Manusia yang mencintai manusia akan terjebak dalam citra dan hubungan sosial dengan psikologis yang menyiksa.
Manusia yang mencintai Tuhan akan terbebas namun rapuh secara spiritual saat sadar dirinya tidak mampu berbuat banyak melihat kedzaliman.
Tuhan mencintai manusia maka ia membebaskan semua. Semuanya bebas dari perspektif dan kutub dualisme yang saling bertolak belakang. Mengabulkan semua doa dan yang tidak terkandung dalam doa namun sebenarnya mereka butuhkan, mengabulkan doa yang pahit dan menyakitkan menurut manusia dalam perjalanan penerimaannya.
Kita berdiri dalam titik tipis jembatan menuju Tuhan. Yang percaya ia akan sampai diseberang dengan selamat, akan berjuang menggapai apa yang ia percayakan. Sementara, mereka yang ragu dan takut untuk bisa sampai diseberang akan jatuh karena kepercayaan mereka sendiri yang rapuh dan palsu.
"Semoga kamu bisa sampai ke sisi seberang wahai saudara seperjalanan." Ucap Ibn Arabi. (Atau sosok yang ku anggap Ibn Arabi.)











