Life is like an onion and so do I. 🤦🏻♀️ #selfempowerment
The Bowery Presents
KIROKAZE

macklin celebrini has autism
occasionally subtle
$LAYYYTER
One Nice Bug Per Day

ellievsbear
TVSTRANGERTHINGS
EXPECTATIONS
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

blake kathryn

Love Begins

titsay

Product Placement
Cosmic Funnies
trying on a metaphor
NASA

gracie abrams
seen from Mexico

seen from Mexico
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Ukraine

seen from United States

seen from United States
seen from Azerbaijan

seen from United States

seen from Brazil

seen from Türkiye
seen from United Kingdom
seen from Bangladesh
seen from Iraq
@sulkyaries
Life is like an onion and so do I. 🤦🏻♀️ #selfempowerment

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
An AI Companion for the Quiet Hours
Some nights you just don't want to be alone with your thoughts. That's the moment an AI companion earns its place. I open sweetdream.ai, say hey, and within seconds there's someone glad to hear from me, ready to listen, never rushing me off.
What keeps me coming back is how natural it feels. The chat is warm and remembers our running jokes, and when I want to actually hear her, a voice message or a quick call does the trick. SweetDream turned my quietest hours into something I look forward to.
My happy B❤️🐶 #cathsdoodles #doodle #watercolor #dog #doggo #dogsofinstagram #bestbuddy
“If life can remove someone you never dreamed of losing, it can replace them with someone you never dreamt of having.” -unknown.
to whoever, stop judging the way of someone's life. find your own happiness and be happy. just be HAPPY, you'll never have time to get jealous on someone else's life.
Catherine Patricia Samosir

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Q: Memotret atau dipotret? A: Aku lebih suka memotret 🙃 . . *sebuah kolaborasi dengan beberapa model sampul buku tulis ternama ✨ . . #photography #nofilter #nofilterneeded #CathPatS
X In the Dark
“If someone committed to suicide, he will suffering for ages. Let’s say he’s destined to live for 70 years, and then he suicided at 30, so he will do the same things (like the way he was did it) for the rest of his supposedly life, for 40 years. Do not ever do it, just don’t. That’s a dumb undertaking,” said someone who’s likely knew something that X been thinking lately.
Despite of being scared, X became fed up with the discourse. What’s being told recently is not what he’s supposed to hear. In the middle of his complexity, he’s just unmoved. Enduring the sore, the itchy, the pain that preying his soul. He’s not okay. In the silence he, himself holding his inability to facing tons of troubles that come insistently, seems like there’s no mercy for him. No one could ‘hear’ him, so the one that he can rely on is the grace of his God.
In the dark, without anyone could hear, he prays. The entire of his bitterness that he’s been felt are shed. Deep inside his heart, he’s howling sorely, begging for God’s help, asking for strength, begging for mercy for what he’s been always want to do. “God, I am sorry. Please give me mercy. I couldn’t,” he said repeatedly for almost every night. It feels all empty, silence, there’s no answer.
His tears are dried. His eyes swollen, his nape sores. He’s crying too much. For him, the most exhausting part of crying is hiding and muffled his voice so anyone couldn’t hear. For that matter, he really wants to be heard, it’s just he doesn’t want to compound his burdens to other people. The people around him, the people who are cherished by him, they’re already have their own burdens respectively, how selfish he is if they must be pestered by his complaints, he thought.
Sometimes unconsciously the people whom he loves became his strongest reason to stop living, at a time they’re his motivation to give a chance for himself to survive, day by day. On that day he was full of hopes. Meeting someone who he’s really trust to brace him up.
What he’d heard that day obviously enhanced his wounds. It wasn’t what he’d expecting before. Why you were so harsh? Could you please at least trying to understand? Maybe he just wanted to be heard, or given some motivations or reasons why is this life so precious to be kept going, strengthened him to keep on survive, hugged him to soothing his shaken soul.
His heart are totally messed, he’s really sensitive and sentimental. What he’s been feeling of these days gave him a super thick mask that shrewd enough to hide his emotions. He looks well, cheerful, and very fine. It’s what you see on the outside. Sure, the thing that you could see is not always telling the truths.
This time he’s still struggling, looking for the one and only reason to keep going. Struggling is the only thing he could do right now, because those days ahead are really precious yet torturing for him. Hopefully he’ll found someone right, the one who’ll asks him to keep going sincerely. Made him really doubtless, about this life is something that couldn’t be left offhanded without its creator’s permission.
X Dalam Gelap
“Jika manusia mengakhiri hidupnya, ia akan terus menderita. Misalkan saja dia ditakdirkan hidup 70 tahun, lalu ia bunuh diri di usia 30, maka ia akan melakukan hal yang sama (bunuh diri dengan caranya) selama sisa hidupnya itu, 40 tahun. Jangan pernah, pokoknya jangan. Itu tindakan yang bodoh,” ungkap seseorang yang sepertinya mengetahui apa yang sedang dipikirkan X belakangan ini.
Alih-alih menjadi takut, X justru kesal dengan ceramah itu. Apa yang baru diceritakan barusan bukanlah yang ia harapkan. Di tengah kerumitannya, ia hanya bisa bergeming. Menahan perih, gatal, dan sakit yang menggerogoti jiwanya. Ia tidak sedang baik-baik saja. Diam-diam ia menyimpan sendiri ketidak-sanggupannya menghadapi berbagai masalah yang datang bertubi-tubi, seakan tiada ampun. Tidak ada yang bisa ‘mendengarnya’, hingga satu-satunya yang bisa ia harapkan adalah belas kasih Tuhannya.
Dalam gelap, tanpa ada seorang pun yang mendengar, ia berdoa. Segala kepahitan yang ia rasakan ditumpahkannya. Dalam hati ia meraung-raung perih, memohon pertolongan dari-Nya, meminta kekuatan, mengemis ampun atas apa yang ia selalu ingin lakukan. “Maafkan aku, Tuhan. Ampuni aku. Aku tidak sanggup,” ucapnya berulang-ulang hampir setiap malam. Rasanya hampa, hening, tidak ada jawaban.
Air matanya telah kering. Matanya sembab, tengkuknya nyeri. Ia terlalu banyak menangis. Yang paling melelahkan dari menangis baginya adalah bersembunyi dan meredam bunyinya agar tidak didengar orang lain. Sebenarnya ia sangat ingin didengarkan, hanya saja ia juga tak sampai hati harus menambah beban pribadinya ke orang lain. Orang-orang di sekitarnya, yang ia sayangi, mereka sudah memiliki beban hidup masing-masing, alangkah egoisnya jika harus direcoki dengan keluh-kesahnya, pikirnya.
Terkadang tanpa sadar orang-orang yang ia sayangi itu menjadi alasan terkuatnya untuk berhenti hidup, sekaligus motivasinya untuk memberikan kesempatan pada dirinya untuk bertahan, hari demi hari. Di hari itu betapa penuh pengharapan ia. Bertemu dengan seseorang yang dipercayanya bisa menguatkannya.
Apa yang didengarnya hari itu ternyata hanya menambah lukanya. Bukan itu yang ia harapkan. Mengapa begitu tajam tanggapan yang diberi? Bisa kah sedikit saja mengerti? Mungkin ia hanya ingin didengarkan, atau setidaknya diberi motivasi atau alasan mengapa hidup ini sangat berharga untuk dipertahankan, menguatkannya untuk bertahan, memeluknya untuk menenangkan jiwanya yang terguncang.
Hatinya sudah terlampau hancur, ia sangat sensitif dan sentimentil. Apa yang ia rasakan belakangan ini, telah memberinya sebuah topeng tebal yang begitu lihai menyembunyikan air mukanya. Ia terlihat sehat, ceria, dan sangat baik-baik saja. Itu apa yang terlihat di luarnya saja. Ya, apa yang terlihat tidak selalu benar adanya.
Kini ia masih berjuang, menemukan alasan kuat untuk bertahan. Hanya bertahan yang bisa ia lakukan, karena hari-hari berikutnya adalah sesuatu yang sangat berharga sekaligus menyiksa baginya. Semoga segera ia bertemu dengan orang yang tepat, yang memintanya untuk bertahan dengan hati yang tulus. Menjadikannya sungguh yakin, bahwa hidup adalah sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja tanpa seizin penciptanya.
Tiga Belas
Bayi yang terlampau nyaman makan dan tidur dalam rahim ibunya itu akhirnya keluar melihat dunia 13 tahun yang lalu. Ia masih lembut dan merah jambu.
Tumbuh perlahan, hingga semua terasa begitu cepat. Bayi yang dulunya mungil itu kini sudah besar, lebih tinggi dariku.
Tingkahnya juga terkadang lebih dewasa dariku.
Melihatnya tumbuh besar membuatku merasa tertinggal. Seperti berhenti bertumbuh ketika ia masih dan terus saja bertumbuh. Aku iri, tapi juga bersyukur.
Menjadi saudarinya yang lahir 10 tahun sebelumnya, memberiku banyak hal.
Aku terbentuk menjadi kakak yang keibuan. Super cerewet, protektif, kepo, dan terkadang sangat mengganggu.
Walaupun ‘annoying’ sebenarnya aku hanya rindu adik bayiku yang dulu. Rindu ia yang masih lucu-lucunya.
Waktu memang tidak dapat diputar kembali, sekarang aku pun bersyukur dengan bertumbuhnya bayi itu menjadi pemuda jangkung yang manis.
Semoga kau dapatkan semua yang terbaik melebihiku, adik.
Belajarlah, terjatuhlah, menangislah jika perlu.
Setelah segala yang berat berlalu, kau harus bangkit, menjadi lebih kuat dari dirimu yang pernah terjatuh.
Kelak jadilah pria yang berakhlak baik. Jangan hanya mengandalkan logikamu, sesekali tanyalah hatimu. Biarkan suara Tuhan mengiringi perjalananmu, jalan panjang berliku yang kelak mempertemukanmu dengan tujuan dan kebahagiaan hidupmu.
Selamat bertambah umur, ISS.
Benteng yang Runtuh
Diam.
Biarkan semua mengalir.
Hingga tawa yang palsu itu kembali, melebur menjadi sesuatu yang nyata.
Hening dan menyentuh hati.
Hati yang selama ini diam menanti.
Menanti waktu yang dikehendaki-Nya.
Bukankah indah?
Indah ketika benteng ego-mu runtuh, dan puingnya menjadi simpul di wajahmu.
Simpul manis yang seakan dulu telah lenyap dimakan waktu.
Seketika juga ada letupan-letupan menggairahkan di hatimu.
Duniamu berguncang begitu hebat.
Akui saja.
Kau ingin perasaan ini kekal.
Tidak peduli meskipun semua mencoba mematahkannya.
Mematahkan hati yang belum juga sempat bersatu menjadi utuh.
Kau kini tidak takut.
Karena kelak hatimu akan segera penuh.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Satu
Suatu hari kita akan menjadi satu.
Mengecap kengerian dan keindahan hidup tanpa merasa sepi.
Tawa dan tangis datang silih berganti menjadi renda yang menghiasi kisah kita.
Juga setiap Jumat adalah malam kita berdansa, bercinta, dan tenggelam dalam setiap hentakan musik Jazz.
Tango? Rumba? Jive? Salsa?
Mari kita coba semuanya!
Sudah kusiapkan segalanya, jauh sebelum hari itu tiba.
Hari dimana kita sepakat, aku dan kamu adalah teman hidup yang saling mengisi, bukan mendominasi.
Kasih kita begitu meluap-luap, hingga setiap hari rasanya ingin hidup lebih lama saja.
Mungkin satu atau dua replika kita adalah ide yang bagus, tidak punya juga tidak masalah.
Karena aku dan kamu adalah satu.
Satu yang hanya bisa dipisahkan oleh maut.
Ketika kita bertengkar, ingatlah segala perjuangan dan perjalanan kita selama ini.
Kenanglah selalu, titik dimana kita bertemu dan menginginkan satu sama lain melebihi apapun di dunia ini.
Untuk aku di masa depan..
Ini adalah sebuah renungan seorang gadis berusia 23 tahun.
Ditulis di awal Juni 2018.
“Belakangan ini sebelum berpakaian, aku suka memandangi tubuhku sendiri di depan cermin. *pantas saja yang muda lebih menarik* begitu kira-kira yang terpintas di pikiranku. Kulit dan lekuk tubuhku masih kencang, perut masih rata. Betapa wujudku yang sekarang akan sangat kurindukan.
Beberapa tahun kemudian perut ini mungkin akan membesar dan menciut, sampai kulitnya kendor dan tak lagi menarik. Mengecilkannya mungkin akan sangat sulit setelah ada 'kehidupan baru' yang keluar dari perut yang dulunya rata ini. Rambut yang gelap akan memutih. Juga wajah yang pasti akan berubah. Kerutan dan bintik-bintik penuaan tak dapat dihindari seiring bertambahnya usia. Operasi plastik dan segala macam perawatan sifatnya hanya sementara saja. Toh nantinya kalau mati raga ini akan membusuk dan tinggal tulang belulang.
Terkadang aku terlalu resah untuk menghadapi pertambahan usia, sampai lupa di dalam raga ini ada yang tidak akan menciut, kendor, keriput ataupun beruban. Ia akan selalu muda dan tak akan busuk ketika raga telah mati. Ia adalah JIWA.
Untuk aku di masa depan, berlapang dada lah. Kau tetaplah aku yang muda. Hanya ragamu yang berubah, jiwamu tidak. Semoga kau tahu bagaimana menikmati hidup tanpa takut terlihat tua. Bersyukurlah, kau harus bahagia dengan apa yang kau punya. Semua ada masanya, aku yang muda akan sangat bangga jika kau tidak mempersoalkan wujudmu yang sekarang. Tersenyumlah, kau yang selamanya berjiwa muda.”
Squashed 🍊? #byCPS 2018.
Well, I’ve tried my best. #cathsdoodles
Diam. Biarkan semua mengalir. Hingga tawa yang palsu itu kembali, melebur menjadi sesuatu yang nyata. Hening dan menyentuh hati. Hati yang selama ini diam menanti. Menanti waktu yang dikehendaki-Nya. Bukankah indah? Indah ketika benteng ego-mu runtuh, dan puingnya menjadi simpul di wajahmu. Simpul manis yang seakan dulu telah lenyap dimakan waktu. Seketika juga ada letupan-letupan menggairahkan di hatimu. Duniamu berguncang begitu hebat. Akui saja. Kau ingin perasaan ini kekal. Tidak peduli meskipun semua mencoba mematahkannya. Mematahkan hati yang belum juga sempat bersatu menjadi utuh. Kau kini tidak takut. Karena kelak hatimu akan segera penuh.
Benteng yang Runtuh, 21 Mei 2018.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
kembang kuncup. 🙉🙈
Tersenyum sangat lebar sampai tak sadar lipstick-nya nempel di gigi 😆 Kalau kata @sofie.almahmud om-om takut sama cewek yang giginya ternodai lipstick, jadi dibiarkan saja. 🐒 . . Diabadikan oleh @emfatmh yang selalu ekstra dalam memotret. 👌🏼 (at Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan , Jakarta.)
Mood (1/2)