Idul Adha: Momentum Meng-Kurban-Kan Goals
---------------------------
Alhamdulillah, kita hari ini dipertemukan dengan momen Idul Adha kembali. Momen dimana kita bisa mengintrospeksi amal ibadah kita, khususnya tentang keikhlasan.
Seperti yang telah disampaikan oleh para pemuka agama, esensi kurban bukan dilihat dari daging dan darah yang disembelih. Melainkan keikhlasan dan ketakwaan dalam berkurbanlah yang bisa membawa amal kurban pada ridho Allah.
Iya, keikhlasan. Ikhlas yang bisa diartikan sebagai melepaskan. Dalam kehidupan sehari-hari dan aktivitas ibadah, ikhlas merupakan kunci ridhonya Allah, sehingga amal kita dapat diterima dan tidak berakhir sia-sia.
Begitupula dengan target (goals) kita. Baik itu mimpi sampai rencana-rencana kita dari yang kecil sampai yang begitu besar.
Target, Ikhtiar dan Keikhlasan
Diantara kita pasti pernah mencoba untuk memberikan usaha yang terbaik pada target dan mimpi kita.
Dari belajar untuk mendapatkan nilai yang sempurna. Membuat CV yang baik untuk bisa mendapatkan pekerjaan impian. Kerja lembur agar target dari proyek pekerjaan tercapai. Begadang sampai kurang tidur untuk memikirkan rencana bisnis agar semakin untung.
Itu semua, beberapa pasti pernah kita lakukan. Dan itu hanya sebagian kecil contoh ikhtiar kita dalam mencapai target. Ada yang tercapai, ada pula yang jauh dari ekspektasi.
Jika tercapai, Alhamdulillah lelah terbayar sudah. Namun jika tidak tercapai.. capek, bingung, lelah hingga cemas mungkin yang akan kita rasakan.
Di momen Idul Adha inilah yuk kita saling introspeksi. Jika tujuan tidak kunjung tercapai, mungkin kita perlu melihat level keikhlasan kita kembali.
Jika kita benar-benar sudah mengerahkan segala apa yang kita punya. Jika kita tidak sanggup lagi, maka disitu tugas kita adalah melepas "mengikhlaskan" dan memasrahkan hasilnya kepada Allah.
------------------------------
"Target itu seperti busur panah. Setelah kita tarik dengan sekuat tenaga, habis itu agar panah bisa jauh melesat, Kita Harus Melepasnya."
--------------------------------------------
Yapp, karena goal semakin di genggam entah kenapa akan semakin jauh. Rasanya seperti berlari mengejar bayangan sendiri, ga ada ujungnya. Semakin kita berambisi, maka rasanya makin sulit.
Memang tidak semuanya seperti itu. Namun, barangkali teman-teman pernah merasakan hal yang sama seperti diatas.
Dengan Meng-Kurban-kan Goals Kita. Semakin kita ikhlaskan dan kita pasrahkan hasilnya pada Allah..
Maka, In Syaa Allah kemudahan akan datang bagi kita, karena Allah Maha Menghitung ikhtiar hamba-Nya.
Balasan yang terbaik pun akan Allah berikan. Balasan yang tidak hanya di dunia, namun juga balasan di akhirat.
Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H