Minta Tolong kepada Allah, Lalu Jangan Lemah
Di antara beban yang membuat langkah terasa berat adalah ketika seseorang hanya memilih salah satu dari dua jalan: berusaha tanpa bergantung kepada Allah, atau berharap kepada Allah tanpa mau bergerak.
Yang pertama bisa melahirkan kesombongan ketika berhasil dan kehancuran ketika gagal.
Yang kedua bisa berubah menjadi alasan untuk malas, padahal pintu ikhtiar masih terbuka.
Nabi ﷺ mengajarkan keseimbangan yang indah:
احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجِزْ
“Bersungguh-sungguhlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah.”
(HR. Muslim)
Wasta‘in billāh wa lā ta‘jaz.
Mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah.
Hadits ini memulai nasihatnya dengan arah yang jelas: kejarlah yang bermanfaat.
Bukan semua hal harus diikuti.
Bukan semua ajakan harus diterima.
Bukan semua kesibukan pantas menghabiskan umur.
Seorang mukmin perlu bertanya: ini mendekatkanku kepada kebaikan atau menjauhkan?
Ini memperbaiki agama, akal, keluarga, badan, rezeki, dan akhiratku, atau hanya menguras waktu?
Jika bermanfaat, bersungguh-sungguhlah.
Memulai kebiasaan baik yang selama ini ditunda.
Meninggalkan jalan yang sudah jelas merusak.
“Bersungguh-sungguhlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu.”
Tetapi kesungguhan saja tidak cukup untuk membuat hati selamat.
Karena kita mudah merasa kuat ketika semua berjalan sesuai rencana.
Mudah merasa paling tahu ketika hasil mulai terlihat.
Mudah lupa bahwa taufik bukan milik kita.
“Mintalah pertolongan kepada Allah.”
Sebelum melangkah, minta dibimbing.
Ketika berada di tengah perjuangan, minta dikuatkan.
Saat hasil belum datang, minta dilapangkan.
Ketika berhasil, minta dijauhkan dari ujub.
Ketika gagal, minta diberi sabar dan jalan baru.
Kita mengambil sebab, tetapi hati tidak boleh bersujud kepada sebab.
Kita menyusun rencana, tetapi hasil tetap di tangan Allah.
Lalu datang kalimat yang tegas:
Jangan menyerah sebelum mencoba.
Jangan tenggelam dalam penyesalan yang tidak mengubah apa-apa.
Jangan jadikan takut sebagai tembok yang menutup pintu kebaikan.
Jangan biarkan lelah membuatmu meninggalkan shalat, doa, amanah, dan perbaikan diri.
Seorang mukmin bisa lelah.
Tetapi ia tidak dibiarkan sendirian, selama ia tahu kepada siapa harus meminta pertolongan.
Ambil yang bermanfaat.
Sandarkan hati kepada Allah.
Bangkit, meski langkahmu kecil.
Untuk yang sedang belajar, pegang nasihat ini.
Untuk yang sedang mencari nafkah, pegang nasihat ini.
Untuk yang sedang memperbaiki ibadah, pegang nasihat ini.
Untuk yang sedang membenahi keluarga, pegang nasihat ini.
Untuk yang sedang melawan malas dan dosa, pegang nasihat ini.
Kita tidak diperintah menjadi kuat sendirian.
Kita diperintah bersungguh-sungguh sambil terus meminta pertolongan Allah.
Ya Allah, tunjukkan kepada kami apa yang bermanfaat dan kuatkan kami untuk menjalaninya.
Jangan serahkan kami kepada diri kami sendiri.
Tolong kami dalam urusan agama, dunia, keluarga, rezeki, dan akhirat kami.
Jauhkan kami dari malas, lemah, putus asa, dan menunda kebaikan.
Jadikan kami hamba yang berikhtiar, bertawakal, dan kembali kepada-Mu dalam setiap hasil.