Bulan Tarbiyah, Hadirnya Sang Guru Sejati
Momentum Hari Pendidikan Nasional pada kali ini terasa spesial. Dimana letak spesialnya? Peringatan ini spesial karena bertepatan dengan bulan yang penuh berkah, bulan suci Ramadhan. Bulan yang sering disebut juga sebagai bulan Tarbiyah, atau bulannya pendidikan.
Pendidikan yang baik sejatinya dibangun atas dua pondasi utama yang saling menguatkan, yakni IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) dan IMTAQ (Iman dan Taqwa). Di Indonesia sendiri kurikulum pendidikan kita dari dulu hingga saat ini pada umumnya masih berfokus pada pengembangan IPTEK, dan belum besar peranannya dalam penguatan ranah IMTAQ.
Apa dasar pandangan tersebut? Jangan kau tanyakan pertanyaan itu, aku yakin kamu bisa menjawab sendiri jawaban itu. Praktik korupsi yang entah kapan terbendung. Tawuran antar pelajar yang oleh banyak siswa dijadikan ranah gaya dan eksistensi. Mencontek yang sudah menjadi budaya saat ujian. Bully dan kekerasan antar teman sejawat. Yang tak kalah miris, siswa yang melampaui batas adab dan etika terhadap gurunya.
Apa yang salah dengan pendidikan kita? Bukankah di hampir setiap sekolah pasti ada mapel agama yang mampu menunjang ranah IMTAQ para pelajar? Tidak, mapel agama saja belum cukup membantu secara signifikan untuk mengatasi persoalan akhlak bangsa yang semakin hari semakin sedih untuk dilihat. Persoalan yang harus diatasi sejatinya ada pada kesalahan pendekatan dalam kegiatan belajar mengajar.
Sistem pendidikan kita masih menganut sistem lama. Guru mengajar untuk memberikan nilai sebaik mungkin, namun minim menanamkan nilai. Sedangkan siswa belajar untuk mendapatkan nilai semaksimal mungkin, namun minim dalam mengaplikasikan nilai.
Setidaknya itu yang ku rasakan dulu saat diberikan kesempatan magang mengajar di salah satu sekolah pinggir kota. Secara garis besar, nilai secara kuantitas lebih diutamakan dibandingkan nilai secara kualitas dalam sistem pendidikan kita. Pada akhirnya, negara akan rugi sendiri nanti meski berhasil mencetak calon penerus bangsa yang pandai, tapi saat mengambil alih jabatan ia mudah dibutakan oleh kepentingan dan kekuasaan.
Kondisi pendidikan kita saat ini bisa disebut dalam keadaan "IMBALANCE POINT". Di titik IPTEK kita tinggi, namun di titik IMTAQ justru rendah. Tidak ada keseimbangan disana. Tiap titik memiliki beban yang berbeda dan timpang, sehingga tidak ada kekuatan untuk saling menyeimbangkan dan menguatkan satu sama lain.
Maka dari mana untuk memulai penguatan IMTAQ? Jawabannya sederhana, sedini mungkin, sejak PAUD hingga sekolah dasar. Lalu di follow up hingga sekolah menengah. Mengapa sejak dini? Karena pada dasarnya keberhasilan pendidikan dan penanaman nilai yang benar sejak dini akan berpengaruh besar saat besar nanti.
Disini peran tidak hanya dari sekolah, namun perlu sinergi baik pula dari masyarakat hingga lingkup terkecil, yakni keluarga. Lingkup keluarga cukup besar perannya karena punya waktu lebih banyak untuk mendampingi anak ketika masih kecil.
Jika begitu, orang tua maupun muda mudi jomblo (calon orang tua) harus tau bagaimana untuk mendidik anak dengan baik dan turut mendampingi agar akhlak mampu terbangun sesuai nilai dan moral dalam agama.
Sudah tentu dalam mendidik, kita perlu yang namanya ilmu dan pengalaman. Perlu waktu pula bagi orang tua, maupun calon orang tua untuk bisa mempelajari dan memahami agama. Namun karena kasih sayang-Nya, Allah telah menyediakan satu bulan spesial untuk kita bisa mempelajari, memahami dan meningkatkan iman dan taqwa. Bulan itu dikenal dengan Bulan Suci Ramadhan. Bulan yang memiliki beragam sebutan, salah satunya ialah Bulan Tarbiyah, Bulan Pendidikan
Bulan ramadhan datang untuk menjumpai umat nya bukan sekedar hanya sebagai tamu, namun lebih dari itu. Bulan Ramadhan datang dengan peran lain yakni sebagai guru untuk melatih kaum muslim bak seorang siswa. Guru sejati yang memonitoring dengan penuh selama 30 hari siswanya agar tercapai satu tujuan, yakni Agar Menjadi Pribadi Bertakwa.
Apa menu utama latihannya? Ada puasa untuk menahan makan minum dan juga meminimalisir perbuatan dosa. Siswa dijuga akan dibekali dengan buku wajib berupa Al-Qur'an yang diminta untuk sering dibaca, dipahami dan diamalkan isinya. Ada juga latihan spesial lain berupa shalat tarawih agar siswa gemar akan shalat dan semakin dekat dengan Allah.
Maka apabila siswa mampu mengikuti pendidikan spesial "Pelatihan dan Peningkatan Takwa" (PPT) dengan baik dan istiqomah sesuai saran guru, insyaallah saat pendidikan spesial berakhir dan diakhir harus sedih berpisah dengan sang guru, siswa tersebut akan memiliki bekal dan siap untuk mengikuti ujian selama 11 bulan lamanya setelah Ramadhan.
"Bagaimana kabar 10 hari pelatihan yang sudah dilalui ini, untuk kamu yang sedang belajar dan berlomba juga untuk menjadi siswa terbaik? Cukup jawab dalam hati, karena cukup hanya Allah dan kamu sendiri yang tau jawaban itu :)"