Kesedihan tak datang dengan sebutan. Ia tiba sebagai bobot yang mendadak menggantung di rongga dada, seakan suatu beban telah bersemayam di sana, dan baru kini kutahu tubuhku telah lama menanggungnya.
Kita gemar menamai rasa supaya terasa lebih kecil, agar dapat diletakkan di laci ingatan lalu dirapatkan. Namun ada rasa yang menolak dikurung, yang merembes melalui celah, yang meresap ke lekuk pandang saat mata terpaku pada langit-langit malam yang lengang.
Aku tak tahu apakah yang mengendap ini kesedihan, atau sekadar kelelahan yang sudah terlampau lama berpura-pura menjadi ketabahan. Keduanya terasa sama bila dibiarkan tanpa nama.
Yang paling menguras bukan pedihnya. Yang paling melelahkan ialah ketidakpastian yang berkepanjangan. Entah jiwa yang sedang berangsur pulih atau sekadar sedang tak merasakannya hari ini.












