Bukankah kita kadang butuh seseorang.
Bukan sahabat, bukan orangtua, bukan teman atau siapapun.
Seseorang yang mampu mengisi kekosongan. Yang mampu menyanjung kita seperti ia menyanjung senja. Seperti ia menyanjung keindahan.
Kita kadang butuh seseorang, walau kadang kita merasa diri kita pun sudah cukup.
Karena Tuhan sesungguhnya telah menciptakan manusia dengan sebelah hatinya yang hilang. Berusaha menemukan kepingan sebelah hatinya adalah keharusan.
Garis Tuhan yang tidak meluruskan proses tersebut harus kita nikmati dan jadikan pelajaran, Iri hati bisa jadi datang pada misi pencarian sebelah hati kita.
Bertanya, kapankah kita dapat berbagi tawa, sedih, susah, senang kita dengan si sebelah hati. Bertanya apakah sebelah hati kita akan menyayangi dan mencintai sepenuhnya seperti saat kita melihat satu hati yang telah bertemu.