Masa peralihan dari SMA ke Kuliah..
Masa dimana kebingungan mau kemana? Bingung mau mondok aja atau lanjut kuliah.
Dulu aku pernah punya keinginan untuk mondok dan menghafal Alqur'an aja dengan alasan malas untuk belajar, aku sempat berfikir walaupun berat untuk menghafalnya tapi aku merasa bakal hanya fokus pada satu tujuan dan target untuk jadi penghafal Alqur'an.
Tentu saja aku pernah mengutarakan keorangtua waktu sambangan pondok, reaksinya? Mereka kaget karena itu bukan suatu hal yang mudah dan termasuk keputusan yang besar. Ayah dan Ibu tau kalau anaknya hanya FOMO dan punya niat yang salah.
Sempat kekeh dan ngeyel dengan keputusan itu tentu saja itu zaman dimana aku sekeras kepala itu. 'nanti kan bisa kuliah habis mondok malah bisa dapat beasiswa buat tahfidz' eyelku tapi ayah dan ibu hanya saling berpandangan masih kaget tentu saja.
Karena tidak mau membuat keributan akhirnya mereka memutuskan untuk pulang, sebelum itu ayah bilang kalo aku harus memikirkannya lagi dan lagi. Karena nanti kalo sudah tidak belajar disekolah aku bakal malas untuk lanjut kuliah. Sekarang aku sadar orangtuaku tentu saja tau kalo aku pemalas, penakut dan keras kepala.hehe.
Singkat cerita teman-temanku mendaftar SNMPTN, SBMPTN, SPANPTKIN dan mempersiapkan dengan sengguh untuk masuk kesekolah yang mereka impikan. Aku lagi-lagi FOMO tanpa tau tujuan ingin jurusan dan kuliah dimana.
Aku yang penakut dan tak punya tujuan ini melihat teman-teman sudah tau arah dan maunya kemana, dengan kesotoyannya ikut daftar dan milih asal-asalan karena bestie ambil jurusan itu. Padahal dari orangtua sudah memberikan saran yang tentu saja sesuai kemampuan anaknya. Balik lagi anak remaja tanggung yang keras kepala. Hahaa
Akhirnya keterimalah aku dengan jurusan yang aku sendiri nggak tau bakal gimana dan bisa jadi apa. Saat pengumuman itu disaat teman-teman yang lolos tanpa tes gembira dan diberikan selamat oleh otangtuanya. Orangtuaku menyayangkan kenapa aku ambil jurusan itu dan langsung memberi penolakan aku tidak boleh mengambil itu. Aku sedih tapi disisi lain merasa bodoh kenapa dari awal tidak mengikuti saran orangtua saja.
Aku heran kenapa dulu sangat tidak bisa diandalkan dalam membuat keputusan. Terlalu gegabah dan grasak grusuk mana FOMOan anaknya hmmm.