Di Penghujung 2025
Di penghujung 2025 ada beberapa rencana yang tidak ingin kusembunyikan untuk melangkah ke 2026. Biarkan saja rencana ini berjalan naik dan turun, bertambah atau berkurang. Aku membiarkan diri ini belajar menerima dan melihat dari beragam sisi yg positif. Aku sudah merenungkan dan membiarkan diriku berproses, bagaimana pun prosesnya nanti.
Pertama, karena sepanjang 2025 aku seringkali merasa sedih pada ujian yang menimpa kami, menimpaku. Kawatir dan cemas yang rasanya tak berkesudahan. Ada genggaman harap yang tidak lepas yg mungkin kusadari adalah ego. Aku ingin melepasnya, tapi kuizinkan diriku belajar terlebih dulu. Karena ternyata ujian adalah cara Allah untuk mencintai hambanya. Namun aku menyambutnya dengan kawatir, cemas, takut. Di 2026 nanti aku ingin mencintai kembali ujian ini, mendambanya sebagai bagian dari takdir yang tidak tahu apa. Membelai dan bukan menggengamnya, mensyukuri dan bukan menangisinya. Menjalani yang terbaik, dan percaya semua yang kulakukan sudah terbaik. Cukup. Karena yg tersisa bagi manusia hanya perjalanan, apa yang diberi, apa yang diambil, apa yang diterima aku tidak pernah tau.
Kedua, aku ingin mengenali emosi apa saja yang ada dalam diriku. Aku ingin mengenali sedihku, merangkulnya, berkenalan dengannya dan mengakui bahwa setiap emosi adalah bagian dariku. Aku ingin menyediakan ruang bagi mereka sehingga mereka tidak berkeliaran seperti hantu. Aku ingin me-manage semua itu dengan baik. Karena selama ini aku banyak memiliki emosi yang tidak kuakui, aku berpura-pura tegar, kuat, berpura-pura bahagia, padahal terkadang tidak juga. Tapi segala kepura-puraan itu hanya sebuah luka yang dianggap tidak ada. Aku ingin pulih mental lahir batin.
Ketiga, aku ingin berafirmasi positif pada diriku. Menyilakan diriku untuk berbuat salah, menyilahkan diriku untuk keliru, juga menyilahkan diriku karena pantas mendapat berkat dari semesta. Segala yg positif dan pantas kuterima, segala yang lemah dan wajar saja. Segala kesalahan yang membuat aku berkembang, segala kenikmatan yang aku patut dapatkan.
Keempat, aku ingin menempatkan diriku pada sebuah proses. Dimana dalam proses itu aku bisa berkembang tapi bisa down juga. Aku ingin bertumbuh satu persen minimal. Setidaknya ada yang bisa kubanggakan pada diriku dan kekuatanku.
Kelima, aku ingin berterimakasih banyak dan banyak memeluk diri sendiri. Terimakasih karena sudah berjalan sejauh ini, terimakasih sudah bertumbuh, terimakasih pada jiwa dan raga yg masih bersatu. Aku ingin memeluk diriku lebih sering, mencintai diriku lebih luas, memuji sekecil apapun pencapaianku hari harinya. Aku ingin bertumbuh sekecil apapun dan aku harus bangga.....














