Ketenangan yang selama ini kau cari ternyata ada di dalam hatimu sendiri. Mulailah peka padanya, bersihkan ia dari dosa-dosa yang seringkali menutupinya hingga tak mampu melihat cahaya.

Janaina Medeiros
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
cherry valley forever

ellievsbear

tannertan36
almost home
will byers stan first human second
🪼

★
macklin celebrini has autism
Jules of Nature

shark vs the universe


Kaledo Art
occasionally subtle
Mike Driver
Stranger Things
todays bird
Game of Thrones Daily

Love Begins

seen from Germany
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United States
seen from Cambodia

seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from Brunei

seen from United States
seen from Türkiye
seen from Spain

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Brunei

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from Germany
seen from Türkiye
@viviaramie
Ketenangan yang selama ini kau cari ternyata ada di dalam hatimu sendiri. Mulailah peka padanya, bersihkan ia dari dosa-dosa yang seringkali menutupinya hingga tak mampu melihat cahaya.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Seringkali aku salah mengira.
Aku pikir, kemuliaan itu terletak pada seberapa banyak buku yang kulahap, seberapa fasih lidahku mengutip dalil atau seberapa tinggi tumpukan gelar yang berderet di belakang namaku. Aku sibuk membangun perpustakaan megah di dalam kepalaku. Aku menumpuk teori, menghafal rumus dan mengoleksi hikmah orang-orang bijak. Hingga kepalaku penuh, sesak dan berat. Dan dengan isi kepala itu, aku mulai merasa lebih tinggi dari orang lain.
Namun, aku lupa pada kaidah yang paling keramat. Ilmu yang mengendap di kepala tanpa mengalir ke tangan dan kaki, hanyalah racun. Ia akan membusuk menjadi kesombongan.
Apa gunanya aku tahu letak surga, jika kakiku enggan melangkah ke arah sana?
Apa gunanya aku hafal ribuan hadis tentang sedekah, jika tanganku masih gemetar saat hendak merogoh saku?
Apa gunanya aku paham teori sabar, jika emosiku meledak hanya karena hal sepele?
Jika ilmu hanya berhenti di kerongkongan, maka aku tak ubahnya seperti kuldai (keledai) yang memanggul kitab-kitab tebal di punggungnya. Membawa beban berat ilmu, namun tak merasakan sedikitpun manfaatnya.
Kaidah tertinggi ilmu bukanlah "Hafal", melainkan "Amal".
Ilmu itu bukan untuk didebatkan di ruang seminar yang dingin, tapi untuk dibumikan di jalanan kehidupan yang berdebu.
Tuhan tidak akan bertanya seberapa rapi catatan di bukumu. Tuhan akan bertanya "Mana jejak kakimu?"
Sebab pada akhirnya, sebodoh-bodohnya manusia adalah mereka yang tahu jalan pulang, tapi memilih untuk duduk diam dan mati dalam kesesatan teorinya sendiri.
"Ilmu tanpa amal adalah pohon tanpa buah, ia tumbuh gagah menjulang ke langit, namun mandul tak memberi manfaat bagi bumi yang memijaknya."
@clichemistry
Penemuan jati diri adalah hadiah untuk orang-orang yang mengambil tindakan: mengambil pilihan, menerima tantangan, dan menciptakan pengalaman.
Kita ngga bisa menemukan jati diri kita hanya dengan merenung dan berpikir tanpa bertindak.
Kita bisa tau apa yang kita mau untuk karir setelah kita bekerja.
Kita bisa tau masterpiece apa yang mau kita buat dalam hidup setelah kita bantu banyak orang.
Jabir ibn Abdullah reported: The Messenger of Allah, peace and blessings be upon him, said, “Gabriel, upon him be peace, said to me: O Muhammad, live as you wish for you will surely die, love whom you wish for you will surely part with them, and act as you wish for you will surely see its results.”
Shu’ab al-Imān lil-Bayhaqī 10057
Jabir ibn Abdullah meriwayatkan : Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Jibril, semoga Allah memberkahinya, berkata kepadaku: ‘Wahai Muhammad, hiduplah sesuai keinginanmu karena engkau pasti akan mati, cintailah siapa pun yang engkau inginkan karena engkau pasti akan berpisah dengan mereka, dan berbuatlah sesuai keinginanmu karena engkau pasti akan melihat akibatnya.’
(Shu’ab al-Imān lil-Bayhaqī 10057)
Aishah bint Abi Bakr (رضي الله عنها) said:
يا نساء المؤمنين، إذا أذنبت إحداكن ذنبًا، فلا تخبرن به الناس، ولتستغفر الله تبارك وتعالى، ولتتب إليه؛ فإن العباد يعيّرون ولا يغيّرون،
والله يغيّر ولا يعيّر.
“O women of the believers, if one of you commits a sin, then do not inform people of it. Rather, seek the forgiveness of Allah, the Blessed and Exalted, and repent to Him. For indeed, people reproach and do not rectify, whereas Allah rectifies and does not reproach.”
Makārim al-Akhlāq by al-Kharāʾiṭī, p. 503
“Wahai para wanita dari kalangan orang-orang beriman, jika di antara kalian ada yang berbuat dosa, janganlah kalian menyebarkannya kepada orang lain. Sebaliknya, mohonlah ampunan kepada Allah, Yang Maha Suci dan Maha Tinggi, dan bertaubatlah kepada-Nya. Sebab sesungguhnya manusia suka mencela namun tidak memperbaiki, sedangkan Allah memperbaiki namun tidak mencela.”

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Belajar Fitrah Based Education
Kayaknya emang Allah swt lagi pengen diri ini belajar tentang pendidikan anak. Kalau bukan karena amanah, kayaknya nggak tersentuh topik ini. Dan terimakasih juga buat sobiku, Choi yang sering banget ngajak diskusi terkait topik ini. Disadur dari materi Youtube Ustadz Harry Santosa dalam https://www.youtube.com/@FitrahWorldMovement.
Paradigma Sistem Pendidikan Saat Ini
Sistem pendidikan negeri ini mengacu pada sistem pendidikan Barat yang kental dengan konsep Tabula Rasa John Locke. Human is like a "blank slate" or "blank paper". Maka, kita (pendidik/orangtua) harus mengisi mereka. Makin banyak diisi, makin baik, ceunah. Faktanya, sekarang ini banyak orangtua mengeluhkan anaknya pintar/ranking/hafidzah, tapi akhlaknya kurang baik/tidak menjaga dirinya saat keluar pesantren.
Perubahan perilaku yang distimulus oleh external motives (reward and punishment) hanya bertahan sepekan/waktu yang singkat.
Istilah "remaja/teens/pemuda" tidak ada dalam kamus Islam. Fenomena sekarang; baligh duluan, akilnya belakangan. Fisik (makanan, tontonan) disuplai habis-habisan, tapi ilmu terkait tanggung jawab, menjadi pemimpin peradaban belakangan. Pendidikan hanya mengantarkan anak SD menyiapkan SMP, smp menyiapkan SMA, how to get favorite campus/have the higest score, dst. Fenomena saat ini, banyak yg bergelar, tapi hanya mementingkan kesenangan dirinya sendiri, memperbanyak harta, hatinya seperti batu. So, well schooled belum tentu well educated. Orang yang tersekolahkan dengan baik belum tentu terdidik dengan baik.
Kurikulum kita melahirkan manusia yang human thinking (cerdas dan terampil), not also human being (punya nurani dan bisa membuat perdamaian bagi dunia ini).
Banyak pekerja yang merasa salah jurusan >> salah karir
Tujuan pendidikan institusi Barat itu keberhasilan/mobilisasi sosial ekonomi bagi setiap murid. Padahal dalam Islam, tujuan pendidikan ialah keberhasilan individu dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Beribadah dan menjadi khalifah di muka bumi.
Kemunduran umat Islam hasil konferensi umat Islam di Arab tahun 1977; the loss of Adab. Ayah-Bunda meninggalkan pos-pos pendidikannya di rumah, mengejawantahkan ke lembaga pendidikan/sekolah. Padahal di akhirat, yang ditanya tanggung jawabnya kan orangtua ya, bukan pihak sekolah. #uhuk
Apa itu fitrah?
Dalam Islam, kita mengenal fitrah. Sesuatu yang sudah Allah instal berupaya kebaikan pada setiap jiwa. Ia adalah innate goodness (kebaikan bawaan). Ia meliputi ma'riftullah (mengenal Tuhannya), melakukan/memilih kebaikan, dan accept true knowledge (jujur, adil, benar). Fitrah itu tidak diciptakan karena ia sudah bawaan, tapi dikuatkan/dikembangkan oleh orangtua.
Dalam pelaksanaannya, orangtua tidak hanya bisa mendidik seorang diri. Namun, seperti pepatah di Turkey, "It takes a village to raise a child".
Kaidah Mendidik Anak sesuai Fitrah
Allah tidak akan memanggil mereka yang mampu, tapi Allah akan memampukan mereka yang terpanggil.
Perbanyak syukur dan menerima anak kita, maka Allah swt akan berikan hikmah yang banyak. QS. Lukman ayat 12. Kita orangtua terbaik versi anak kita. Anak itu bukan suatu kebetulan, bukan bonus/hadiah. Allah tidak pernah mentidaksengajakan sebuah kelahiran. Pasti ada maksud besar Allah. Maka, kita sambut itu. Dan Allah akan memberikan hikmahnya.
Fitrah itu seperti benih. Kita adalah gardener. Pentingnya memahami tahapan pertumbuhan. Tidak tergesa sepanjang kita tahu ilmunya, sehingga anak kita tumbuh menjadi pohon yang baik dan berbuah sesuai masanya.
Memahami bahwa pendidik anak kita sesungguhnya adalah Allah swt, pencipta fitrah. Allah swt menyediakan jalan bagi tumbuh dan kembang fitrahnya. Allah swt juga tetapkan syariat dan kitabullah agar ia tumbuh menjadi sempurna dan bahagia.
Fokuslah pada cahaya anakmu, bukan sisi gelapnya. Jangan fokus pada kenakalan anak, tapi fokus pada sisi kuatnya. Karena setiap anak punya potensi. Banyak husnudzon saat mendidik, tidak pesimis.
8 Jenis Fitrah Anak
Untuk detailnya, bisa lihat blog berikut ya https://inspiringhanie188.wordpress.com/2017/09/21/home-education-2-fbe-by-harry-santosa/
Fitrah Keimanan (core of fitrah)
Golden age: 0-6 tahun
Metode: keteladanan & kesholehan. Misal, dimasukkan dalam lingkungan yang hanif. Dihomestaykan ke rumah ustadz. Mulai usia 10 tahun: murobbi (ustadz) dan maestro (fitrah bakat).
Ciri jika sudah tumbuh: pribadi daiyah (menyeru pada kebaikan & syariat)
2. Fitrah Belajar dan Bernalar
Golden agen: 7-10 tahun
Interaksi terbaiknya dengan alam. Peran memelihara dan melestarikan alam.
Metode: inspirasi hebat dan ide menantang
3. Fitrah Bakat dan Kepemimpinan
Anak punya sifat/potensi unik (suka gambar, suka bicara, suka berpikir, dst)
Golden age: 0-14 tahun
Metode: mendorong & memfasilitasi bakatnya
4. Fitrah Perkembangan
Metode: ditempa sesuai tahapan umurnya
Misal di bawah 7 tahun perbanyak bangun imaji anak. Bangun yang indah dan senang-senang dulu ttg iman.
Tidak banyak menjelaskan neraka dan punishment-nya.
5. Fitrah Seksualitas dan Cinta
Golden age: 6-15 tahun
Metode: bonding/kedekatan dengan orangtua dan keluarga
Ciri: menjadi ayah & ibu yg baik
6. Fitrah Estetika & Bahasa
Metode: banyak dialog/narasi
7. Fitrah Individualitas dan Sosialitas (Ego)
Metode: pemberian award, penghargaan, kalimat pujian dan positif
8. Fitrah Jasmani (fisik)
Metode: menjaga pola makan, tidur, gerak
Dampak Fitrah Based Education : Liberating & Balancing
Fitrah yang dibebaskan (liberating) dan bertumbuh saat ia bertemu syariat, maka akan mencapai titik keseimbangan.
Fitrah dan adab/nilai kitabullah itu dicipta di alam yang sama, maka mereka compatible. Jika tarikan pendidikan ke fitrah, maka akan balance. Jika tarikan pendidikannya ke nafsu, maka timbul kelalaian (ghaflah). So, raise your child sesuai fitrahnya, then you will chase fitrah on yourselves (sama-sama belajar).
Who's the role model in FBE?
Core fitrah adalah fitrah iman (kesiapan seseorang menerima Islam). Maka, Rasulullah saw punya fitrah yang sempurna karena di umur 40 tahun ia telah siap menerima wahyu dan ke-8 fitrahnya tumbuh sempurna.
Jika fitrah tidak tumbuh, maka akan timbul penyimpangan. Kenakalan remaja, LGBT, seks bebas, tawuran, kecanduan game. Jangan pernah menyalahkan lingkungan, tapi evaluasilah didikan kita karena membuat anak tidak punya imun.
Bagaima jika ada fitrah yang terlewat?
Observasi dulu fitrah yang mana? Why? Jika sudah, maka ulangi prosesnya.
Sometimes Allah removes people, delays things, or closes doors not to hurt you, but to protect your heart from what you cannot yet see. What feels like a loss today may be a mercy in disguise tomorrow. Trust that every unanswered du’a, every silent tear, and every moment of patience is known to Him. Allah never takes something away except that He intends to give you something better, either in this world or in the Hereafter. So hold on, even when it’s hard, because what is written for you will never miss you, and what misses you was never meant for you.
Terkadang Allah mengambil orang-orang, menunda sesuatu, atau menutup pintu bukan untuk menyakitimu, melainkan untuk melindungi hatimu dari hal-hal yang belum dapat kamu lihat. Apa yang terasa seperti kehilangan hari ini mungkin merupakan rahmat yang tersembunyi di masa depan. Percayalah bahwa setiap doa yang belum terkabul, setiap air mata yang tertahan, dan setiap momen kesabaran diketahui oleh-Nya. Allah tidak pernah mengambil sesuatu kecuali dengan niat untuk memberikan sesuatu yang lebih baik kepadamu, baik di dunia ini maupun di akhirat. Jadi, tetaplah bersabar, bahkan ketika terasa sulit, karena apa yang telah ditakdirkan untukmu tidak akan pernah terlewatkan, dan apa yang terlewatkan darimu sebenarnya tidak pernah dimaksudkan untukmu.
Mari kita perjelas lagi tujuan hidup; "Mencari Ridhonya Allah", jadi apa-apa yang tidak Allah sukai jangan lakukan, dan lakukanlah apa-apa yang Allah sukai, panduannya ada dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Sehingga hidupmu akan tenang, tidak ada lagi yang namanya kecewa, sakit hati, dendam dan segala penyakit hati lainnya pada manusia, karena tujuanmu bukan mereka.
Ramadhan #1
Mari kita perjelas lagi tujuan hidup; "Mencari Ridhonya Allah", jadi apa-apa yang tidak Allah sukai jangan lakukan, dan lakukanlah apa-apa yang Allah sukai, panduannya ada dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Sehingga hidupmu akan tenang, tidak ada lagi yang namanya kecewa, sakit hati, dendam dan segala penyakit hati lainnya pada manusia, karena tujuanmu bukan mereka.
Ramadhan #1
“Serving humanity is indeed one of the greatest virtues, a sure path to God’s nearness. But when a hungry dog is fed, when a thirsty cat is given milk, when a wounded sparrow is tended to–God is pleased even more. Because by serving His creation, not just the humanity, we show God that we love everything that belongs to Him. When truly in love, one loves the beloved in entirety, that is, the beloved and everything that belongs to the beloved. How can you claim to love a painter and hate his painting?”
— Qasim Ali Shah (via islamicrays)
“Melayani umat manusia memang salah satu kebajikan terbesar, jalan pasti menuju kedekatan Tuhan. Tetapi ketika seekor anjing lapar diberi makan, ketika seekor kucing yang haus diberi susu, ketika seekor burung pipit yang terluka dirawat—Tuhan bahkan lebih senang. Karena dengan melayani ciptaan-Nya, bukan hanya kemanusiaan, kita menunjukkan kepada Tuhan bahwa kita mencintai segala sesuatu yang menjadi milik-Nya. Ketika benar-benar jatuh cinta, seseorang mencintai yang dicintai secara keseluruhan, yaitu yang dicintai dan segala sesuatu yang dimiliki oleh yang dicintai. Bagaimana Anda bisa mengaku mencintai seorang pelukis dan membenci lukisannya?”
-Qasim Ali Shah

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
The Quran mentioned the virgin who gave birth and the baby who talked. And the old lady who got pregnant and the moon that split in a half, and the sleepers that woke up after many 300 years, and the whale that didn't eat the human and the fire that didn't burn. Look at what Allah was able to do and ask him for what you want. Be greedy with your duas, don't be ashamed of Allah, and it's destined greater than what you have.
Al-Qur'an menyebutkan tentang perempuan perawan yang melahirkan dan bayi yang berbicara. Serta wanita tua yang hamil dan bulan yang terbelah menjadi dua, orang-orang yang tidur dan bangun setelah 300 tahun, paus yang tidak memakan manusia, dan api yang tidak membakar. Lihatlah apa yang Allah mampu lakukan dan mintalah kepada-Nya apa yang kamu inginkan. Berdoalah dengan penuh kerinduan, jangan malu kepada Allah, dan apa yang telah ditakdirkan untukmu lebih besar dari apa yang kamu miliki.
Hiduplah seperti pohon wahai diri, menghasilkan ranting dan dedaunan untuk berteduh, bunga dan buah yang bermanfaat bagi yang lain. “Maka, hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. Sesungguhnya Kami telah mencurahkan air (dari langit) dengan berlimpah. Kemudian, Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya. Lalu, Kami tumbuhkan padanya biji-bijian, anggur, sayur-sayuran, zaitun, pohon kurma, kebun-kebun (yang) rindang, buah-buahan, dan rerumputan. (Semua itu disediakan) untuk kesenanganmu dan hewan-hewan ternakmu.” (QS ‘Abasa: 24-32).
Atau seperti lebah wahai diri, berkelana jauh mencari nektar mengumpulkannya menjadi madu lalu jadilah obat yang menyembuhkan bagi yang lain. "Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, “Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia, kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.” Surat An Nahl ayat 68-69.
Wahai diri bukankah kau harus bersyukur yang banyak kepada Allah yang telah menciptakan pepohonan dan madu untukmu? Lalu tidakkah kau ingin berbuat baik yang banyak untuk berterima kasih kepada-Nya?
Wahai diri, jadilah sebaik-baik manusia.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda : “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”
(HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’, No. 3289).
Belajar Fitrah Based Education
Kayaknya emang Allah swt lagi pengen diri ini belajar tentang pendidikan anak. Kalau bukan karena amanah, kayaknya nggak tersentuh topik ini. Dan terimakasih juga buat sobiku, Choi yang sering banget ngajak diskusi terkait topik ini. Disadur dari materi Youtube Ustadz Harry Santosa dalam https://www.youtube.com/@FitrahWorldMovement.
Paradigma Sistem Pendidikan Saat Ini
Sistem pendidikan negeri ini mengacu pada sistem pendidikan Barat yang kental dengan konsep Tabula Rasa John Locke. Human is like a "blank slate" or "blank paper". Maka, kita (pendidik/orangtua) harus mengisi mereka. Makin banyak diisi, makin baik, ceunah. Faktanya, sekarang ini banyak orangtua mengeluhkan anaknya pintar/ranking/hafidzah, tapi akhlaknya kurang baik/tidak menjaga dirinya saat keluar pesantren.
Perubahan perilaku yang distimulus oleh external motives (reward and punishment) hanya bertahan sepekan/waktu yang singkat.
Istilah "remaja/teens/pemuda" tidak ada dalam kamus Islam. Fenomena sekarang; baligh duluan, akilnya belakangan. Fisik (makanan, tontonan) disuplai habis-habisan, tapi ilmu terkait tanggung jawab, menjadi pemimpin peradaban belakangan. Pendidikan hanya mengantarkan anak SD menyiapkan SMP, smp menyiapkan SMA, how to get favorite campus/have the higest score, dst. Fenomena saat ini, banyak yg bergelar, tapi hanya mementingkan kesenangan dirinya sendiri, memperbanyak harta, hatinya seperti batu. So, well schooled belum tentu well educated. Orang yang tersekolahkan dengan baik belum tentu terdidik dengan baik.
Kurikulum kita melahirkan manusia yang human thinking (cerdas dan terampil), not also human being (punya nurani dan bisa membuat perdamaian bagi dunia ini).
Banyak pekerja yang merasa salah jurusan >> salah karir
Tujuan pendidikan institusi Barat itu keberhasilan/mobilisasi sosial ekonomi bagi setiap murid. Padahal dalam Islam, tujuan pendidikan ialah keberhasilan individu dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Beribadah dan menjadi khalifah di muka bumi.
Kemunduran umat Islam hasil konferensi umat Islam di Arab tahun 1977; the loss of Adab. Ayah-Bunda meninggalkan pos-pos pendidikannya di rumah, mengejawantahkan ke lembaga pendidikan/sekolah. Padahal di akhirat, yang ditanya tanggung jawabnya kan orangtua ya, bukan pihak sekolah. #uhuk
Apa itu fitrah?
Dalam Islam, kita mengenal fitrah. Sesuatu yang sudah Allah instal berupaya kebaikan pada setiap jiwa. Ia adalah innate goodness (kebaikan bawaan). Ia meliputi ma'riftullah (mengenal Tuhannya), melakukan/memilih kebaikan, dan accept true knowledge (jujur, adil, benar). Fitrah itu tidak diciptakan karena ia sudah bawaan, tapi dikuatkan/dikembangkan oleh orangtua.
Dalam pelaksanaannya, orangtua tidak hanya bisa mendidik seorang diri. Namun, seperti pepatah di Turkey, "It takes a village to raise a child".
Kaidah Mendidik Anak sesuai Fitrah
Allah tidak akan memanggil mereka yang mampu, tapi Allah akan memampukan mereka yang terpanggil.
Perbanyak syukur dan menerima anak kita, maka Allah swt akan berikan hikmah yang banyak. QS. Lukman ayat 12. Kita orangtua terbaik versi anak kita. Anak itu bukan suatu kebetulan, bukan bonus/hadiah. Allah tidak pernah mentidaksengajakan sebuah kelahiran. Pasti ada maksud besar Allah. Maka, kita sambut itu. Dan Allah akan memberikan hikmahnya.
Fitrah itu seperti benih. Kita adalah gardener. Pentingnya memahami tahapan pertumbuhan. Tidak tergesa sepanjang kita tahu ilmunya, sehingga anak kita tumbuh menjadi pohon yang baik dan berbuah sesuai masanya.
Memahami bahwa pendidik anak kita sesungguhnya adalah Allah swt, pencipta fitrah. Allah swt menyediakan jalan bagi tumbuh dan kembang fitrahnya. Allah swt juga tetapkan syariat dan kitabullah agar ia tumbuh menjadi sempurna dan bahagia.
Fokuslah pada cahaya anakmu, bukan sisi gelapnya. Jangan fokus pada kenakalan anak, tapi fokus pada sisi kuatnya. Karena setiap anak punya potensi. Banyak husnudzon saat mendidik, tidak pesimis.
8 Jenis Fitrah Anak
Untuk detailnya, bisa lihat blog berikut ya https://inspiringhanie188.wordpress.com/2017/09/21/home-education-2-fbe-by-harry-santosa/
Fitrah Keimanan (core of fitrah)
Golden age: 0-6 tahun
Metode: keteladanan & kesholehan. Misal, dimasukkan dalam lingkungan yang hanif. Dihomestaykan ke rumah ustadz. Mulai usia 10 tahun: murobbi (ustadz) dan maestro (fitrah bakat).
Ciri jika sudah tumbuh: pribadi daiyah (menyeru pada kebaikan & syariat)
2. Fitrah Belajar dan Bernalar
Golden agen: 7-10 tahun
Interaksi terbaiknya dengan alam. Peran memelihara dan melestarikan alam.
Metode: inspirasi hebat dan ide menantang
3. Fitrah Bakat dan Kepemimpinan
Anak punya sifat/potensi unik (suka gambar, suka bicara, suka berpikir, dst)
Golden age: 0-14 tahun
Metode: mendorong & memfasilitasi bakatnya
4. Fitrah Perkembangan
Metode: ditempa sesuai tahapan umurnya
Misal di bawah 7 tahun perbanyak bangun imaji anak. Bangun yang indah dan senang-senang dulu ttg iman.
Tidak banyak menjelaskan neraka dan punishment-nya.
5. Fitrah Seksualitas dan Cinta
Golden age: 6-15 tahun
Metode: bonding/kedekatan dengan orangtua dan keluarga
Ciri: menjadi ayah & ibu yg baik
6. Fitrah Estetika & Bahasa
Metode: banyak dialog/narasi
7. Fitrah Individualitas dan Sosialitas (Ego)
Metode: pemberian award, penghargaan, kalimat pujian dan positif
8. Fitrah Jasmani (fisik)
Metode: menjaga pola makan, tidur, gerak
Dampak Fitrah Based Education : Liberating & Balancing
Fitrah yang dibebaskan (liberating) dan bertumbuh saat ia bertemu syariat, maka akan mencapai titik keseimbangan.
Fitrah dan adab/nilai kitabullah itu dicipta di alam yang sama, maka mereka compatible. Jika tarikan pendidikan ke fitrah, maka akan balance. Jika tarikan pendidikannya ke nafsu, maka timbul kelalaian (ghaflah). So, raise your child sesuai fitrahnya, then you will chase fitrah on yourselves (sama-sama belajar).
Who's the role model in FBE?
Core fitrah adalah fitrah iman (kesiapan seseorang menerima Islam). Maka, Rasulullah saw punya fitrah yang sempurna karena di umur 40 tahun ia telah siap menerima wahyu dan ke-8 fitrahnya tumbuh sempurna.
Jika fitrah tidak tumbuh, maka akan timbul penyimpangan. Kenakalan remaja, LGBT, seks bebas, tawuran, kecanduan game. Jangan pernah menyalahkan lingkungan, tapi evaluasilah didikan kita karena membuat anak tidak punya imun.
Bagaima jika ada fitrah yang terlewat?
Observasi dulu fitrah yang mana? Why? Jika sudah, maka ulangi prosesnya.
Aku kehilangan manusia baik menurut Tuhan, ketika aku sibuk mencari manusia baik menurut dunia.
(Vivi Aramie)
Aku adalah manusia yang paling menderita, ucapmu pada cermin di matamu. Lalu kau melukis tangis yang lama-lama menjadi gerimis. Tak cukup disitu, selanjutnya kau menghitung-hitung kehilangan, merasa paling kemalangan, lalu terbiasa menyalahkan Tuhan.
Sedangkan jauh sebelum itu, ada seorang laki-laki sedang sendirian, jauh dari ibu dan ditinggalkan ayah sejak dalam kandungan, tidak ada sedikitpun raut sendu di wajahnya, ia nikmati pemandangan gurun disekitarnya.
Lagi di usianya menginjak 6 tahun, ibu yang tak lama ia bersamanya, pergi menyusul ayahnya. Dan ia yatim-piatu diusia belia.
Tak cukup disitu kehilangan demi kehilangan yang tak pernah berhenti menghampirinya seperti tanda bahwa tak ada yang abadi di dunia ini.
Lanjut saat Ia dewasa, Tuhan memberinya emban menyampaikan wahyu-Nya kepada manusia, ah tak kira-kira, cacian, hinaan, serta kekerasan menyerbunya.
Sampai tiba waktu ia pergi berhijrah ke negeri sebelah, dengan membawa harapan mereka mau menerima ajaran agama yang ia bawa, lantas apa yang ia terima? Cacian, makian, serta lemparan bebatuan yang mengenai tubuhnya berkali-kali, hingga darah bercucuran tiada henti, lalu ia kembali dan mendo'akan kebaikan untuk penduduk negeri.
Belum lagi saat tidak ada makanan yang bisa ia makan, perutnya keronconggan, lalu ia mengambil kerikil bebatuan mengganjalnya pelan-pelan.
Lantas sekarang kau masih merasa paling menderita?
Dan sungguh tak ada manusia yang paling serius mendo'akan keselamatan untuk kita, kecuali ia.
"Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman." (QS. At-Taubah 9: Ayat 128)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Seluruh alam semesta hidup dalam damai, tak ada yang tergesa-gesa.
Tak ada yang memaksa, tak ada yang khawatir tentang hasil.
Matahari terbit pelan-pelan, pohon tumbuh perlahan, laut tak pernah terburu-buru sampai ke pantai.
Semua menikmati prosesnya, tanpa panik, tanpa banding bandingin diri.
Kecuali Manusia, kita sering merasa tertinggal, merasa harus cepat berhasil, harus tau jawabannya sekarang juga.
Padahal apa apa yang ditanam dengan tenang, akan tumbuh dengan kuat.
Luqmān (رضي الله عنه) said to his son:
“O my son, if Shaytān comes to you from the direction of doubt and suspicion, then overcome him with certainty and sincere advice. If he comes to you from the direction of laziness and weariness, then overcome him by remembering the grave and the Resurrection. And if he comes to you from the direction of hope and fear, then tell him that this worldly life is something that will be departed from and left behind.”
📖 Al-Bidāyah wa’n-Nihāyah: 9/299
“Wahai anakku, jika setan mendatangi dirimu dengan membawa keraguan dan kecurigaan, maka taklukkanlah dia dengan keyakinan dan nasihat yang tulus. Jika dia mendatangi dirimu dengan membawa kemalasan dan kelelahan, maka taklukkanlah dia dengan mengingat kubur dan Hari Kebangkitan. Dan jika dia mendatangi dirimu dengan membawa harapan dan ketakutan, maka katakanlah kepadanya bahwa kehidupan dunia ini hanyalah sesuatu yang akan ditinggalkan dan dilupakan.”