Ternyata Bagian Sulitnya Adalah Menerima
Segala hal yang terjadi dalam hidup sering kali terjadi di luar kendali. Dan sebagai manusia kita seolah tengah dididik untuk belajar menerima. Pada hal-hal yang indah dan kita harapkan rasanya memang mudah diterima begitu saja. Tapi, bagaimana dengan hal-hal yang buruk?
Menerima takdir yang tak kita senangi adalah bentuk ujian apakah kita mampu tetap percaya dan berbaik sangka atas musibah yang menimpa. Apakah kita mau tunduk pada kuasa-Nya meskipun kita tak tahu menahu akan hal itu dan tidak pernah kita duga sebelumnya.
Segala hal dalam hidup sebelum kita jalani dan hadapi memang selayaknya diterima dulu. Tanpa penerimaan kita akan sulit membawa hati kita untuk ikhlas. Karena bagaimanalah kita belajar memaafkan, jika kita masih belum menerima kesalahan. Bagaimanalah kita belajar bersabar jika kita masih belum menerima ujian. Bagaimanalah kita belajar akan perjuangan jika kita belum bisa menerima kegagalan dan kekalahan.
Penerimaan seolah jadi pintu untuk kelegaan hati. Maka pada tiap-tiap yang datang, pada yang Allah berikan, mari kita belajar menerima terlebih dulu. Saat hati telah belajar menerima, rida, dan rela, kemudian diiringi baik sangka pada Allah, in syaa Allah hal-hal baik dan hikmah-Nya akan membuat kita mengerti alasan Allah membawa kita sejauh ini.
Terimalah, bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah bagian dari takdir-Nya yang barangkali saat ini belum kita ketahui, tapi kelak akan kita syukuri. Berbaiksangkalah, sebab Allah pasti tak pernah salah dalam mengatur hidupmu. Jika hari ini kita masih belajar menerima, tak masalah, sebab hati juga perlu diberi ruang untuk belajar lapang. Percayalah, setiap cobaan dan ujian adalah bagian dari cara Allah mendidik kita untuk menjadi lebih baik.