Kita hidup sebagai makhluk sosial. Selama hidup, Entah ada berapa banyak manusia yang hadir untuk menjadi warna. Beberapa hanya lewat sepintas, mampir memberi kesan. Beberapa yang lain bertahan dalam jangka waktu yang lama. Tak peduli berapa banyak kekurangan diri yang dikantongi. Tak peduli berapa kesalahan diri yang telah menyakiti.
Sebagian besar hadir melalui himpunan aktivitas yang sama, atau organisasi yang berjalan di atas satu tujuan. Dalam kelompok itu, ada kalanya interaksi kita compang-camping, terkoyak urusan-urusan kecil. Ada kalanya, interaksi kita terasa hampa tanpa kita tahu apa penyebabnya.
Kita kemudian mulai mencari cara. Bagaimana ya agar muncul harmoni lagi dalam hubungan kita? Bagaimana ya agar solidaritas hadir kembali di kelompok kita? Kemudian mulailah diadakan upgrading, healing, dan sejenisnya. Saya rasa beberapa efektif untuk menyatukan kembali yang sempat renggang. Terkadang juga ada jarak yang terasa semakin dekat. Tapi setelah saya coba flashback, biasanya efek sampingnya tak bertahan lama. Lalu kenapa?
Kemarin di kelas tadabbur Ahlan, Teh Fitri menyampaikan tentang kalam Allah yang disebutnya sebagai AYAT SOLIDARITAS.
“Dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka.” (Q.S. Al-Anfal : 63)
Dari ayat tersebut, kita jadi tahu bahwa tak sedikitpun kita memiliki hak untuk mempersatukan hati manusia. Walau tentu kita dapat berikhtiar dengan bertukar hadiah atau jalan-jalan bersama, tapi di tangan Allah lah hak prerogatif itu. Pada ujungnya, hasilnya betul-betul di tangan Allah. Kemarin disampaikan juga,
“Solidarity is given. And the strongest bonding is from Allah.”
Dan sebaik-sebaik frekuensi pemersatu hati kita adalah: keimanan. Maka jika hari ini kita merasa ada hubungan-hubungan yang renggang tanpa alasan, mari coba cek diri kita. Sedang baik-baik saja kah hati kita dan hati teman kita? Apa kabar ruhiyah kita? Mungkinkah kita sedang disconnecting hubungan dengan Allah?
Mari rayu sang pemilik hati, perbaiki hubungan kita dengan-Nya. Jika kita merasa disconnected, bukankah jalan reconnecting dengan-Nya selalu terbuka lebar? Semoga Allah jaga hubungan horizontal kita dengan iman, aamiin :)
-----------------
Sudut kos,
05/01/2023 | 07:54 waktu Jogja