Amanah itu, terkadang tak selalu perihal tanggung jawab. Melainkan ada amanah yang tidak biasa.
Seperti misalnya diberikan amanah mengetahui aib seseorang.
Juga amanah ketika kita diberikan takdir oleh Allah menerima perlakuan buruk dari seseorang yang dinilai baik oleh banyak orang.
Ya, hal itu bukan kali pertama dalam hidupku. Ketika diperlakukan tidak baik oleh orang yang dikenal baik oleh banyak orang. Bahkan mungkin keburukan yang diberikannya tak sekadar keburukan yang kecil.
Pernah aku bertanya dalam hati,
"Kenapa dari sekian banyak manusia dia berbuat tidak baik padaku? Sedangkan ia mampu berbuat baik pada banyak orang."
Jawaban yang paling tepat pada akhirnya hanyalah, Qadarullah.
Ketika kita melihat ada orang baik, seringkali kita tak adil di dalam memandangnya. Seakan-akan ia tak punya cela meski setitik dan ada harap besar bahwa ia pun mampu berbuat baik kepada kita. Namun yang terjadi malah sering kali orang tersebut berbuat tak baik pada kita.
Kaget, pastinya. Tapi, kalau kita telaah dengan kepala dan hati yang dingin kita bisa menemukan bahwa sebaik-baik manusia, dia tetaplah manusia.
Begitu pula saat kita diberi amanah tak biasa yang lain. Ketika ada orang yang dikenal buruk oleh banyak orang, suatu ketika ia berbuat baik kepada kita dan tak ada pasang mata lainnya yang menyaksikan. Hanya kita, dia dan Allah saja.
Kaget, pastinya. Dari situ pula kita akan sadar bahwa kita pernah bersikap tak adil kepadanya. Bersikap menjaga jarak dengan dia hanya karena ucapan testimoni banyak orang yang menilainya buruk. Padahal bisa jadi ada secercah kebaikan yang ada padanya. Kembali, seburuk-buruknya dia, dia pun seorang manusia.
Jika kita menemukan hal yang bertolak belakang dari diri seseorang selalu ada yang keliru.
Jika orang baik yang bertolak belakang, mungkin ada sisi di hatinya yang sedang sakit atau kotor.
Jika orang buruk yang bertolak belakang dengan image-nya, bisa jadi ada kebaikan hati yang tersembunyi dalam dirinya dan itu merupakan kabar baik, artinya Allah tidak mengunci hatinya.
Doakanlah orang baik yang bersikap buruk pada kita agar Allah memberikannya hidayah sehingga Allah memperbaiki apa yang salah pada dirinya.
Doakan pula orang buruk yang bersikap baik pada kita, agar Allah memberikannya hidayah sehingga kebaikannya terus bertambah banyak dan bisa membersihkan hatinya yang sempat penuh dengan dosa-dosa.
Intinya, dua amanah ini adalah ujian bagi si penerima. Bagaimanakah ia akan bersikap? Menggunjing keburukan si baik? Tidak memercayai kebaikan si buruk? Atau menyerahkan segalanya kembali pada Allah, karena sadar bahwa Allah lah yang membolak-balikkan hati manusia.
Venetie van Java, lagi nunggu air mandinya Rayyan matang.