Hal Lain dalam Kesetaraan
Dalam konteks 'kesetaraan' mencari pasangan hidup, selain hal yang fundamental, pastikan masing-masing pihak berada dalam kesetaraan untuk saling berjuang—berjuang dan diperjuangkan. Tidak melulu harus dibuktikan dengan sesuatu yang besar, megah dan menawan. Cukup ada bukti kesungguhan bahwa ia adalah orang yang terus berusaha, menghargai batasan, berjuang dengan cara benar, maupun menjaga dan nenyiapkan diri dengan sebaik mungkin.
Meskipun hasilnya bukan sesuatu yang besar dari kacamata kebanyakan orang, namun kegigihannya untuk berusaha itu menandakan bahwa diri kita layak diperjuangkan, layak untuk dijadikan partner seumur hidup. Maka dalam hal ini, bukan pada output hari ini, melainkan outcome—sesuatu yang akan memiliki dampak dan manfaat jangka panjang.
Oleh karena itu, jika dalam proses yang (barangkali) kamu lalui terasa melelahkan, seolah dari pihakmu yang merasa berjuang sendiri, maka cek ulang kembali dimana letak salahnya—apakah perasaan tersebut bisa divalidasi, atau sebatas perasaan yang berbasis keraguan semu yang menjad ciri khas sebelum akad terjadi.
Di fase inilah, masing-masing kita berada pada fase krusial. Sebuah fase yang menuntut adanya kedewasaan dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan-keputusan genting. Berlindung dan minta selalu petunjuk dari-Nya. Semoga ikhtiar baik senantiasa hadir, walapun baru sebatas angan di dalam hati dan kepala.
Yeah, of course it's only my random thought. Might delete later if it gets weird, but letting it sit for now 😃















