Jujur saja, ini pertama kalinya aku merasa kebingungan hanya karena seorang lelaki.
Aku bimbang di antara hidup hanya sekali, atau terus menyakiti diri.
Ia bersikap seolah tidak peduli. Meski kadang, ucapannya berhasil menenangkan hati.
Ia pernah menghampiri. Sekedar basa-basi karena melihatku kacau begini.
Entahlah. Harusnya ia tak usah peduli. Hal itu membuat persoalan ini lebih rumit lagi.
Tapi meski ia berada di sampingku, aku merasa ia jauh sekali. Seakan tidak ada di sini.
Karena aku tahu. Bahwa hanyalah aku, yang jatuh sendiri.
9 July '20









