Keteladanan
Seorang anak akan melihat bagaimana ayah dan ibu menyelesaikan problemnya. Mengamati bagaimana diskusi keduanya. Mengamati bagaimana cara ibunya memandang ayahnya dan sebaliknya. Sang anak terus mengamati, terekam di memorinya, dan membentuk pemikiran baru di otaknya. Anak itu akan melakukan hal yang kurang lebih sama jika bertemu suatu kejadian sejenis. Itu keteladanan.
Seorang murid TK akan melihat gurunya ketika ada temannya yang menumpahkan minum di lantai. Dia mengamati bagaimana gurunya bersikap, mengamati bagaimana gurunya memandang teman yang menumpahkan air, mengamati gurunya yang memberikan nasehat lembut, mengamati tindakan gurunya yang meminta tolong temannya mengambilkan pel, mengamati gurunya yang membantu temannya mengepel, mengamati gurunya yang menjemur pel, mengamati gurunya yang tidak memarahi temannya. Itu keteladanan
Selepas makan siang, seorang murid sedang terkantuk kantuk di dalam kelas mendengarkan penjelasan gurunya. Ia alihkan pandangannya ke luar jendela yang berembun. Tanpa sengaja, bola matanya tertuju pada tukang yang hendak memangkas ranting pohon tak jauh dari kelasnya. Si tukang nampak memasang miring tangga kayu pada batang pohon. Si tukang tampak ragu-ragu untuk melangkah, namun akhirnya ia tetap naik dan memastikan satu persatu pijakan kakinya di anak tangga dengan penuh hati-hati. Setelah sampai atas, si tukang keluarkan gergajinya, namun tangannya tak cukup berani untuk menjangkau ranting karena khawatir tangga akan meleset dan ambruk. Tanpa disangka tak jauh dari lokasi, nampak satpam sekolah berlari kecil ke arah tangga tersebut. Si satpam langsung menggenggam tangga di kedua sisinya dengan erat. Si tukang melongok ke bawah. Ia tersenyum. Satpam pun tersenyum. Si tukang melanjutkan aktivitasnya. Si anak mengamati. Senyuman itu tertangkap netra anak. Anak pun ikut tersenyum. Itu keteladanan
Keteladanan baik berbuah baik, dan berlaku juga sebaliknya
@deafaa














