Persiapan Umroh Perdana
Pernah berdoa, “Ya Rabb, semoga kelak bisa umroh sebelum usia 30 tahun.” Berdoa saat masih di bangku putih biru. Dan ternyata Allah kabulkan di usia 28 tahun. MasyaAllah tabarakallah.
Melihat antrean haji saat ini yang sangat panjang, yang kadang tak masuk akal, menunaikan ibadah umroh bisa menjadi motivasi yang perlu didahulukan. Buat teman-teman kawula muda yang merencanakan perjalanan umroh perdana, barangkali tulisan sederhana ini bisa menjadi gambaran. Sekilas kutuliskan bekal-bekal yang harus disiapkan. Tentunya ini berdasarkan pengalamanku. Akan berbeda kisahnya dengan orang-orang dari belahan bumi lainnya. Yang penting, niat dulu. Rezeki sudah ada yang mengatur.
1. Pentingnya afirmasi Sesederhana follow medsos Mekkah Madinah, nonton live streaming IG biro umroh dan haji, nitip doa dan tulisan pada teman yang umroh di sana. Mungkin cara itu bisa dicoba. Silaturrahimlah ke orang-orang yang akan berangkat atau pulang dari tanah suci. Karena aku suka menggambar, detail kubah hijau masjid Nabawi dan sketsa kecil masjidil Haram kubuat sebagai afirmasi. Sambil disholawati setiap hari. Cara ini mungkin akan berbeda versi, disesuaikan kesukaan teman-teman sendiri.
2. Perbanyak doa Betapa baiknya Allah, telah disediakanNya waktu-waktu mustajabah untuk berdoa. Di perjalanan, di saat hujan, di antara adzan dan iqomah, di hari jumat selepas ashar, dll. Saat-saat itulah harus kita maksimalkan untuk berdoa. Jangan lupa, doakanlah orang lain karena kebaikan itu akan kembali pada yang mendoakan. Serta jangan lupa untuk berdoa setelah melakukan kebaikan-kebaikan. Karena Allah Maha Mendengar, Maha Teliti terhadap apa yang kita kerjakan.
3. Niat karena Allah Niat adalah kunci dari segalanya. Bismillah, beribadah hanya untuk Allah. Perbanyak berdzikir, perbaiki ibadah wajib, maksimalkan ibadah sunnah. Semoga upaya yang demikian bisa menjaga niat kita, murni hanya untuk Allah. Semoga Allah menguatkan langkah-langkah kita. Aamiin.
4. Persiapan administrasi Kalau misalnya saat ini sudah punya paspor dan masih berlaku, itu sebuah rejeki. Saat ini, persyaratan untuk umroh hanya vaksin Covid dosis 1- 2 dan vaksin meningitis saja. Tak kalah pentingnya, jika teman-teman sebagai pekerja kantoran, ASN yang terikat jam kerja. Jangan lupa menyiapkan izin cuti kerja jauh hari sebelumnya. Akan berbeda cerita dalam mengurus cuti kerja ini. Bagi para freelancer, tentunya akan lebih mudah mengatur waktunya.
5. Persiapan tabungan Bagi pekerja keras yang memprioritaskan ibadah umroh, harus memperbaiki managemen keuangannya. Tidak perlu iri kalau ada teman yang senang membeli barang mahal, suka liburan, dll. Sah-sah saja. Tidak perlu repot karena memang itu uang mereka. Selama kita tahu tujuan awal, hati akan tenang dan fokus mencapai tujuan. Biaya umroh 13 hari perjalanan rata-rata kisaran 30 juta. Belum termasuk uang saku, vaksin, paspor. Lain cerita kalau umroh di bulan Ramadhan, biasanya biaya menjadi lebih tinggi. Perbedaan harga biasanya tergantung dari fasilitas yang ditawarkan dan lama perjalanan. Jadi sudah siap mengupayakan biaya untuk ibadah?
6. Persiapan fisik Meskipun saat ini merasa kuat dan sehat-sehat saja, jangan lupa untuk rajin berolah raga. Karena saat umroh nanti akan banyak melakukan ibadah fisik. Mulai sekarang, boleh dibiasakan sering jalan kaki, latihan lari, atau melakukan olah raga sesuai hobi. Bagi teman-teman yang memiliki keluhan penyakit, bisa disiapkan membawa obat sesuai kebutuhan. Pengalaman beli obat di apotek Mekkah Madinah harga lebih mahal. Oh ya, khusus bagi para muslimah, sebelum keberangkatan sebaiknya cek ke dokter kandungan untuk konsultasi haid bulanan. Bila perlu, dokter akan meresepkan obat penunda haid yang harus diminum tepat waktu sebelum berangkat sampai umroh selesai. Rugi kan kalau sudah sampai sana tetapi tidak bisa ibadah maksimal?
7. Persiapan ilmu Akan lebih khusyu’ sholatnya, jika kita paham maknanya. Akan lebih maksimal ibadahnya, ketika kita tahu keutamaanya. Akan lebih baik sebelum berangkat umroh, kita tahu ilmunya. Akan lebih berkesan selama di sana kalau kita tahu tentang siroh nabawi. Semangatlah belajar tentang sejarah ka’bah dan silahkan mencari tahu keutamaan beribadah di tempat-tempat bersejarah lainnya. Juga pengetahuan tentang sholat di perjalanan, wudhu dengan air yang terbatas, dan macam-macam sholat sunnah. Di Mekkah dan Madinah sangat terbiasa melakukan sholat jenazah. Saat Ramadhan, imam juga sering melantunkan bacaan surat al Quran untuk sujud tilawah. Juga doa qunut yang panjang menjadi hal biasa. Tak kalah pentingnya, jagalah adab-adab selama perjalanan. Tidak sembarangan mengambil gambar atau video call di masjid karena bisa jadi tampak aurat yang bukan mahram. Jangan sungkan meminta pertolongan jika membutuhkan. Menurutku, persiapan ilmu menjadi porsi yang besar. Kita perlu mengetahui hal yang boleh dilakukan dan tidak selama di sana. Yang diharamkan, yang menjadikan batal, yang bisa diganti kemudian, perlu kita pahami sejak awal.
8. Persiapan mental Namanya ibadah, pasti ada ujiannya. Mari memperbanyak istighfar. Tetaplah bertawakkal hanya kepada Allah. Tetaplah menjaga hati dan lisan. Kalau ada ujian, disabari dan disyukuri. Tak pernah salah soal ujian kehidupan, bisa jadi kita salah menjawab persoalan tersebut. Bertaubatlah memohon ampunanNya. InsyaAllah banyak hikmah setelahnya. Karena Allah selalu tahu yang terbaik bagi kita. Karena semua terjadi atas izin Allah.
9. Cus, segera daftar InsyaAllah, Allah akan memampukan siapa saja yang terpanggil hatinya. Karena di Al Quran, umat muslim sudah dipanggil oleh Allah. Ibadah haji dan umroh adalah sebuah kewajiban bagi yang mampu. Yuk, segera daftar! Syukur-syukur, mendapat hadiah diumrohkan orang lain. MasyaAllah, mari perbanyak doa kepada Allah. Yuk, tentukan waktu yang pas untuk melakukan perjalanan. Kalau bisa, kenali perubahan musim-musim di Arab Saudi. Alhamdulillah, dulu saat pergi ke sana masih di musim peralihan. Cuaca sejuk, tidak terlalu panas. Meskipun suhu siang hari di Mekkah saat itu pernah mencapai 53 oC, semua terasa nikmat adanya. Menambah semangat ibadah :)
Semoga dikuatkan langkahnya untuk menjadi tamu Allah.
Biidznillah, man jadda wa jada.













