Saat masuk era digital awal, orang masih posting tulisan atau foto dengan caption yang dibaca. Kemudian tren bergerak ke video youtube yang memasuki masa jayanya sampai muncul berita youtuber menjual akunnya karena audiens mulai beralih ke era short videos. Sangat terasa ketika orang mulai malas membaca tulisan bahkan untuk teks pendek, orang juga mulai malas menonton video panjang. Bagi generasi yang sempat melewati masa-masa penuh bacaan mungkin hanya butuh beradaptasi, tapi generasi sekarang, anak-anak, ini jadi masalah besar ketika atensi mereka sangat tipis bahkan alergi dengan bacaan dan bosan ketika menonton video panjang. Anak jadi sulit fokus, menyimak dan mendengarkan. Kemampuan itu terkikis pelan-pelan sampai muncul fenomena seperti yang terjadi di Amerika: anak kuliah tidak bisa membaca intensif sehingga kurikulum diubah dan standardisasi nilai harus diubah. Semoga ini bisa kembali pulih agar literasi tidak semakin terpuruk, konsentrasi membaca dan menyimak bisa kembali meningkat. Terhindar dari generasi gagal paham dan "sumbu lendek". Meski mungkin tidak akan kembali seperti dulu, tapi kita tidak boleh pesimis pada generasi masa depan.
















