Mencintai terkadang bisa menyakitkan.
Tapi itulah satu-satunya yang kutahu.
Kau tahu kadang keadaan bisa terasa sulit.
Inilah satu-satunya yang membuat kita merasa hidup.
Kita simpan perasaan ini di dalam hati.
Kita buat kenangan ini untuk diri kita sendiri.
Dimana mata kita tak pernah terpejam.
Hati kita tak pernah patah.
Dan waktu selamanya beku, terdiam.
Mencintai bisa menyembuhkan, merajut jiwamu.
Dan itulah satu-satunya yang kutahu.
Aku bersumpah semua ini kan kian mudah.
Ingat itu dengan tiap kepingan dirimu.
Dan itulah satu-satunya hal yang kita bawa saat kita mati.
Hingga kau bisa menyimpanku.
Di dalam saku celana robekmu.
Mendekapku erat hingga mata kita bertemu.
Kau takkan pernah sendiri.
Dan jika kau menyakitiku.
Tak mengapa kasih, hanya kata-kata berdarah.
Di dalam halaman ini kau hanya mendekapku.
Dan aku takkan pernah melepaskanmu.
Kau bisa menaruhku.
Di dalam hati yang kau miliki.
Di dekat detak jantungmu dimana harusnya kuberada.
Simpanlah dalam-dalam di jiwamu.
Saat aku jauh darimu, aku kan ingat bagaimana kau mencintaiku.
Di bawah tiang lampu di pinggi jalan.
Mendengarmu berbisik di telepon.
Tunggulah aku pulang.