Tulus's lyrics song that I love
2017 Agu 12 - This Pin was discovered by Najwa. Discover (and save!) your own Pins on Pinterest
"Sering malu karena sujud, hanya bila tertekan. Duhai pria yang mengaku ngaku dewasa." [Bunga Tidur]
"Bila kau pikir aku sekuat itu, dua empat tujuh aku bahagia. Kau salah kawan, ku dilindungi dendangan. Ini musikku, dia pagar jarak pandangmu." [Bunga Tidur]
"Selama ku lihat engkau senang, yang lainnya ku simpan sendiri." [Bunga Tidur]
"Ratusan hari ku mengenalmu, ratusan alasan kamu berharga. Ratusan hari ku bersamamu, ratusan alasan kamu cahaya." [Cahaya]
"Maafkan semua yang lalu, ampuni hati kecilmu. Luka luka hilanglah luka, biar tenteram yang berkuasa." [Diri]
"Kukira kita akan bersama, begitu banyak yang sama. Latarmu dan latarku." [Hati-Hati di Jalan]
"Entah apa maksud dunia, tentang ujung cerita kita tak bersama." [Hati-Hati di Jalan]
"Aku coba dengan yang baru, kukira hilang bayangmu. Namun tiap dengan yang baru, rasanya seperti kuberbohong dan curangimu." [Ingkar]
"Tahu begini jika bisa memilih tak bertemumu, pasti itu yang kupilih. Jika bisa kuhindari garis interaksi, itu yang kupilih." [Interaksi]
"Jika dia memang bisa untukku, sini, dekat dan dekatlah. Dan jika dia memang bukan untukku, tolong, reda dan redalah, reda dan redalah, reda dan redalah, atau mendekatlah." [Interaksi]
"Bila kau lihat ku tanpa sengaja, beginikah surga? Bayangkan bila kau ajakku bicara. Ini semua bukan salahmu, punya magis perekat yang sekuat itu. Dari lahir sudah begitu. Maafkan, aku jatuh suka." [Jatuh Suka]
"Berjuta alasan untuk kulari pergi berjuta alasan tetap di sini. Kita ke mana, mau ke mana. Hendak mencari apa, menumpuk untuk apa." [Kelana]
"Buktikan sekarang. Angkat penamu tulis, bila gemar menulis. Buktikan sekarang. Perkeras suaramu, bila gemar bernyanyi." [Lagu Untuk Matahari]
"Dan setelah luka-lukamu reda. Kau lupa, aku juga punya rasa." [Langit Abu-Abu]
"Bertemukah kau dengan sang puas? Benar senangkah rasa hatimu? Bertemukah kau dengan sang puas? Benar senangkah rasa hatimu?" [Langit Abu-Abu]
"Saat larut dalam sedih, tak berhenti putari bumi. Saat gentar hela nafas, tak berhenti cepatkan laju masa." [Lekas]
"Waktu enggan menunggumu. Dunia terlalu ramai untuk manjakanmu. Enyahlah semua sedihmu. Kau layak untuk terus terus tersenyum." [Lekas]
"Beri hati pada setiap kerja kerasmu, karya-karyamu. Aku bisa rasakan, dia bisa rasakan, semua bisa rasakan, biarkan hati terus bicara. Mungkin kali ini, mungkin kali ini, Mungkin kali ini lahirlah mahakaryamu." [Mahakarya]
"Lembar monokrom hitam putih. Aku coba ingat warna demi warna dihidupku, tak akan kumengenal cinta bila bukan karena hati baikmu." [Monokrom]
"Tubuh saling bersandar, ke arah mata angin berbeda. Kau menunggu datangnya malam, saat ku menanti fajar." [Pamit]
"Aku rasakan yakinmu dilawan ragu. Tapi, sampai kapan? Kamu menahan-nahan, bila pergi itu solusi. 'Tuk kejar mimpimu, kejar perlumu, kejar maumu." [Remedi]
"Bila kita ingin tahu seberapa besar rasa yang kita punya, kita butuh ruang." [Ruang Sendiri]
"Kita adalah sepasang sepatu, selalu bersama tak bisa bersatu. Kita mati bagai tak berjiwa, bergerak karena kaki manusia." [Sepatu]
"Kita sadar ingin bersama, tapi tak bisa apa apa. Terasa lengkap bila kita berdua, terasa sedih bila kita di rak berbeda. Di dekatmu kotak bagai nirwana, tapi saling sentuh pun kita tak berdaya." [Sepatu]
"Jujur memang sakit di hati, bila kini nyatanya kau memilih dia. Takkan lagi kusebodoh ini, larut di dalam angan-angan tanpa tujuan." [Sewindu]
"Di dekatnya aku lebih tenang, bersamanya jalan lebih terang." [Teman Hidup]
"Ini bukan yang pertama, tapi ini paling menarik." [Tergila-Gila]
"Nona apa yang salah padamu, apa enaknya tenggelam dalam khayal. Nona apa yang salah padamu, kau tahu ku tak punya hati, kau masih saja menanti." [Tuan Nona Kesepian]
"Sederas apa pun arus di hidupmu, genggam terus kenangan tentang kita. Seberapa pun dewasa mengujimu, takkan lebih dari yang engkau bisa. Dan kisah kita abadi untuk selama-lamanya." [Tujuh Belas]
"Seandainya satu hari bertukar jiwa, kau akan mengerti dan berhenti bertanya-tanya. Coba satu hari saja kau jadi diriku. Kau akan mengerti bagaimana ku melihatmu. Coba satu hari saja kau jadi diriku. Kau akan mengerti bagaimana ku melihatmu, mengagumimu, menyayangimu, dari sudut pandangku." [Tukar Jiwa]
"Waktu kecil dulu, mereka menertawakan, mereka panggilku gajah, ku marah, ku marah. Kini baru ku tahu, puji didalam olokan, mereka ingatku marah. Jabat tanganku panggil aku gajah." [Gajah]
Gimana ga jatuh suka sama lagu-lagunya Tulus, kan. Si jenius di diksi, bikin lagunya selalu keren dan manis. Semua lagu Tulus tuh keren, cuma yang diatas ini yang emang bener-bener liriknya punya tempat di hati, haha.
Ada juga lagu yang seluruh liriknya aku bener-bener suka, dari awal sampe akhir:
(sing the best for last, alias yang terbaik ditaro di akhir, ya bund)