Doa yang terus di langitkan, ikhtiar yang terus di bumikan, tawakal yang terus di imani..tidak akan pernah salah alamat
Akan selalu di dengar, akan selalu di lihat, akan selalu di pantau selama Allah sebagai satu-satunya tujuan
Sabar yaah
DEAR READER
taylor price
Cosimo Galluzzi

JBB: An Artblog!

祝日 / Permanent Vacation
occasionally subtle
art blog(derogatory)
Misplaced Lens Cap

tannertan36
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open


#extradirty
tumblr dot com
will byers stan first human second

JVL
wallacepolsom

dirt enthusiast
🪼
seen from North Macedonia
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Brazil
seen from United States

seen from North Macedonia
seen from United States

seen from United States
seen from North Macedonia

seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States
seen from North Macedonia
seen from North Macedonia

seen from Malaysia
seen from North Macedonia

seen from Malaysia
seen from North Macedonia
@deafaa
Doa yang terus di langitkan, ikhtiar yang terus di bumikan, tawakal yang terus di imani..tidak akan pernah salah alamat
Akan selalu di dengar, akan selalu di lihat, akan selalu di pantau selama Allah sebagai satu-satunya tujuan
Sabar yaah

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
"Kelahiran Ismail membuat bahagia Nabi Ibrahim, karena beliau mempunyai keturunan yang akan meneruskan perjuangannya di jalan Allah untuk berdakwah menyampaikan kebenaran"
Tentang Ismail, kita sama sama tahu bagaimana Ismail. Lahir dari kesabaran panjang ayah dan ibunya. Lahir dari jiwa jiwa Sholih dan sholihah yang selalu memohon pada Rabbnya.
رَبِي هَب لِي مِنَ الصٰلِحِينَ (الصفت : ١٠٠ )
Ismail menjadi pelita bagi orang tuanya dan umatnya. Dia amanah.
Bagaimana denganku? Allah memberiku hal yang sama. Buah dari doa doa panjang. Dia amanah juga. Dia suamiku, Ismail. Aku tidak alasan dibalik pemberian namanya. Tapi yang aku tau, setiap nama adalah doa. Benar saja, hari demi hari terlewati bersamanya, setiap hari pula suasana damai menyelimutiku.
Seperti peristiwa pagi ini, aku terbangun waktu subuh. Karena kondisi badanku kurang fit pagi ini, aku terlelap kembali sambil menutupkan selimut di badannya yang sempat terbuka. Aku kesiangan, Kami kesiangan. Padahal ia harus bergegas ke kantornya.
Aku pening, Aku hanya bisa tertunduk, dan memanggil namanya. Sedangkan dia, dia sedang membaca doa bangun tidur lirih, sambil berdiri ke arah kaca, dan tangannya berusaha untuk mengarahkan ku tenang. Beberapa detik terdiam, dia langsung beri instruksi kepadaku untuk ini dan itu, lanjut bergegas ke kamar mandi dan bersiap.
Aku laksanakan tugasku di ruang sebelah. Dia selesai, aku selesai. Aku bawakan bekal, dan dia pamit. Tidak ada marah, tidak ada kata yang percuma, tidak ada peristiwa menyudutkan. Selesai seperti biasa. Dia happy, aku happy.
Maha baik Allah yang telah menitipkan dia, dan mempertemukan aku padanya. Semoga Allah selalu limpahkan keberkahan dalam urusanmu dan lancar aktivitasmu.
Istrimu~
Ada Dimana Letak Kenikmatan Itu?
Saya pernah membaca sebuah nasihat yang sederhana, tapi maknanya jika ditelisik mendalam, akan menimbulkan decak kagum betapa Allah itu Maha Sempurna atas segala kehendak-Nya. Bunyinya seperti ini:
"Nikmat itu letaknya pada batas, bukan pada kelimpahan."
Sederhana bukan? Tapi bagi mereka yang mampu memahaminya, akan memahami makna filosfis di dalamnya. Misalnya seperti ini, adanya nikmat beristirahat adalah tatkala kita lelah setelah berusaha. Bayangkan jika fisik kita tidak kenal kata lelah? Atau juga, adanya nikmat makan, setelah kita berhasil menahan rasa lapar selepas berpuasa, dsb.
Bayangkan betapa Maha Bijaksana-Nya Allah memberikan ke tiap-tiap hamba-Nya pada jumlah yang sesuai porsinya. Bayangkan jika kita tidak pernah ditimpa kesedihan, apakah kita akan tahu bahwa ternyata hikmah di balik kesedihan seringkali jauh lebih dalam daripada hikmah di balik kebahagiaan?
Kesedihan membuka ruang perenungan, mendidik hati untuk lebih lembut, dan memaksa jiwa untuk lebih dekat dengan Sang Pemilik Kehidupan. Atau juga pada keterhimpitan yang seringkali lebih mendekatkan kita pada Sang Maha Memiliki Segalanya.
Maka, jangan buru-buru mengeluh saat merasa kekurangan. Bisa jadi, di sanalah letak kenikmatan yang Allah titipkan. Bukan dalam tumpukan harta, bukan dalam kenyamanan yang terus-menerus, melainkan dalam keterbatasan yang membuat kita belajar, berjuang, dan akhirnya bersyukur.
Sebab nikmat sejati bukanlah tentang seberapa banyak yang kita miliki, tapi seberapa dalam kita mampu merasakan makna dari setiap yang Allah beri meski tampak sedikit, bahkan ketika terasa menyakitkan.
“Kesempurnaan tidak terletak pada tanpa celanya kehidupan, tetapi pada kebijaksanaan dalam kita menerima, mencoba memahami akan keterbatasan itu sebagai bagian dari nikmat.”
Cerita pagi
Pagi ini, aku sedang duduk di kursi tunggu menemani suami yang sedang cek laboratorium di salah satu rumah sakit Makkah.
Ruang tunggu suami dan aku berbeda, karena disini tidak bercampur antara laki laki dan perempuan.
Aku mencari kursi kosong, hampir semua penuh, dan tersisa ada 2 kursi di ujung. Aku duduk menghadap ke sebuah ruangan yang pintunya terbuka. Sesaat kemudian, ada anak kecil bersama ibunya masuk ke ruangan. Mungkin 5 tahun usianya. Sang anak duduk di kursi pasien, sedang ibunya tepat didepannya. Canda tawa riang masih tersimpan di pipinya. Ibunya dengan aktif memperkenalkan dokter dan bercerita tentang tujuan mereka kesana. Perlahan, dokter mulai memasang sesuatu di tangan anak tersebut. Menyiapkan pula jarum suntik.
Hingga akhirnya, perlahan tangisnya pecah. Ibunya tetap tenang dan menenangkan. Samar samar aku mendengar ibunya membaca :
بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِيْ الْأَرْضِ وَلَا فِيْ السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Ibunya Tidak berhenti menenangkan anaknya. Dia arahkan pandangan anak untuk ke langit langit ruang, ke tembok, dan mendengarkan apapun yang anak rasakan
Perlahan tangisnya hilang, dan semua ikut merayakan keberhasilan si anak.
Sebenernya memahami laki-laki itu mudah, cukup dengan penuhi perutnya, kenyangkan egonya, dan puaskan nafsunya. Semua lakukan tanpa tapi.
Penuhi perutnya, saat laparnya, jangan tanya banyak hal, cukup sediakan makanan minuman, sambil temani.
Kenyangkan egonya, fitrah laki laki adalah pejuang. Laki laki berdiri diatas prinsipnya. Dialah pengambil keputusan diantara banyak pilihan. Tugas perempuan adalah mendukungnya selama yang dia pilih adalah keputusan terbaik diantara yang baik. Terlepas nantinya apa yang dia putuskan memiliki konsekuensi, jangan pernah salahkan keputusannya. Dukungan perempuan diperlukan.
Puaskan nafsunya, sangat ingin, jangan pernah tolak syahwatnya. Layani apa maunya, selama tidak melewati batas yang ditetapkan syariat.
Percayalah, bahagia selalu kehidupan.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
INIKAH CINTA?
Matahari mulai bersembunyi dibalik gunung batu di seberang jalan, semburatnya perlahan mulai menghilang seiring berhentinya kumandang adzan.
Aku masih sibuk dengan semangkuk makaroni kuah merah lengkap dengan isian daging sayap ayam. Teh hangat dengan isian daun mint ditemani pula sepiring apel dan jeruk. Tidak mau sunyi, aku padukan suara AC yang bergemuruh dengan sholawat dari syekh mishary.
Alhamdulillah, semua anggota badan mendapat haknya dalam sekali duduk.
Kecuali satu, hatiku. Hati ini terlalu lama mengumpulkan sedikit demi sedikit rasa rindu. Hari demi hari rindu dikumpulkan. Ditabung. Dikemas. Sedemikian rapi. Sampai nanti masanya, jarak terlipat, dan waktu tergulung.
Kepadanya lah rindu itu akan tercurah, kepada seorang yang telah menjadi kekasih halal. Hari demi hari berganti, dan rasa rindu itu semakin menjadi. Tapi apa daya, tangan tak sampai. Maka, dengan berdoa kepada Nya lah, rindu ini sedikit terobati
Bagian 1 :
Wahai tuan, puan menyadari Tuhan menciptakan semua yang ada di dunia ini berbeda.
Termasuk, tuan dan puan, tuan dengan kemampuan pikirnya, puan dengan kemampuan perasannya.
Mana yang lebih elok? Tidak ada yang lebih elok.
Semua Tuhan ciptakan elok.
Ketika tuan harus bersatu dengan puan, janganlah merasa tuan lebih elok, janganlah pula puan merasa lebih elok.
Sama saja, semua harus menghargai, menghormati, melindungi, menyayangi, memahami dan harus saling menjaga.
Dunia akan baik baik baik saja selama Tuan jaga hati puan, Puan pun juga harus jaga dan hormati tuan
Latihan mempersiapkan untuk menyambutnya,
Agar ketika hal itu datang, kamu sudah mengenakan baju terbaik, riasan terbaik, rumah yang wangi dan bersih, alunan senandung syahdu ikut mengiringi
Nyatanya asamu tidak datang begitu saja
Ia hanya akan datang pada tempat yang siap
Ia hanya akan datang pada sesuatu yang sudah matang
Asa tidak akan menyakiti dirinya sendiri
Maka dari itu, asa ingin tempat terbaik untuk dirinya bernaung
Aku punya asa, tapi si asa tak kunjung ada tandanya dan jauh sekali rasa rasanya
Ternyata..aku lupa belum mempersiapkan ruang tamu di rumahku untuk menyambutnya
Malam, 26 Ramadhan
Pintu diketuk, dan mereka saling menyambut.
Usai berganti pakaian dari masjid dengan pakaian rumah, rutinan ngobrol sebelum tidur berlangsung.
Istri, yang seharian tidak berjumpa dengan suami, langsung menceritakan semua yang ia rasakan, baca, lihat, dengar ke suaminya.
"Mas, aku tadi siang lihat salah satu postingan, tentang Nabi Ismail. Ayoo aku mau dengar ceritanya" pinta istrinya.
"Jangan, nanti saya menangis, dan kamu juga sudah tau kisahnya dari postingan itu kan?" jawab suami
"Iya, kisah tentang Sang Nabi dengan istrinya, tapi aku mau dengar versi suamiku" istrinya terus membujuk
"Baiklah"
" Saat itu, Sang Nabi sedang tidak berada di rumah. Hanya istrinya seorang diri. Lalu, tiba tiba seseorang mengetuk pintu rumah Sang Nabi. Dibukalah pintu. Didapatinya seorang laki laki tua berdiri disana" sang suami terus bercerita sambil mengusap punggung sng isteri.
"Laki laki tua itu bertanya bagaimana kabar keduanya. Sang isteri menjawab kabar mereka baik"
"Lalu laki laki tua itu bertanya tentang kehidupan mereka. Sang isteri yang mengalami kepayahan dan lelah dengan kehidupannya, menceritakan semua keluh kesahnya, seperti 'kami makan ini dan itu, kami mengalami ini dan itu.. dan sebagainya"
"Lalu sebelum laki laki itu pergi, sang isteri bertanya, adakah pesan untuk suamiku? Lalu laki laki tua berkata, nanti jika suamimu pulang, mintalah dia untuk mengganti palang pintu rumahnya"
"Selang beberapa waktu, sang Nabi pulang dan suami bertanya tentang tamu yang datang ke rumahnya. Lalu nabi berkata, itu ayahku. Adakah pesan untukku? Lalu isterinya berkata, ya, dia memintamu untuk mengganti palang pintu rumahmu"

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Mengerti agar dimengerti
Mendengar agar didengar
Beri Nasehat jika Sayang
Beri Peluk untuk setiap sedih dan bahagianya
Khidmatlah saat mendengar, agar kamu bisa tertawa bersamanya
Dihadapkan pada fenomena :
"Kamu mencintainya dan dia mencintaimu"
Tapi Sang Maha Raja berkata :
"Aku tau kamu mencintainya, dia mencintaimu, tapi ada yang lebih bisa menjagamu, melindungi mu, menghadirkan tentram di hatimu, dan bersamanya syurga akan lebih dekat."
Sang Maha Raja melanjutkan perkataannya:
Dia sudah aku pilihkan untukmu sejak dirimu belum hadir di dunia. Aku ciptakan kamu dari sebagian tulangnya. Aku ciptakan kamu sebagai pelengkap hidupnya begitupun sebaliknya. Dia manusia biasa sama sepertimu. Dia juga punya banyak kekurangan. Imannya juga naik turun, karena dia manusia. Tapi ketika kamu bersamanya, segala kekurangan itu tertutupi. Ketika kamu bersamanya, kamu akan selalu mengingat Ku. Wahai kamu, walaupun kamu belum mencintainya saat ini, tidak mengapa, cintamu akan tumbuh dan terus tumbuh seiring berjalannya waktu bersamanya. Hormati dia, hargai dia, ikuti apa inginnya selama tidak melanggar aturan-Ku. Kejarlah selalu ridhonya, karena ridhoKu ada beserta ridhonya
Jawabku :
Baik Sang Maha Raja, Aku mendengar dan aku taat apa yang baik menurutMu. Tapi aku mohon, dampingi selalu aku dan berkahilah hidupku dan hidupnya
Kota Suci, 15 Ramadhan 1446 H
Sumber : @deafaa
Rabb, terimakasih sudah memberi kesempatan diri ini untuk memilih keputusan. Keputusan yang menentukan hidupku puluhan tahun kedepan. Sudah ku timbang timbang, sudah ku mintakan nasehat dari sang guru, masih kurang yakin aku tambah nasehat guru lain, aku sambung dengan dzikir dzikir pagi petangku, aku pun mantap, dan Kau buka jalannya.
Tapi Rabb, aku sadar ketika keputusan ini diambil, berarti ada beberapa tugasku yang belum aku selesaikan di belakang.
Maka ya Rabb, dengan kasih sayangmu, maka bantulah aku selesaikan yang dibelakang itu
POV anak laki-laki setelah melihat bapaknya kerja keras
Ternyata, jadi bapak berat, ya. Tanggung jawab nya sampai akhirat.
Tanggung jawab akan mendidik istri, memberi nama anaknya, memberi keteladanan ke anak, memberi nafkah yang halal, memberi hunian bagi istri anaknya, menjadi garda terdepan ketika anaknya ada masalah, menikahkan anak perempuannya, harus punya planning banyak jika plan sebelumnya gagal, harus stay cool walaupun banyak masalah di luar rumah.
Tapi satu hal tanyaku, nanti kalau aku jadi bapak, saat berat hidupku, boleh kan sekali saja aku menangis?
Ditemukan vs Menemukan
"Aku sudah mencari dan berusaha beberapa tahun terakhir. Di Makkah sudah, di Indonesia sudah. Lewat saudara sudah, lewat teman sudah, lewat kenalan jauh sudah, dan seperti terkesan memohon mohon. Bahkan, jalur aplikasi jodoh pun aku sudah coba. Di tanah harom dengan tingkat dikabulannya doa 100 rb kali lipat pun sudah. Lalu dengan cara apa lagi aku mencari. Lalu tahun tahun terakhir, aku sudah pasrah. Namun bukan berarti niatku surut untuk mencari dan menemukan, dan Alhamdulillah, saya berhasil menemukan" katanya di tengah obrolan senja kami.
Aku khusuk mendengarkan, mataku tidak lepas dari wajahnya yang sedang menghadap langit-langit kamar.
Alhamdulillah, Ramadan sekarang sudah tidak sendirian lagi. Ibadahnya sekarang sudah double pahala. Sekarang saya punya makmum pas saya sholat di rumah (Menarik napas dalam) Alhamdulillah, tambahnya

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Bagian 1 : Keputusan
Roda kehidupan terus berputar disebabkan adanya keputusan keputusan dari para makhluk hidup. Salah satunya manusia.
Manusia dengan berbagai kompleksitas masalah dalam hidupnya, menjadikan harus memilih keputusan di setiap harinya. Jika manusia tidak mengambil keputusan, maka manusia tak lebih dari seonggok tulang yang dibungkus daging. Bahkan sesederhana makan minum pun tidak lepas dari keputusan.
Maka, dengan nikmat akal pikiran yang sudah Allah berikan, sudah selayaknya, keputusan diambil dengan penuh tanggung jawab. Apalagi berkaitan dengan hal hal yang nantinya berpengaruh untuk seumur hidup
-Makkah dengan hawa dinginya
Sekarang, doanya tidak seperti dulu,
Hanya meminta, Semoga Allah ridho atas semua hal yang kami lakukan dan keberkahan selalu bisa cecap, dan Sisanya kami alirkan dalam diam dan air mata