Al Quds Tanggung Jawab Siapa?
Tanah Syam tempat berdirinya Masjidil Aqsha, kini tengah mencekam... di 10 malam terakhir Ramadhan tentara zionis mengkudeta mesjid. Membuat org2 yg beritikaf terjebak dan harus bertahan di dalam selama berhari2. Bersiaga melawan penjajah berpistol hanya bermodal bongkahan batu.
Masyarakat sipil di sekitar dianiaya, tak peduli anak2 pun wanita. Darah dimana2. Kondisi ini sangat jauh terbalik dengan kondisi kita saat ini di Indonesia... Saat kita sibuk dengan urusan2 tak penting, diperbudak teknologi dan inovasi, dan masih mencitakan berbagai pencapaian dunia, cita2 warga syam hanya satu yaitu mati sebagai syahid.
Barangkali apa yang terjadi di Masjidil Aqsha belakangan ini berati berkah bagi mereka yang selama ini bermimpi mati sebagai mujahid. Sebaliknya ini adalah ujian bagi kita, Allah ingin tahu bagaimana respon dan reaksi kita menyimak kondisi tersebut.
Meski situasinya amat mencekam, adalah suatu kemuliaan bagi para penjaga Masjidil Aqsha yang harus berjuang bertepatan di malam2 terakhir Ramadhan dimana ada Lailatul qadr didalamnya. Juga bagi kita yang tergerak hatinya untuk berperan serta membantu sekecil apapun dalam bentuk apapun semoga menjadi sebab kita layak peroleh lailatul qadr tahun ini. Aamiin
Allah memang menggilirkan kalah dan menang dalam perang. Untuk menguji hambanya, karena ada sebagian yg Allah inginkan wafat husnul khatimah ketika sedang sabar diuji (Rakyat Palestina Contohny). Atau ada yg Allah kehendaki meninggal dalam jihad agar ia dimuliakan sebagai syahid.
Dan agar Allah menambah2 kesesatan orang kafir dengan kemenangan dan kesenangan yang menipu,
"Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir itu menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka adzab yang menghinakan [Ali Imran.3:178]
Mari kita kupas sedikit tentang konflik yang terjadi disana antara ...
Apa kita tahu lambang bendera Israel, bersegi enam yang diapit dua marka biru. Kedua garis tebal itu menurut mereka adalah sungai nil dan Eufrat. Inilah cita2 mereka sebenarnya yang ingin menguasai seluruh wilayah yang mencakup kedua sungai tsb. Maka sesungguhnya Mesir, Yaman, Oman, Saudi, Qatar, UEA, , Kuait, Yordania, Suriah, Lebanon , Turqi, dan irak tidak aman dari rencana besar mereka.
Lihat saja yang terjadi Israel tak puas dgn tujuan menjadikan Jerusalem sebagai ibukota negaranya. Dan mrka terus memperluas wilayah jajahan ke daerah2 sekitarnya.
Palestina akan menjadi bumi ribath sampai akhir zaman, peperangan akan senantiasa terjadi. Dan jika usai maka itulah waktunya kiamat begitu Sabda Rasulullah. Palestina akan menjadi bumi hijrah di akhir zaman, saat kekacauan akhir zaman yang ditimbulkan dajjal dan para tentaranya, maka mereka yang selamat adalah mereka yang berhijrah ke tempat hijrahnya Ibrahim, lalu yang tersisa di muka bumi lain hanya orang2 jahat, Palestina akan menjadi tempat Tegaknya khilafah akhir zaman, Palestina adalah tempat bertahannya iman akhir zaman, Palestina adalah tempat berlindung dari Dajjal. Sehingga seberapapun tak pedulinya kita pada Palestina, Al-Haq akan tetap tegak disana.
Rasulullahshalallahu alaihi wasallam bersabda, “Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang berada di atas kebenaran, mengalahkan musuh-musuhnya, dan orang-orang yang memusuhi mereka tidak akan mampu menimpakan bahaya terhadap mereka kecuali sedikit musibah semata. Demikianlah keadaannya sampai akhirnya datang urusan Allah.” “Wahai Rasulullah, di manakah kelompok tersebut?” tanya para sahabat. “Mereka berada di Baitul Maqdis dan pelataran Baitul Maqdis.”
Meski situasinya kini demikian genting mencekam , namun Rasulullah pernah bersabda "Pergilah ke Syam karena itulah bumi Allah paling baik"(HR.Ahmad, Abu Dawud, Ibn Hiban, Al Baihaqi, dan Al- Hakim),Allah memilih manusia terbaik utk hidup disana, dan akan datang suatu masa ketika semua org beriman pasti akan pergi ke Syam (tempat dajjal akan kalah)
Berbahagialah pemukim Syam dgn Masjidil Aqsha. Bumi yang disebutkan banyak nash.Salah satunya dalam firmanNya
"Seandainya Allah tidak menahan, keganasan sebagian manusia dengan sebagian yang lain niscaya rusaklah bumi ini" (QS:2:251)
Salah satu makna ayat tersebut, dikaitkan dengan kondisi para mujahid disana, bertahan bukan untuk kemerdekaan bangsanya, tetapi untuk menyelamatkan seluruh dunia termasuk kita di Indonesia... Sebab Allah hendak menahan keganasan segolongan manusia, yang bila tidak ditahan maka keganasan itu akan merusak seluruh bumi.
Dgn pemahaman ini,bukankah penduduk Syam yang ada di garis depan. Mewujudkan firman Allah di Surat Albaqoroh 251 untuk menahan kerusakan luas di bumi yang ditimbulkan kaum zionis? Maka bukankah mereka adalah pahlawan kita semua?
Mereka berjuang di negeri Syam, yang oleh Allah disebut tanah muqadassah yang suci dan bumi mubarakah yang diberkahi. Tidakkah kita tertarik untuk menadah cucuran berkah dan kesuciannya dgn membuat saluran penghubung, yakni dgn mendukung perjuangan mereka meski hanya dgn harta, seruan, dan doa semampu yang kita bisa.
Sementara mereka mewakili kita dengan bayaran yang lebih mahal, bukan hanya tanah dan harta tp dengan darah dan nyawa?
Kita khawatir... Bukan pada mereka yang hidup dan matinya berada dalam jaminan Allah. Kita khawatir pada diri kita, yang hidup tenang bergelimang nikmat. Jika itu tanda Allah sedang memuliakan kita, bukankah Warga Syam harusnya lebih pantas , namun mengapa itu tak terjadi pada mereka saat ini?
Kita khawatir jika kita tak tersentuh sedikitpun dgn kondisi yg ada dan tak tergerak mengambil andil kecilpun dlm perjuangan mereka. Jangan2 nikmat yang sedang kita peroleh ini adalah "Istidraj"
Nyatanya tanah Syam ... Yang kita, menghindar darinya, takut untuk kesana, khawatir berhubungan dengannya adalah saksi pertarungan haq dan batil hingga hati kiamat
Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? Yaitu kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui, niscaya Allah mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam surga ‘Adn. Itulah kemenangan yang agung. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin.” (QS. As-Shaf/61: 10-13).
(sebagian informasi didapat dari buku Lapis Lapis Keberkahan karya ust. Salim.A.Fillah