah syukurku yang paling panjang. Bahagiaku yang paling megah. Tawaku yang paling meriah. Aku tahu, hidup denganmu enggak selamanya berisi tawa, suka dan bahagia. Kadang ada episode sedihnya, ada bagian marahnya, ada sisi menyerahnya. Hanya saja, episode apapun yang aku lewati bersamamu terasa membahagiakan. Aku selalu bersyukur untuk setiap momennya. Iya, seringkali kamu diam saja, gak melakukan apa-apa. Iya, bahkan ketika kamu tantrum dan marah dan aku ikut-ikutan. Tapi, kehadiranmu saja sudah cukup. Kamu 'ada' saja sudah cukup buatku bahagia. Sedikitpun, enggak ada ruang untuk menyesal telah membersamaimu sebab bagaimana aku bisa menyesal kalau semua ruangnya berisi bahagia dan syukur?
Bertemu denganmu di luar prediksiku, apalagi bisa selalu bertemu denganmu setiap hari, aku enggak pernah membayangkannya. Tapi ada satu prediksiku yang benar, bertemu denganmu membuatku bahagia. Dan, tentu saja itu sudah cukup.
Di sisi lain, walau berulangkali aku dikecewakan, dibuat patah hati dan sedih olehmu. Gakpapa, itukan satu paket? Aku masih mempercayaimu. Aku masih menyayangimu, bahkan lebih dari dulu.
Perasaanku adalah tanggung jawabku. Responku bagian dari pilihanku. Kamu di luar kendaliku, enggak bisa aku atur. Sebesar apapun kamu mengecewakanku dan menyakitiku, aku tetap memilihmu, aku tetap mempercayaimu, aku tetap menyayangimu. Bodoh? Iya. Anggap saja begitu. Buatku, aku enggak apa-apa bodoh terus asal bisa selalu sama kamu. Maksa? Iya, mungkin.
Naif, aku mencintaimu dengan tulus dan apa adanya tanpa berharap balasan apapun darimu. Seperti kata guruku, cinta adalah memberi tanpa berharap menerima. Bukan berarti aku gak mau kamu berubah atau memperbaiki diri. Aku mau, sangat menginginkannya. Tentu, aku juga ingin kamu bertumbuh-berkembang bersamaku. Hanya saja, bagian manapun yang kamu perbaiki, sisi manapun yang tumbuh, dan hal apa pun yang ingin kamu kembangkan adalah apa yang kamu rasa perlu dilakukan. Jadilah versi terbaik dirimu menurut dirimu sendiri. Aku di sini hanya membersamai.
Namun, ada satu hal yang menyakitiku saat ini. Paling sakit. Paling mengganjal. Kamu boleh menyakitiku dengan kata-kata pedas dan jahatmu. Sesakit apapun itu, buatku masih bisa dimaafkan. Tapi, aku paling sedih kalau kamu melakukannya untuk dirimu sendiri. Aku menyayangi diri itu dengan luar biasa tapi kamu malah menyakitinya seenaknya. Sedih tahu, rasanya seperti disakiti depan-belakang-semua sisi. Aku saja mau melakukan apapun itu kepada diri itu (kamu) pikir-pikir dulu karena aku begitu menyayanginya, rasanya kontradiksi kalau aku mengatakan aku menyayangimu tapi juga menyakitimu di saat yang sama. Tapi, kamu malah menyakiti diri itu (kamu) seenaknya. Iya, aku tahu kamu berkali-kali bilang kalau kamu gak paham apa itu mencintai diri sendiri. Belum paham. Hanya saja, maukah kamu berhenti menyakiti dirimu sendiri? Ada banyak yang sayang sama diri itu. Jika kamu enggak, aku iya. Aku menyayangi diri itu. Berhenti menyakiti diri itu. Aku menyayangimu. Berhenti menyakiti dirimu sendiri. Sudah, cukup. Mulailah menyayangi dirimu sendiri.
-Sastrasa