https://youtu.be/yTn3bBs91Jc
seen from China
seen from China

seen from Poland
seen from United Kingdom
seen from Türkiye
seen from Saudi Arabia
seen from China

seen from Malaysia
seen from United Kingdom

seen from Israel
seen from China
seen from Germany

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Italy
seen from China
seen from China
seen from Egypt

seen from Italy

seen from Singapore
https://youtu.be/yTn3bBs91Jc

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
yang bersuara disuruh diam,
yang diam jadi kambing hitam.
Indonesia, Selamat Malam.
September 2019, pukul 22:23
Istirahatlah
Kubuat delapan arah mata angin itu terpusat
pada satu jiwa yang lelah, tak berarti
ia lemah. Ia hanya perlu mundur sedikit
untuk melompat tinggi. Tak ubahnya kau? Dilalap
api penuh dengki dan jiwa ternodai begitu
kotor dan rapuhnya seperti kayu yang digonggongi
rayap dan kau turut koyak.
Rezim ini menggulingkan kesucian anak baru lahir.
Yang mana pucuk daun teh terbaik dipetik
untuk diseduh menjadi segelas air kehidupan tapi
ia malah jatuh hempas pada pojok utara yang
begitu kelabu. Di sana, bersemayam jiwa-jiwa yang
melambai mengikuti tiupan angin yang
membuat pohon nyiur menari dalam bayang.
Rezim itu ialah dalang, dan menggerakan luwes
wayang-wayang Jawa dan mengisahkan Babad Tanah Jawi, dan
si jangkung kurus Petruk menolak kisah sang dalang.
Kawan-kawannya bermunculan dan
memberontak sang dalang. Sang dalang telah
merubah cerita dan dewa-dewa patut marah.
Istirahat, Mbakyu, Mas. Pura-pura mati saja.
Supaya ketika bangun, muda-mudi sekalian menggemparkan
panggung retorika. Kekuatan rezim sudah harus mati. Sudah
harus musnah. Kaulah para wayang - saatnya kau menghidupkan
jiwa yang sempat lelap untuk waktu yang lama. Kau
akan tahu, pada akhirnya, semuanya tak ada artinya lagi.
Istirahat. Mari-mari.
n.a.f
A little fanart of @doublethickcustard 's sexy character Rezim! 9 v 9 I had to do this, dear. I hope you really like him! ; ~ ; And I am so sorry, he looks so much like Belial, but I tried... okay? I TRIED!
-- ▌ Tools used: Clip Studio Paint ▌ Adjustments: PS CS6 ▌ Character / Design / belongs to @doublethickcustard ▌ NO USE WITHOUT MY WRITTEN PERMISSION
Mahasiswa “akrab” dengan rezim penguasa (?)
Dalam beberapa hari terakhir, media sosial kembali ramai oleh sebuah peristiwa. Peristiwa itu adalah adanya sebuah kegiatan yang dinamakan Jambore Mahasiswa Nasional di Buperta Cibubur. Konon klaim yang dinyatakan oleh panitia adalah acara tersebut dihadiri 3000 mahasiswa dari berbagai kampus. Tidak jelas siapa yang mengadakan acara ini, tidak ada logo lembaga apapun pada spanduk acara. Tapi kejanggalan jelas terlihat, karena acara yang katanya menjadi ajang konsolidasi justru dibuka oleh 2 menteri dari Kabinet Kerja. Disebutkan dalam rilis berita Republika bahwa Jambore ini dibuka oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Menurut saya ini hal yang luar biasa. Kenapa? Sebuah acara yang bahkan tidak jelas siapa yang mengadakan bisa mendatangkan 2 menteri sekaligus untuk membuka. Ditambah juga ternyata dihadiri oleh kedatangan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki menurut berita yang dirilis VIVAnews. Makin jelas kecurigaan siapa yang berada di balik acara jambore ini. Lalu keberjalanan acara tersebut diisi oleh pemberian materi oleh pembicara-pembicara mengenai suatu materi, dengan salah satu pembicaranya adalah Antasari Azhar yang bercerita soal kasus kriminalisasinya. Ternyata materi-materi yang disampaikan pada acara tersebut mengarah pada suatu isu. Sebagian besar materi pada 2 hal, politisasi agama dan SBY. Makin bertambah dan bertambah kecurigaan saya. Bukti-bukti foto yang beredar jelas menunjukkan bagaimana doktrinisasi para pembicara ini kepada mahasiswa
Yang lebih mengherankan lagi adalah apa yang terjadi pada akhir kegiatan tersebut. Kegiatan tersebut diakhiri dengan adanya sebuah aksi unjuk rasa yang justru diadakan depan rumah mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menurut berita yang dirilis oleh Kompas. Baru pertama kali, ada sebuah aksi unjuk rasa di depan rumah mantan Presiden RI. Bahkan seorang Soeharto yang pernah dituntut atas rezim Orde Baru, Gus Dur yang dilengserkan oleh MPR, dan Megawati yang dinilai bertanggung jawab atas penjualan aset negara tidak pernah mengalami unjuk rasa di depan rumah pribadi setelah tidak menjadi Presiden. Kenapa SBY? Ada kaitannya kah dengan AHY yang nyalon di Pilkada DKI dan SBY turun gunung? Ada kaitannya materi pada saat Jambore dengan kasus Ahok yang didukung PDI-P partai penguasa saat ini.
Sepanjang perjalanan bangsa Indonesia yang sebentar lagi akan memasuki umur 72 tahun. Pergerakan mahasiswa selalu tidak ‘harmonis’ dengan rezim penguasa, siapapun presidennya, siapapun partai yang berkuasa. Karena hakikatnya pergerakan mahasiswa hadir ketika permasalahan di negara ini belum terselesaikan serta ketika ketidakadilan masih ada dan itu menjadi tanggung jawab pemerintah yang mengelola negeri ini. Di era Sukarno pergerakan mahasiswa yang paling besar adalah peristiwa Tritura pada 1966 yang menewaskan seorang mahasiwa UI bernama Arif Rahman Hakim, sang pahlawan Ampera. Isu yang dibawa adalah menuntut Pemerintah Soekarno untuk melaksanakan 3 hal yaitu bubarkan PKI, rombak kabinet Dwikora dan turunkan harga sembako. Di era Suharto yang represif terhadap pergerakan, mahasiswa juga tetap melakukan pergerakan mengkritisi pemerintah seperti peristiwa Malari yang mengkritisi penanaman modal asing serta tentu saja aksi reformasi 1998 yang turut serta membuat Soeharto mundur. Begitu juga Presiden Habibie yang masih merasakan gejolak aksi reformasi karena masih dianggap antek Orde Baru dan pertanggung jawabannya tidak diterima MPR
Presiden Abdurrahman Wahid alias Gusdur juga merasakan pergerakan mahasiswa terutama saat-saat jelang beliau dilengserkan. Di era Megawati pun tak luput dari aksi mahasiswa akibat privatisasi beberapa BUMN dan harga BBM yang melonjak dari 2500 menjadi 4500 rupiah per liter. Era SBY selama 2 periode juga dilalui dengan begitu banyak aksi mahasiswa, terutama terkait dengan politik “Yoyo” menaikkan dan menurunkan harga BBM, yang paling dikenal adalah tahun 2008 yaitu aksi BEM-SI dengan tuntutan Tugu Rakyat (Tujuh Gugatan Rakyat) menjelang pilpres 2009. Era Jokowi? Sudah terukir jelas aksi serentak Maret 2015, 21 Mei 2015, 28 Oktober 2015, 21 Mei 2016 dan 28 Oktober 2016. Semua aksi tersebut jelas menyuarakan dan menuntut kepada pemerintah dan tidak “akrab: dengan rezim penguasa
Maka sejak kapan mahasiswa bisa begitu “akrab” dengan rezim penguasa seperti mahasiswa-mahasiswa peserta jambore ini? Saya yakin tidak semua mahasiswa seperti itu. Aliansi BEM Seluruh Indonesia yang beranggotakan BEM kampus besar seperti UI, ITB, IPB, Unpad, UPI, Undip, UGM, UB, ITS, Unsri, Unand dll. sudah mengeluarkan pernyataan sikap bahwa tidak terlibat dalam Jambore tersebut. Semoga mahasiswa-mahasiswa yang ikut jambore tersebut sadar bahwa mereka hanya menjadi alat politik penguasa untuk menekan siapapun yang menganggunya. Maka berhati-hatilah, idealisme harus selalu dijaga, karena mahasiswa tetap menjadi agen perubahan dan kontrol sosial sampai kapanpun. Selama ketidakadilan masih ada di negeri ini, selama itu pula mahasiswa akan terus bergerak mengawal pemerintahan, bukan membela pemerintahan. Semarang, 8 Februari 2017 YAPW

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Bendera Topi Jerami atau Jolly Roger
Foto: Bendera Topi Jerami | Sumber: Pxfuel Akhir-akhir ini para elit di pusat republik dibuat gusar dengan pengibaran bendera Bajak Laut dari cerita komik ‘One Piece‘. Bermula dari sekelompok sopir truk yang kini juga diikuti oleh rakyat lainnya, terutama yang masih muda. Ya tuan, karena yang sudah berumur (di atas 50 tahun) kurang mengenal alur cerita dari komik ini. Sebenarnya ianya tak hanya…
Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Jogja Peduli Demokrasi Gelar Aksi, Roby; Hentikan Politik Dinasti
Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Jogja Peduli Demokrasi Gelar Aksi, Roby; Hentikan Politik Dinasti
Pewarta Nusantara.com – Ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat (AM) Yogyakarta laksanakan aksi demonstrasi di pertigaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jumat (6/10/2023).
Pasalnya, aksi yang digelar ini dalam rangka menyikapi situasi demokrasi yang akhir-akhir ini semakin memburuk, apalagi menjelang pemili tahun 2024.
Roby selaku Kordum dari AM mengatakan, bahwa hilangnya nilai-nilai demokrasi berdampak kepada seluruh sektor kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia menyampaikan banyak persoalan yang belum terselesaikan seperti isu pendidikan dan agraria jelang Pilpres 2024.
“Masyarakat justru dihadapkan dengan praktik-praktik politik yang kotor sehingga menjadi pembodohan politik yang terjadi di tengah masyarakat,” kata Roby dalam orasinya.
Ia menyayangkan beberapa keputusan yang dikeluarkan oleh Pemerintah saat ini, karena dianggap hanya menguntungkan segelintir orang saja.
Menurutnya situasi ini tidak menunjukkan edukasi politik yang baik bagi generasi muda pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum.
Ia menegaskan keserakahan dalam kekuasaan menimbulkan efek buruk terhadap kehidupan bangsa dan bernegara. Menurutnya potensi dibangunnya dinasti politik harus dikritisi.
“Mahasiswa dan masyarakat hari ini harus memiliki peran sebagai agen kontrol pada sistem demokrasi yang berjalan di negara yang katanya menganut prinsip demokrasi ini,” tegas Roby.
Ia mengingatkan pemerintah terutama jokowi untuk tidak mengintervensi MK dalam memutuskan ambang batas umur Calon dan Wakil Presiden. Apalagi yang kita tahu ketua MK adalah ipar Jokowi sekaligaus paman dari gibran.
Selain itu, kata Roby, tidak pantas bagi pemimpin memberikan keuntungan terhadap segelintir orang saja. Terlebih jika hanya memberikan keuntungan kepada keluarga sendiri.
“Hal ini tentu wajib untuk ditolak dan respon cepat agar tidak berdampak pada semakin merosotnya demokrasi di negara yang kita cintai ini,” tandasnya.
New Post has been published on https://www.pewartanusantara.com/aliansi-mahasiswa-dan-masyarakat-jogja-peduli-demokrasi-gelar-aksi-roby-hentikan-politik-dinasti/