Wanita Rumitmu, Mas
Wanita, katanya memiliki sistem organ limbic yang lebih rumit dibanding laki-laki. Tidak heran wanita juga jadi rumit sangat untuk dipahami. Hanya karena perkara sederhana bisa jadi perang dunia. Tidak sedikit pula yang mempersulit situasi yang mudah. Sosok yang terlalu banyak pertimbangan, pikirannya sangat suka mengkait-kaitkan, ditambah lagi kepekaannya yang tinggi sehingga membuatnya sangat sensitif. Benar-benar ya wanita ini, sayangnya sepertinya aku juga demikian.
Oleh karenanya para laki-laki tentu perlu memiliki ruang kesabaran dan penerimaan yang lebih. Tapi wanita juga seyogyanya tidak diam saja, tetap harus bicara untuk menyampaikan segala kekhawatiran, ketakutan dan kerumitan yang dirasakan. Karena sekali lagi, laki-laki juga manusia biasa yang tidak memiliki kemampuan menerawang. Aku masih mengaminkan frasa "komunikasi adalah ruhnya hubungan". Maka dari itu, aku juga tidak akan diam saja mas, aku ingin hubungan kita hidup sehidup-hidupnya.
Kepada sosok yang akan menjadi 'mas' masa depanku. Ijinkan aku membuat pengakuan atas kerumitanku:
Aku adalah sosok wanita yang mudah khawatir. Khawatir jika nanti ketika aku sudah menua, kau akan perlahan pergi untuk mendua. Khawatir jika suatu saat aku membuat kesalahan kau tidak akan membuka pintu permaafan. Khawatir jika nanti setelah meminangku ternyata aku tidak sesuai dengan harapannu, kau akan menyesal dan kehilangan rasa sayang. Khawatir jika nanti sudah menjadi istrimu, aku kesulitan membaur dengan ibumu. Khawatir jika nanti begini, lalu akan begitu.
Aku adalah sosok wanita yang penakut. Takut menjatuhkan hati, karena sekalinya hati ini terjatuh maka dia tidak bisa mengutuh kembali. Aku takut jika suatu hari kau tiba-tiba lenyap alalu aku akan seperti wanita lain yang kehilangan lelakinya. Aku takut hanya aku yang mencintai di sini. Aku takut menjadi sosok yang terlalu menuntut. Aku takut tidak mampu memberi pengasuhan ideal sebagai seorang ibu. Aku takut segala ketakutanku akan membuatmu takut melanjutkan hidup bersamaku
Aku adalah sosok wanita yang suka merindu. Rindu pada saat kita bisa banyak bercengkrama tentang segala yang terjadi hari ini lengkap beserta mimpi-mimpi kita. Rindu dengan aktivitas yang membuat kita bersama-sama menebar kebermanfaatan. Rindu terhadap gelak tawa bersama karena candaan receh yang kita lontarkan satu sama lain. Rindu pada kata-kata magis yang kau ramu dan membuatku tersipu. Jujur, aku jadi merindukan tulisanmu, tulisan tanpa kata 'cinta' tapi penuh dengan cinta.
Aku adalah sosok wanita yang keras kepala. Jika aku mau kamu, ya berarti harus kamu, bukan yang lain.
Aku adalah sosok wanita pemarah. Marah jika kita tidak saling bicara ketika ada yang salah. Marah kalau kau tidak berkomitmen dengan kesepakatan yang kita buat. Marah ketika kau mengabaikanku tanpa sebab. Marah kalau rasa percaya dalam hubungan tak bisa dijaga. Marah jika kau menyerah padaku, padahal sebenarnya aku ingin kau memperjuangkanku lebih. Marah kalau pada akhirnya kita tidak bisa menentukan langkah.
Jadi, beginilah aku dengan segala kerumitanku mas. Aku adalah kata "rumit" yang niscaya dalam wujud manusia. Apakah sejauh ini kau bisa menerima? Kalau bisa segera saja datang ke rumah, kalau tidak bisa jangan buat ku merasakanmu yang mondar-mandir dalam hatiku tanpa arah.
.
Jakarta, 2023
Sungguh tulisan yang begitu lepas di tengah balutan udara dingin bulan Februari. Aku tutup buku jurnal dengan lembaran polos tak bergaris, sambil berkata dalam hati.
"Nanti, kalau kita bertemu, kau perlu mengenal wanita dalam jurnal ini mas"
@kurniawangunadi @careerclass






















