Kecewa? No Way!
Boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. 2: 216)
Salah satu ayat dalam Al-Qur'an yang selalu berhasil membuat saya tersenyum dan semangat kembali ketika ditimpa musibah. Sebab, menurut saya, itu adalah 'kado cinta' terbaik dari Allah untuk saya—yang selalu berdo'a semoga sampai akhir hayat termasuk sebagai hambaNya.
Manusia selalu memiliki banyak harapan, akan tetapi dari sekian banyak pengharapan itu, mungkin tidak semuanya Dia kabulkan, persis seperti apa yang kita mintakan. Banyak dari kita yang mungkin ketika dihadapkan dengan persoalan itu, akan bersedih bahkan putus asa dibuatnya.
Suatu ketika, ada seorang adik yang mendatangi saya dengan keadaan sedih dan kecewa, karena ia merasa do'a-do'anya selama ini Allah abaikan. Lalu saya katakan kepadanya:
"Bersyukur atas segala pemberian yang kita inginkan itu meskipun susah diistiqomahkan, tapi masih mudah untuk dilakukan. Naluri manusia memang seperti itu, ketika diberi bahagia akan berterimakasih kepada penyebabnya. Tapi ada hal yang lebih hebat dari pada itu?" kataku.
Dia bertanya, "Apa itu mas?"
"... adalah ketika kita mampu untuk tetap bersyukur atas segala ketidakinginan yang kita terima saat ini." jawabku.
"Maksdunya, mas?" sambungnya.
"Allah adalah Yang Maha Bijaksana. Allah juga adalah sebaik-baik pemberi keputusan. Cukuplah kita yakini atas segala pemberian dari Allah sebagai bentuk cintaNya kepada kita. Semua hal yang kita panjatkan yang kamu yakini itu baik, mungkin Allah tunda atau bahkan tidak kabulkan do'amu itu, sebab lagi-lagi Dia lebih tahu apa yang lebih baik untukmu. Bersabarlah sedikit lagi." pungkasku.
Selalu ada sebab Allah memberi satu hal kepada kita, ketika Allah hendak memutuskan sesuatu, Allah akan hadirkan terlebih dahulu sebab-musababnya, sebelum akhirnya hal itu benar-benar hadir di tangan kita. Coba lihatlah itu, renungilah dengan penuh keimanan. Dengan izin-Nya, kamu akan temukan jawabannya, kenapa seperti ini seperti itu.
Memang tidaklah mudah untuk selalu berperasangka baik kepadaNya. Apalagi jika keputusanNya justru bertolak-belakang dengan keinginanmu. Kuncinya adalah yakin, keyakinan yang utuh tanpa terdistorsi dengan segala bentuk penyangkalan. Sebab, dengan keyakinan yang parsial kita akan kesusahan untuk meyakini segala pemberianNya.
Jadi, masih perlu kecewa? Nggak usah lah yaa :)
















