Halo halo! Mau update lagi soal āperkembangan diri?āĀ selama jadi seorang ibu. Setelah membaca ulang tulisan tentang diri saya sendiri 11 bulan yang lalu (di siniĀ https://shorturl.ae/vzn1cĀ ) dan juga menilik ke dalam diri saya yang sekarang, sepertinya saya sudah berada di level acceptance? Saya mencoba mencari tau adakah tingkatan/level perubahan emosional hidup seseorang ketika memasuki sebuah fase baru, atau entah apalah namanya, namun saya belum menemukannya. Yang jelas sekarang saya sudah merasa jauh lebih nyaman dengan keadaan diri saya yang sekarang: menjadi seorang ibu. Sudah sangat jarang atau mungkin tidak pernah lagi hadir perasaan menggebu di mana saya amat merindukan āmy single lifeā yang seringnya sampai membuat saya menangis berderai air mata. Lalu, bagaimana dengan rasa lelah? apakah masih kerap muncul? Kalau lelah, sepertinya semua orang yang masih bernafas, sedang di fase hidup apapun juga kerap merasakan lelah. Jadi, lelah itu sunnatullah. Ya gak sih? Ketika merasaĀ lelah, ambil jeda, istirahat, lalu kembali lanjutkan hidup. Meski hal itu bisa saja terjadi setiap harinya (dalam konteks menjadi seorang ibu).Ā
Rasa ālelahā yang sering saya rasakan selama menjadi ibu (yang masih beranak satu dan usianya pun belum genap 2 tahun) sepertinya hadir ketika saya merasa sendiri. Padahal kenyataannya gak selalu sendiri. Saat lahiran sampai anak saya berusia 19 bulan saya memang LDM dengan suami, tapi ada ibu dan bapak saya yang sebenarnya hadir secara fisik. Pun suami yang saat itu sedang berada di negeri sebrang, senantiasa hadir secara virtual. Sehari bisa 3-5x video call. Namun itu semua tak bisa menepis ākesendirianā saya kala itu. Lalu sekarang, setelah berkumpul lagi dengan suami dan tak lagiĀ āsendiriā membersamai anak, alhamdulillah perasaan itu kian menipis mungkin juga karna beliau adalah sosok yang sangat family man, sehingga rasa itu sudah jarang sekali hadir. Meski terkadang masih suka muncul. Kadang, artinya jarang sekali, tapi masih suka ada. Paham kan? Haha. Ternyata hal ini bisa dibilang wajar, saya sempat menemukan postingan di instagram tentang ini. Saya lupa sih bagaimana penjelasannya *lol* tapi yang jelas saya merasaĀ āgak sendirianā karna banyak ibu-ibu lain di luaran sana yang juga merasakan ini. Awalnya saya pikir kuncinya āhanyaā satu, support system harus kuat di segala macam kondisi. Namun kemudian saya teringat seorang teman yang pada pandemi 2021 kemarin kehilangan support system terbesar dalam hidupnya yakni ibu dan suaminya yang meninggal dalam waktu berdekatan. Ia juga memiliki seorang anak yang saat itu usianya belum genap 3 tahun. Sungguh teriris hati saya mengingat kejadian itu sekaligus menatap kagum padanya yang terlihat tegar dan senantiasa harus kuat menghadapi kenyataan tersebut. Hal ini kemudian menyadarkan saya bahwa kita tak selalu bisa mengandalkan support system demi keberlangsungan hidup kita, karna akan ada masa di mana kita harus menghadapi semuanya sendiri. Terlebih di alam barzakh hingga akhirat nanti. Huaaaaa takuuut :āāā((((
Sedari duluu waktu saya masih belum menikah sampai sekarang sudah berkeluarga dan punya anak, Ibu saya tak pernah bosan-bosan mengingatkanĀ ābanyak banyak berdoaaaa sama Allah ya neng. Udah jadi ibu harus sering-seriiiiing doain anak sama suami, cuma Allah yang bisa jadi pegangan hidupā huah nulis begini aja saya nangesss! karna saya saksi hidup ibu yang senantiasa kenceng ibadahnya agar selaluĀ ālulus ujianā dari Allah, pun segala kemudahan-kemudahan hidup yang anak-anaknya rasakan juga pastilah berkat doa Ibu. Jadi, ketika seorang ibu tak memiliki support system yang mumpuni, ternyata ada Allah yang selalu hadir menemani. Tinggal bagaimana kita nya aja mau ingat atau ngga :ā) Waduh jadi kemana-mana.
Rasa nyaman yang saya rasakan sekarang ternyata membutuhkan waktu hampir 2 tahun. Meski rasa nyaman tidak serta merta menjadikan sayaĀ āibu sempurnaā karna masih banyak sekali yang perlu saya benahi dan saya pelajari. Percayalah, setiap ibu memiliki proses dan ceritanya sendiri. Semoga setiap kita bisa menghargainya dan berkata yang baik-baik padanya :))