Dunia memberi banyak alasan untuk tersenyum, tetapi juga banyak alasan untuk berduka. Begitulah tabiatnya; berubah, berputar, dan tak pernah menetap.
Apa yang hari ini kita banggakan, bisa jadi esok hanya tinggal cerita. Apa yang hari ini kita peluk, suatu saat harus kita lepaskan.
Karena dunia menawarkan segalanya untuk dicintai, tetapi tidak menyediakan apa pun untuk dicintai selamanya.
Betapa sering kita bersedih karena kehilangan sesuatu yang memang sejak awal tidak ditakdirkan untuk menetap. Kita lupa bahwa setiap perpisahan di dunia hanyalah pengingat bahwa rumah kita yang sebenarnya bukan di sini.
Sebab dunia adalah tempat singgah, bukan tempat tinggal. Ia cukup untuk dilewati dengan syukur, tetapi terlalu rapuh untuk dijadikan tujuan terakhir dari seluruh cinta dan harapan.
Written by Aftansa












