Namaku Shozui Obara. Obara adalah nama keluargaku, sedangkan Shozui adalah singkatan dari nama ayah dan ibuku, Shozo Obara dan Suzi Obara. Aku tinggal di Jepang. Namun, aku berbeda dengan orang jepang lainya. Karena aku memiliki mata yang besar sedangkan orang jepang aslinya memiliki mata yang sipit. Mata yang besar itu, aku dapatkan dari ibuku yang bukan orang jepang melainkan orang indonesia. Meskipun mataku tidak sipit, tapi aku memiliki kulit putih dan rambut berwarna coklat seperti orang jepang lainya, yang aku dapatkan dari ayahku,orang jepang asli. Aku adalah anak semata wayang mereka.
“Tok..tok..tok” terdengar suara ketukan pintu di kamarku.
“Shozui, cepat bangun. Sudah jam berapa sekarang?” kata seorang wanita separuh baya dibalik pintu.
Setelah melihat jam yang menunjukan pukul 06.00. Aku langsung bergegas mandi dan besiap-siap. Aku mengepang 2 rambutku dan memakai kaca mata bulat kesayanganku itu. Setelah selesai, aku turun menuju dapur. Saat aku melewati ruang tamu, aku dikagetkan dengan sesosok laki-laki paruh baya. Laki- laki tersebut sedang duduk di ruang tamu dengan wajah yang tertutup koran. Dilihat dari postur tubuhnya aku seperti mengenali laki-laki tersebut. Karena penasaran, aku mendekati laki-laki tersebut dan ternyata……
“Hah??Ayah!!” kataku setengah berteriak. Ayah yang kaget mendengar suaraku itu, hampir saja menjatuhkan segelas kopi dari tanganya.
“Shozui, kau mengagetkan ayah” kata ayah sambil mengelus –ngelus dadanya.
“Maaf, ayah. Aku cuma kaget ayah dah pulang” kataku dengan rasa penyesalan karena sudah mengagetkan ayah.
“Iya, gak papa..” kata ayah sambil berjalan mendekat “Ayah kangen sama putri ayah satu –satunya ini ” kata ayah lagi sambil memelukku erat.
“Aku juga kangeeeeen banget sama ayah” kataku sambil membalas pelukan yang tidak kalah erat.
Hari ini adalah hari kepulangan ayahku, setelah 2 bulan pergi London untuk mengurus urusan pekerjaan yang ada disana. Setelah beberapa menit kami berpelukan, kami mencium bau harum yang datang dari dapur.
“Okonomiyaki ” kataku hampir bersamaan dengan ayah. Aku dan ayah sudah bisa mengenali masakan apa yang dimasak oleh mamah di dapur, hanya dengan sekali mencium aromanya. Karena okonomiyaki adalah makanan favorit keluargaku. Mamah datang dari dapur dengan membawa okonomiyaki ditanganya. Mamah sengaja memasak okonomiyaki hari ini, karena hari ini adalah hari berkumpulnya keluarga obara kembali. Setelah 2 bulan kami tidak berkumpul dan makan bersama. Aku langsung duduk dimeja makan dan menunggu okonomiyaki dihidangkan di meja.
“Selamat makan” kataku sebelum menyantap okonomiyaki di hadapanku. Aku menyantap makanan favoritku itu dengan lahap dan cepat. Sampai-sampai piring okonomiyakiku terlihat kinclong seperti piring yang baru dicuci. Ayah dan mamah yang melihatku hanya bisa terheran-heran dan aku yang merasa perhatikan dari tadi, hanya bisa tersemyum malu.
Aku sedang dalam perjalanan menuju sekolah baruku, hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk sampai disana. Di dalam perjalanan , Aku masih merenung. Karena terlalu banyak kenangan yang akan ditinggalkan dari gedung smpku yang telah mengajarkan banyak hal. Pengalaman hidup dan perjuangan juga persahabatan yang telah lama aku bangun bersama teman-teman smpku. Kini waktu begitu cepat, sehingga aku harus meninggalkan gedung smpku dan sahabat-sahabatku disana. Hatiku terasa sakit jika mengingat hal itu.
Tanpa terasa aku sudah berada di depan gerbang sekolah baruku. Kyoto Art Shool itulah nama sekolah baruku. Desainnya yang klasik, gedung bertingkat lima dan kelas ber-AC tersebut, membuat sekolah ini terlihat megah. Apalagi nama Kyoto Art School terpampang sangat besar dilengkungan gerbang utama. Dan Kyoto Art school memang pantas mendapat predikat sebagai sekolah perguruan musik terfavorit dan terbesar se-Jepang. Pantas saja, banyak orang tua yang ingin memasukan anaknya kesini. Tapi dari ribuan calon siswa, hanya akan terpilih 140 siswa dengan penyeleksian yang super ketat. Dan aku termasuk calon siswa yang beruntung bisa diterima di sekolah ini.
Aku masuk ke dalam. Aku menyusuri koridor untuk menemukan papan informasi. Setelah beberapa menit mencari,akhirnya aku menemukan papan informasi tersebut. Aku terperanjat setelah melihat isi papan informasi tersebut.
“ Hah?? Aku masuk kelas 1A” kataku tak percaya. Spontan orang yang ada disebelahku melihatku dengan tatapan tak percaya dan aku lebih tak percaya lagi, jika aku bisa masuk ke kelas 1A. “Setahuku kelas 1A adalah kelas khusus untuk siswa yang sudah masuk ke dunia entertaiment. Dan, Aku??? Aku belum pernah masuk ke dunia enterteiment. Kok bisa? Masuk ke kelas A?” kataku dalam hati. Untuk membuktikan ini mimpi atau bukan, aku mencubit pipi kiriku dengan keras. Dan….
” Aaw!!sakit”kataku sambil mengelus-ngelus pipiku merah dan terasa sakit. “Berarti ini bukan mimpi. Ini kenyataan” kataku lagi masing dengan tangan dipipi.
Aku berjalan menuju kelas 1A masih dengan rasa tak percaya. Dalam perjalananku menuju kelas 1A, aku merasa ada sesuatu yang aneh. “Kenapa semua orang yang ku lewati melihatku? Apakah aku melakukan kesalahan?” batinku. Aku berdiri didepan pintu kelas 1A beberapa menit untuk menenangkan diriku. Setelah merasa nyaman, aku masuk ke kelas 1A. Semua siswa yang ada dikelas 1A yang sedang sibuk dengan urusan masing-masing, tiba-tiba saja mereka berhenti melakukan aktifitas mereka setelah melihat kedatanganku. Aku yang merasa diperhatikan hanya bisa menunduk. Beberapa detik mematung. Setelah tersadar, mereka langsung bebisik –bisik satu sama lain dengan mata seperti tak percaya melihatku di kelas 1A. Aku hanya bisa terdiam di tempat dudukku dengan pasrah. Tiba-tiba seseorang datang bersama grupnya sebut saja ”Sakura”. Sakura adalah salah satu girlsband pendatang baru yang lagi hits-hitsnya dijepang. Mereka terdiri dari 3 anggota yakni Uchida Rina sebagai leader, Fukuda mine sebagai vokal utama dan Naoya Ikeda sebagai dancer utama. Mereka dulunya bukanlah sebuah girlsband,mereka hanya bersahabat. Tapi karena bakat mereka dalam bernyanyi dan dance yang bagus. Akhirnya manejer sekolah memutuskan untuk mendebutkan mereka sebagai girlsband. Dan sekarang meraka sedang menuju bangkuku. Tiba-tiba…
“Braak” pukulan keras leader Sistar sebut saja ” Rina “ ke mejaku. Aku yang sendari tadi menunduk, terperanjat kaget.
“Ooooh, ternyata gadis jelek dan cupu ini yang sedang dibicarakan oleh para siswa? Yang bisa masuk ke kelas A. Padahal belum pernah menjajahi dunia enterteiment. ” kata Rina.
“Masa cewek jelek, rambut dikepang dua, kaca mata bulat,cupu kayak gini masuk kelas 1A?! “ kata Fukuda, wanita disamping Rina
“Iya,, mau ditaruh mana kelas 1A. Yang terkenal muridnya cantik dan ganteng jadi hancur deh. Cuma gara-gara cewek jelek satu ini. Mau ditaruh mana hah?!! Cewek jelek?!” kata Naoya sambil mendonggakan kepalaku.
“Sudahlah,, masih banyak urusan kita yang lebih penting. Dari pada kita ngurusin orang jelek ini” kata Rina sambil berjalan pergi, diikuti grupnya yakni Fukuda dan Naoya.
Aku hanya bisa menunuduk dan terdiam setelah mereka pergi. Air mataku yang sendari tadi ku tahan tahan agar tidak jatuh. Akhirnya,jatuh juga ke kedua pipiku.
Bel pulang sekolah pun berbunyi, semua murid kelas A berhamburan keluar untuk pulang. Sementara aku masih tertunduk di bangkuku. Sebelum aku masuk ke mobil. Aku mencuci mukaku, agar ayahku tidak mengetahui kalau aku habis menangis. Aku tidak mau jika ayah mengetahui hal ini. Karena saat ayah mendapat telpon dari sekolah bahwa aku diterima di sekolah Kyoto Art School ini, wajah ayah langsung terseyum bahagia. Dan aku tidak mau mengecewakan ayah cuman gara-gara masalah ini.
“Bagaimana hari pertamamu disini? Apakah menyenangkan?” kata Ayahku sambil menyetir mobil.
“Hari ini, sangaaat menyenangkan ayah. Aku punya banyak temen dan ayah tau aku kelas mana??” kataku dengan gembira yang dibuat-buat, untuk menutupi kebohongan yang sedang aku lakukan padanya.
“Pastinya, kelas1 A dong” kata ayah dengan bangga.
“Kok, ayah tau??” kataku heran.
“Kan ayahnya pintar. Pasti anaknya juga pintar” kata ayahku lagi dengan tertawa bangga.
Melihat ayahku sebahagia ini membuat aku tidak sanggup untuk mengatakan hal yang terjadi sebenarnya. “Ayah, maafkan aku yang telah berbohong kepadamu tentang keadaanku di sekolah. Aku hanya tidak mau ayah dan mamah merasa sedih, jika mengetahui keadaanku disekolah. Ayah, aku benar-benar minta maaf harus berbohong seperti ini” kataku dalam hati.
Aku langsung masuk ke kamar dan menjatuhkan tubuhku ke kasur, setelah sampai dirumah. Aku masih memikirkan kejadian di sekolah tadi dan kebohongan yang aku buat kepada ayah. Aku benar-benar menyesal telah berbohong kepada ayahku. tapi selain berbohong aku tidak tahu cara apalagi untuk menutupi kejadian yang aku alami disekolah tadi. Kepalaku pusing jika memikirkan 2 kejadian itu. Tapi 2 kejadian itu, tidak mau pergi dari otakku. Sampai-sampai aku Begulang-guling di kasur berjam-jam agar otakku tak memikirkan kejadian itu lagi, tapi tak berhasil. Karena berguling-guling di kasur berjam-jam itu membuatku lelah dan tanpa sadar, aku tertidur dengan pakaian seragam yang belum sempat aku lepaskan tadi.
Aku terbangun dari tidurku. Aku tersentak melihat sinar yang sangat terang.
“Ahh,,, aku kesiangan..” kataku. Aku langsung mengambil tas dan lari turun ke bawah.
“Mah, kenapa Mamah gak mbangunin aku? Telat nih” kataku jengkel karena tidak di bangunkan. aku berlari kesana-kemari mencari ayahku. Mamah mendengar pembicaraanku menjadi binggung.
“Mah, ayah dimana? Kok gak ada”kataku lagi masih mencari ayah.
“Ayah di kamar mandi” kata mamah yang masih binggung melihat anak semata wayangnya ini mondar-mandir kesana kemari dengan membawa tas sekolah. Ayah baru saja keluar dari kamar mandi, langsung ku tarik.
“Ayah jam berapa sekarang?? Aku telat nanti kesekolahnya ayah” kataku dengan rasa cemas.
“Sekolah??” kata ayahku heran.
“Iya sekolah. Ayo ,ayah antarkan aku. Sudah jam berapa nih?”
“Shozui, sekarang jam 4 sore” kata Mamah yang sudah menyadari kekeliruan yang terjadi.
“Iya mah, jam 4 kan aku….” aku berhenti mengucapkan kata selanjutnya, setelah aku melihat jam yang menunjukan pukul 16.00. Aku yang baru menyadari hal itu, hanya bisa terseyum malu sambil menggaruk kepala yang tidak gatal. Ayah dan mamah tertawa melihat tingkahku ini.
Setelah beberapa bulan Aku bersekolah disana, keadaan masih sama seperti sebelumnya. Di jauhi dan sendirian itulah nasibku di sekolah ini. Benar- benar beda 180 derajat saat aku masih duduk di bangku smp. Banyak teman dan tak pernah sendiri. Aku benar-benar sudah pengin banget pergi dari sekolah ini. Tapi itu tidak mungkin terjadi. Karena aku sudah bisa membayangkan jika aku meminta kepada ayah agar aku dipindahkan sekolah. Pasti ayah akan bertanya ini dan itu. Dan aku belum sanggup untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ayah, dan yang pasti aku sudah tahu pertanyaan-pertanyaan apa saja yang akan dilontarkan oleh ayah kepadaku. Aku semakin pusing memikirkan ini.
“ Tenang semua!!” kata Mr. Kozoa setengah berteriak. Mr.Kozoa adalah Wali Kelas, Kelas A. Tapi beliau jarang sekali dikelas. Karena harus mengurus murid kelas 1A yang sudah layak untuk debut. Aku yang sendari tadi melamun, seketika itu pun kaget setelah mendengar perkataan Mr.Khozoa di depan kelas.
“Anak-anak, Hari ini kita kedatangan murid baru yang pasti kalian sudah tau siapa murid baru ini” kata Mr.Kozoa sambil mempersilakan siswa baru itu masuk. Saat siswa baru itu masuk, semua tatapan mereka tertuju kepada gadis berparas cantik yang memiliki senyuman maut itu. Semua orang terkejut, kagum sekaligus iri kepada gadis itu. Dia adalah Yasuko Himaya. Yasuko Himaya adalah penyanyi pendatang baru yang sangat terkenal. Belum lama ia menjajah dunia entertaiment, ia sudah langsung terkenal se-Jepang. Tidak ada orang yang tidak mengenal Yasuko.Dan lagunya langsung berada di chart pertama pada top 40 acara musik unggulan di stasiun TV mengalahkan penyanyi-penyanyi senior. Dan dia pendatang baru yang mendapatkan 5 piala sekaligus dalam Music Award, sangat mengagumkan. Karena itu aku sangat nge-fans kepadanya dan aku beruntung bisa bertemu dengannya secara langsung.
“Hai,, Nama saya Yasuko, Yasuko Himaya. Teman-teman mohon bimbinganya” kata Yasuko sambil sedikit membungkuk.
“Silakan duduk, Yasuko” kata Mr.Kozoa.
Dia berjalan menuju tempat duduk kosong yang ada di sebelahku. Dan aku masih tidak percaya kalau aku bisa bertemu idolaku disini.
“Yasuko Himaya” katanya memperkenalkan diri kepadaku. Aku tersentak kaget, karena baru kalinya ada yang mau perkenalkan dirinya padaku selama aku masuk ke sekolah ini. Sedangkan teman-teman yang sudah sebulan bersamaku di kelas 1A. Memperkenalkan diri pun tidak pernah, apalagi ngobrol. Mereka semua menjahuiku karena aku jelek. Aku pernah mendekati mereka dan mengajaknya ngobrol, tapi mereka langsung pergi menjahuiku dan kalau tidak mereka pura-pura tidak mendenger apa yang aku bicarakan. Sakit banget kalau mengingat kenyataan pahit ini.
“ Hey..” katanya lagi, seketika membuyarkan lamunanaku.
“Ah,, Shozui Obara” kataku sambil menjabat tangannya.
Kami mengobrol banyak hal mulai dari menceritakan bagaimana yasuko bisa jadi penyanyi, bagaimana aku bisa masuk ke kelas ini dan termasuk cerita lucu yang pernah kami alami, pun kami ceritakan. Aku dan yasuko merasa ada kecocokan diantara kita berdua. Jadi setiap hari ada aja cerita yang akan kami beritahukan satu sama lain.
Sekarang aku sudah tidak sendiri lagi, karena yasuko akan selalu menemaniku kemana pun aku pergi dan akan selalu membantuku jika aku mengalami kesulitan. Yasuko adalah sahabat terbaikku.Dan aku sangat senang memiliki teman seperti Yasuko
Minggu depan akan diadakan kompetisi untuk pemilihan artis dan penyanyi. Artis dan penyanyi yang terpilih akan debut langsung dalam waktu 1 minggu. Yang berminat tolong mendaftar ke ruang 2A. Seperti itulah yang tertera di papan pengumuman .
“Shozui, pokoknya kamu harus ikut kompetisi itu?” kata Yasuko kepadaku.
“Hah?? Aku ikut?”kataku kaget mendengar perkataan sahabatku itu.
“Iya, kamu harus ikut.WAJIB” katanya sambil menekankan kata wajib itu.
“Kenapa aku harus ikut? Aku gak bisa nyanyi apalagi dance” kataku masih dengan rasa malas untuk ikut kompetisi itu.
“Kata siapa kamu gak bisa nyanyi? Kamu tuh punya bakat dalam bidang menyanyi dan gak mungkin kalau kamu gak bisa nyanyi kamu bisa masuk ke kelas 1A. Ayolah shozui? Ikut yah? Nanti kalau kamu terpilih kamu kamu bakal debut menjadi penyanyi pendatang baru yang top deh. Trus kalu kamu udah debut kita buat lagu duet deh “ katanya meyakinkan sekaligus memohon agar aku mau ikut.
“Oke deh, aku ikut. Tapi kamu bantuain aku biar aku nanti dipanggung gak malu-maluin” kataku lagi.
“Siip lah, kalau masalah biar gak malu-maluin aku dah nyiapain kok” kata Yasuko dengan gembira
Tiba-tiba saat Yasuko sedang membujuku. Datang Rina dan grupnya, mereka langsung mendekati mereka berdua.
“ Heh, jelek. Kamu mau ikut kompetisi itu? Percuma gak bakal diterima orang sejelek kamu. Menyerah saja deh” kata Rina, di ikuti anggukan setuju Fukudadan Naoya.
“Kata siapa shozui gak bakal diterima? Kalian tuh gak tau siapa sebenarnya shozui. Jadi gak usah sotak deh”kata Yasuko
“Yasuko, Rina tuh lagi ngomong sama si jelek,bukan kamu. Jadi kamu tuh diem. Heh,, jelek menyerah saja. Kamu gak bakal menang” kata Fukuda.
“Aku pasti bisa menang mengalahkan kalian” kataku. Aku sudah tidak tahan diperlakukan seperti ini oleh mereka. Dan satu-satunya jalan agar mereka tidak mengejekku lagi adalah aku mengikuti kompetisi ini. Membuktikan pada temam-teman kelas 1A kalu aku sama dengan mereka tidak ada yang beda.
“Kalau kamu memang percaya diri begitu. Buktikan saja nanti di kompetisi ” kata Rina sambil berjalan meninggalkan mereka.
Hari ini adalah hari yang mendebarkan bagiku. Aku harus bernyanyi didepan semua orang termasuk para produsen dan orang tuaku.aku benar-benar deg-degan.
“Shozui, kesini” panggil Yasuko. Aku langsung mendekatinya.
“Pakai ini. Baju ini bisa membuat kamu bersinar” kata Yasuko sambil memberikan baju ini dan meyuruhnya untuk ganti.
“Yasuko. Bagaimana?” kataku memperlihatkan baju yang sudah aku kenakan ditubuhku. Yasuko terpesona melihatku. Betul yang dia bilang, baju ini membuatnya bersinar dan makin percaya diri.
“Sekarang, kamu duduk disini. Aku akan merombak rambutmu dan mendandanimu” kata Yasuko lagi. Aku menurut untuk duduk di kursi itu. Yasuko memulainya dengan melepas kepangku. Ia membentuk rambutku agar terlihat elegan tapi simpel. Lalu, Yasuko melepas kaca mataku dan mengantikanya dengan soflen yang warnanya sepadan dengan mataku. Aku mulai didandani. Setelah selesai, aku membuka mataku. Dan aku tak percaya yang ada di kaca itu aku.
“Itu,, Aku??” kataku heran.
“Iya, itu kamu cantikkan? Sapa dulu dong periasnya? “ kata yasuko sambil tertawa.
“Makasih yasuko” kataku sambil memeluk sahabat terbaikku ini.
“Iya, Cepat kamu masuk keburu dipanggil loh” kata yasuko mengingatkanku agar cepat masuk.
Aku menunggu giliranku dipanggil. Benar-benar menegangkan. Beberapa kali aku melirik peserta yang lain, mereka mendapat tepuk tangan yang keras. itu membuat aku sedikit takut. Tapi aku tidak boleh takut. Aku harus membanggakan kedua orang tuaku dan juga sahabat terbaikku yang sudah banyak membantu. Sekarang, giliranku untuk maju ke atas panggung. Aku pun maju ke panggung. Semua penonton menatapku tak percaya. Mereka tidak percaya bahwa orang yang ada dipanggung sekarang adalah aku, Shozui Obara.
“Benarkah itu shozui??” kata Naoya kepada Rina dan Fukuda
“Gak mungkin itu shozui. Shozui yang kita kenal itu jelek dan cupu sedangkan yang sekarang ada di panggung itu cantik. Benar-benar beda 180 derajat” kata Rina Tak percaya.
“Tapi benar dia itu shozui. MC tadi juga memanggilnya dengan nama Shozui Obara” kata Fukuda menyakinkan 2 temanya itu.
“Dia seperti si jelek jadi cinderella” kata naoya masih dengan rasa tak percaya
Aku pun mulai bernyanyi. Semua orang yang sedang berbisik-bisik tak percaya, langsung terhenti saat mendengar suara shozui.
“Merdu sekali” kata salah satu penonton.
Aku bernyanyi dengan penuh penghayatan. Koreo yang minimalis menjadi pemanis laguku. Aku pun menyanyi dengan santai hingga bait terakhir.
Tepuk riuh penonton membahana. Hampir semua berdiri sambil bertepuk tangan. Begitu pula dengan para produsen musik. Aku langsung turun dari panggung. dan aku disambut oleh pelukan hangat sahabatku.
“aku percaya kamu pasti bisa” kata yasuko.
Aku mengunggu peserta lain selesai. Setelah semua selesai, para peserta di harapkan menuju ke panggung untuk mengumumkan siapa yang akan terpilih untuk siap debut. Hatiku deg-degan. Aku memeluk kedua orng tuaku.
“Dan yang terpilih untuk debut adalah……” kata MC
“Shozui-shozui, Ayo bangun” kata mamah membangunkanku..
“Ah,, mamah. Membangunkanya pada waktu yang tidak tepat” kataku jengkel.
“Padahal sedikit lagi aku akan menjadi artis. Tapi mamah malah membangunkanku” kataku lagi. Kecewa itulah yang tergambar dalam hatiku saat ini. Kesempatan menjadi artis pun hilang. Meskipun hanya dalam mimpi, aku tetap ingin merasakan menjadi artis. MENYEBALKAN.