Cerita Malam Kita
Gerbang malam terbuka dan menyerap hawa bulan yang melayang menuju hari lain berwarna perak. Kamu melihat gerombolan serigala di setiap sudut jalan mencabik-cabik kesunyian. Kamu tahu bahwa setiap belokkan di ujungnya hanyalah khayalan. Dan di setiap malam, deru laju roda kereta kuda yang lenyap, derapnya menelan mimpi dan menyamarkan jarak. Seluruh jejak hilang dan menjadi genangan. Roh-roh bergentayangan dan kita cuma bisa mendengar langkah kaki sendiri bergetar dalam sunyi. Melangkah masuk jauh ke dalam lorong gelap. Ujungnya adalah kengerian bagi jiwa. Udara yang mengalir masuk ke dalam paru-paru kita adalah dendam berbau amis darah. Lonceng malam terlihat diselubungi kabut putih. Dentang, pula dentingnya merobek benda-benda sekitar. Dan untuk sejenak, seluruh permukaan dinding di sekitarnya menampakkan begitu banyak wajah dan kita teringat akan begitu banyak cerita.









