Ternyata, bagian tersulit dalam hidup bukanlah menghadapi kenyataan, melainkan menerimanya.
Sebab menerima bukan berarti berhenti berharap. Menerima adalah memilih percaya bahwa Allah selalu mengetahui apa yang terbaik, meski jalan-Nya tak selalu sama dengan yang kita rencanakan.
Ada hal-hal yang tak perlu dipahami seluruhnya. Cukup dijalani dengan sabar, disyukuri saat dilapangkan, dan diikhlaskan saat diuji.
Barangkali, di situlah hidup menemukan maknanya: ketika hati berhenti memaksa, lalu belajar ridha atas setiap takdir yang Allah tetapkan.
Karena sering kali, ketenangan tidak datang ketika semua keinginan terpenuhi, tetapi ketika hati mampu berkata, "Ya Allah, aku percaya pada pilihan-Mu dan juga ketetapan-Mu"










