Pernah nggak, kamu masih ingat kesalahan memalukan yang terjadi bertahun-tahun lalu, tapi sulit mengingat puluhan hal baik yang pernah kamu capai?
Itu bukan karena hidupmu dipenuhi kegagalan. Otak manusia memang cenderung memberi perhatian lebih besar pada pengalaman negatif daripada pengalaman positif. Dalam psikologi, fenomena ini dikenal sebagai negativity bias.
Dari sudut pandang evolusi, otak lebih fokus pada ancaman karena itu membantu manusia bertahan hidup. Nenek moyang kita yang mengingat bahaya memiliki peluang hidup lebih besar daripada yang hanya mengingat hal-hal menyenangkan.
Akibatnya, satu komentar buruk bisa terasa lebih membekas daripada sepuluh pujian. Satu kegagalan bisa menutupi banyak keberhasilan. Bahkan sering kali kita mengingat satu momen memalukan seolah semua orang masih memikirkannya, padahal kemungkinan besar mereka sudah lama lupa.
Karena itu, jangan jadikan apa yang paling sering kamu ingat sebagai ukuran hidupmu. Otakmu dirancang untuk menyimpan luka lebih kuat daripada tepuk tangan. Bukan karena pencapaianmu sedikit, tetapi karena begitulah cara otak bekerja.
Written by Aftansa












