Happy Valentine's Day/Birthday to my beautiful vampire Peran❣️💖💘💝💌🌹🍷🦇🩸
seen from China
seen from United States

seen from Syria
seen from Australia

seen from United States
seen from France
seen from Argentina
seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from China
seen from Argentina
seen from United States

seen from United States
seen from Malta
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Pakistan
Happy Valentine's Day/Birthday to my beautiful vampire Peran❣️💖💘💝💌🌹🍷🦇🩸

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Panggung Bernama Hari
Setiap pagi, kita bangun tak hanya sebagai diri Kadang anak, kadang suami, atau rekan sejati Berganti peran seperti aktor di drama sunyi Tak sempat turun panggung, meski hati ingin berhenti
Ada topeng yang harus kita kenakan Bukan untuk berpura-pura, tapi demi keharusan Sebab hidup adalah kumpulan tanggung jawab diam-diam yang tak bisa ditinggal meski tubuh pun ikut karam
Di satu sisi peran terasa beban Di sisi lain, itulah jalan menuju kebaikan Kadang lelahnya memang tak tertakar oleh ucapan Tapi bukankah sabar juga salah satu bentuk perjuangan?
Kita tak selalu bisa memilih naskahnya Tapi kita bisa memilih caranya Menjalani, bukan sekadar mengeluh pada dunia Karena setiap peran punya pahala yang tak ternilai harganya
Maka semoga kita dikuatkan dalam setiap ganti peran Dari meja kerja ke pangkuan orangtua yang menanti pulang Dari guru yang sabar ke pasangan yang tenang Walau semuanya dijalani dengan nafas yang nyaris hilang
Apa yang Harus Aku Lakukan dengan Hidupku?
Katakanlah orang-orang di sekitarmu sudah menemukan perannya dalam hidup ini.
Sementara itu, kamu masih bingung apa yang mesti kamu lakukan dengan hidupmu sendiri.
Kamu resah, gelisah. Kamu ingin bergerak, tapi bingung harus mulai dari mana.
Apa yang bisa kamu lakukan?
Cari masalah yang dirasakan orang-orang di sekelilingmu yang bisa kamu selesaikan dengan kemampuanmu saat ini. Mungkin ada adik kelas yang merantau untuk kuliah dan butuh bimbingan, sementara kamu sudah melalui semua itu. Mungkin ada teman yang ingin mengurangi anggaran makan tapi sama sekali ngga bisa masak, sementara kamu bisa masak. Tidak harus masalah seseorang yang kita kenal. Kita bisa temukan masalah orang-orang di Twitter, forum Telegram, grup Facebook, dan banyak lagi.
Tawarkan sebuah jawaban atau solusi. Tidak perlu sesuatu yang komprehensif, canggih, atau sempurna, tapi sebisa mungkin tepat menjawab permasalahan. Bisa jadi sebuah utas di Twitter, sebuah postingan di Instagram, sebuah sesi konsultasi 1:1 secara online, sebuah video sederhana yang kamu unggah ke Youtube, atau dengan cara dan medium lainnya.
Pastikan kamu mendistribusikan jawaban atau solusi itu ke orang-orang yang tepat, yaitu mereka yang merasakan masalah yang ingin kamu selesaikan. Kalau kamu tahu persis siapa saja orang yang merasakan masalah yang sudah kamu temukan, bicaralah dengan mereka. Kalau kamu belum tahu siapa yang akan mendapat manfaat dari jawaban atau solusi kamu, mau tidak mau kamu harus meningkatkan discoverability kamu dengan memproduksi konten secara terus menerus.
Amati bagaimana orang lain merespon, khususnya mereka yang merasakan masalah tersebut. Apa reaksi yang muncul dari solusi yang kamu tawarkan? Apakah ada yang bertanya lebih jauh? Atau masih diabaikan? Kalau diabaikan, apa asumsi kamu sehingga tawaran solusi kamu diabaikan? Apakah karena solusi tersebut tidak menjawab masalah? Apakah karena kamu belum menyampaikannya kepada orang-orang yang tepat? Atau apa? Kalau direspon positif, apa yang orang-orang inginkan lebih jauh? Apa yang bisa kamu lakukan untuk membantu mereka dengan lebih optimal? Di sini kamu sedang mencari feedback. Feedback positif maupun negatif sama-sama berharga. Jangan takut dengan penolakan.
Iterasi jawaban atau tawaran solusi kamu berdasarkan apa yang kamu pelajari. Gali lebih dalam permasalahan yang ingin kamu selesaikan. Ekspansi jawaban atau solusi yang bisa kamu tawarkan. Di sinilah biasanya kita merasakan dorongan untuk belajar lebih jauh lagi.
Langkah-langkah ini diadaptasi dari framework design thinking yang lazim digunakan oleh perusahaan teknologi.
Saya sendiri sering mempraktikannya secara intensional dalam konteks profesional, namun secara unintentional dalam konteks personal.
Semoga menjadi pemantik dan titik awal bagi teman-teman yang sedang mencari jawaban, "Apa yang harus aku lakukan dengan hidupku?".
Pernah ga sih kalian ada di fase yang rasanya udah husnudzon maksimal ke Allah tapi ternyata hasilnya ga sesuai sama apa yang kalian harapkan?
Kalo pernah, welcome to the gank!
Sempet ngerasa kecewa karena udah kemakan banyak quotes agama yang sering muncul, keyakinan yang udah apik banget dibangun tiba-tiba hancur.
Tapi mungkin ini yang mereka sebut "perjalanan spiritual". Dan setiap orang akan sampai di perjalanannya masing-masing, dengan ujian yang berbeda jenis dan levelnya.
Rasanya pengen marah, tapi rasanya juga ga berhak buat marah. Perang batin yang sengit ini akhirnya dimenangkan oleh ayat,
ولا تيأسوا من روح الله
Iya, ternyata selama ini aku cuman paham dan tersentuh sama segala quotes agamis itu secara tekstual. Tapi waktu Allah uji dalam kehidupan nyata? Nol. Implementasi pemahamanku remedi.
Ternyata aku masih gagal dalam memahami bahasa cintanya Allah. Kalo dibuat grafik, skala taat sama banyaknya permintaanku masih berbanding terbalik. Dan ini jelas ga adil, sampai akhirnya aku paham bahwa aku memang pantes dapet semua ini.
Syukurku jelas kurang banyak. Aku yang hanya fokus sama satu titik di mana Allah uji, tapi lupa sama ribuan nikmat yang udah Allah kasih sejak aku lahir. Bahkan sebelum itu.
Tiap ngerasa berdosa gini, balik lagi ke ayat di atas. Aku masih punya nafas dan kesempatan buat bertaubat. Buat jadi hamba yang lebih dan lebih baik lagi.
Yang penting, jangan nyerah dari Rahmat Allah ya. Perjalanan menuju Allah emang berat, tapi itu sebentar aja kok. Sisanya adalah keabadian. Dan kita harus tentuin dari sekarang, mau menghabiskan keabadian yang gak berujung itu di Surga atau Neraka?
Meniti peran sebagai hamba.
— @sepertibumi
Aktor Terbaik
Kita hanyalah segumpal darah yang akan pulang dilahap bumi. Yang tugasnya hanya terus bersandiwara diatas megahnya panggung dunia sebelum kembali.
Maka Simpanlah Nama Sang Sutradara di dalam dada, Gaungkan bait-bait dialog cinta padaNya, Dan maksimalkan segala suruhanNya
Agar kelak permainan peran tak sia-sia, Agar sandiwara berbuah surga
Karena Aktor terbaik adalah dia yang menjalankan segala peran dengan baik, baik ke Sutradara, baik ke aktor lainnya, ke tim balik layarnya, ke penggemarnya, dan juga ke penontonnya.
Malam, Agustus

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Teruntuk kamu yang membaca tulisan ini!
Teruntuk kamu yang menjalani begitu banyak peran.
Sebagai anak, Sebagai kakak, Sebagai ayah atau sebagai ibu, Sebagai karyawan, Sebagai mahasiswa, Sebagai pelajar, Sebagai saudara, Sebagai sahabat atau teman curhat,
Atau beragam peran lainnya yang kamu jalani bersamaan,
Semoga ada kedamaian hati dan hal-hal baik yang menyertai harimu ya.
Tak apa, Mengeluhlah. Kamu mungkin kurang diapresiasi.
Kamu banyak diminta, disuruh dan kadang tak diberi terima kasih.
Kamu berharga. Dengan atau tanpa ucapan mereka.
Walau tentu saja, bukan salahmu jika kamu masih menunggu apresiasi itu. Bertahan ya,
Tetaplah bertahan sebagai orang baik. Ketahui batasanmu dan bijaklah menentukan saat kamu merasa tak mampu.
Semoga, Setelah ini, Ada kebaikan yang paling setimpal buatmu.
Kamu ijinin istri kamu kerja ga?
Hey hallooo... 2022 mau usai kenapa pertanyaan itu masih sering kali aku dengar. Kebetulan memang aku akan melaksanakan pernikahan tahun depan, dan bulan depan ini akan melangsungkan tunangan terlebih dahulu.
Memang sih masih banyak orang-orang yang menganggap bahwa berumah tangga kewajiban seorang suami adalah mencari nafkah untuk keluarga, dan istri fokus pada urusan internal rumah tangga mereka. meskipun stigma cewe itu harus bisa urusan dapur dan kebersihan rumah udah mulai hilang, sekarang ini orang-orang pada mikir kalau cewe yang nantinya seorang ibu haruslah bertanggungjawab pada proses tumbuh kembang dan pendidikan anak. Jadi pertanyaan seorang istri diijinkan bekerja atau tidak masih sangat lazim.
Semakin sering aku dengar pertanyaan seperti itu akhirnya aku mulai berpikir dan aku putuskan untuk diskusikan dengan calon istriku. Sampai akhirnya aku berkesimpulan bahwa sebenarnya semua hal itu bisa dilakukan oleh suami atau istri kecuali melahirkan dan menyusui, pasti dong itu harus dilakukan oleh perempuan. untuk urusan rumah tangga, pendidikan anak, keuangan dan lain sebagainya bisa dilakukan oleh cowo maupun cewe. jadi sebenarnya tidak ada alasan apapun buat seorang istri haruslah dirumah untuk fokus pada tumbuh kembang dan pendidikan anak saja. semua hal merupakan kewajiban besama.
Jadi kembali pada topik ijin untuk bekerja atau tidak pada seorang istri. Aku kembalikan ke istriku nanti. Tinggal peran seperti apa yang ingin istriku kelak akan ambil, kewajiban apa yang akan dia ambil, dan kewajibanku seperti apa. toh menurutku esensi pernikahan salahsatunya adalah tentang pembagian peran.
Akan tetapi, disisi lain sebenarnya jika istriku kelak akan mengambil peran untuk melanjutkan cita-citanya aku akan sangat mendukungnya. entah kenapa dan entah sejak kapan, setiap aku melihat seseorang yang bergairah untuk menggapai cita-citanya dan menikmati setiap perjalanan untuk menggapai cita-citanya, dia pasti memiliki aura dan pancaran mata yang sangat indah. gairah untuk hidup yang kuat menjadikan seseorang menurutku akan benar-benar menjadikan ia hidup dalam kehidupan.
Per(asa)ran
Aku bukan orang yang paling ahli dalam menafsirkan perasaan. Bukan pula orang yang paling mahir dalam urusan menarik perhatian. Hanya saja, aku tak ingin pengalaman pahit masa lalu kembali terulang di masa akan datang dengan jalan yang tersamarkan, yang sebenarnya kita sama-sama sadar. Aku hanya ingin beritahu, bahwa cara terburuk menghindari perasaan yang berlebihan adalah tak membebaninya dengan setumpuk harapan. Cukupkan rasa penasaranmu..
Pernah cukup lama bermain-main dengan perasaan, bukan, bukan main-mainin perasaan orang lain, tapi kupermainkan perasaanku sendiri. Tau hasilnya ? Pasti gak tau... Sebab sampai hari ini pun aku gak tau apa yang kudapat dari “main-main” itu. #ketawa
“Wah kog dia begini ya sama aku” sering banget disitu semua bermula. Kuhentikan? tidak, justru aku membiarkannya. Sebab yang lebih besar terkadang penasarannya daripada perasaannya.
apa kamu juga gitu ?