Bau khas tandus yang diguyur
Kuncup merekah di balkon rumah
Tatap dua insan saling berbalas
Sua kita seperti bumi sore itu
Saling beradu tak lagi semu
"Hanya 365 hari, tidak kurang, mungkin lebih"
Angin bersiru, ombak bersabung
Genggamnya tak lantas lepas
"Baca lagi enam larik Sapardi," bisiknya
Tentang seseorang yang harus berjarak waktu dan tempat dengan pasangannya. Lalu bertemu pun hanya untuk pamit kembali. Berat, tapi mencoba kuat. Sepanjang obrolan di temani riak hujan di penghujung Agustus. Ini bukan bulannya hujan. Setelah kemarau, ini kali pertama. Wangi seduhan kopi kalah kuat dengan petrikor (bau khas setelah hujan) sore itu. Tuan harus kembali menjadi 'abdi' di negeri sebrang. Kepulangan kedua dalam setahun, dan kembali izin untuk menahun.
Pertemuan antara keduanya seperti pertemuan hujan dan tanah untuk pertama kalinya. Baunya khas, menenangkan, menyenangkan. Bahkan menurut Psychology Today, aroma tanah ini bisa memicu emosi dan memori.
Untuk kamu pejuang LDR atau LDM, seperti kata Sapardi, dan laki-laki ini pun menyuruh wanitanya membaca "Sajak-Sajak Kecil Tentang Cinta", itu pun tahu dari wanitanya saat membacakan untuknya. Laki-laki harus bisa menenangkan, perempuan harus bisa menguatkan, begitupun sebaliknya. Selalu ada cara bagaimana memupuk rindu tanpa temu.