Mungkin aku tak ingin menulis lagi..
Mungkin aku tak ingin menulis lagi karena seberapa banyak pun tulisan yang kusampaikan akan selalu berlabel bahwa pecundang tak layak didengarkan. Mungkin aku tak ingin menulis lagi karena dengan kata-kataku telah membuatmu bersedih dan terluka. Mungkin aku tak ingin menulis lagi karena terlalu takut untuk mengatakan kebenaran sebab aku mulai ragu apakah kebenaran itu masih berlaku. Mungkin aku tak ingin menulis lagi karena rutinitas telah membuatku tak sensitif dengan keadaan sekitar. Mungkin aku tak ingin menulis lagi karena aku merasa sudah tak mampu, aku telah menjadi manusia masa kini yang tak tertarik melihat masa depan. Mungkin aku tak ingin menulis lagi karena jemariku sudah tak bisa lagi merasakan lembutnya kulitmu. Mungkin aku tak ingin menulis lagi sebab cahaya dan gelapmu sama-sama tak mampu kudeskripsikan. Mungkin aku tak ingin menulis lagi sebab senyummu sudah kepunyaan orang lain yang ternyata adalah obat paling ampuh bagi resahku.
Tapi,
Mungkin aku ingin menulis lagi hanya untuk sekedar bercerita tentang kisah kita pada semesta, tentang beberapa hal yang kurang beruntung dalam hidup ini, tentang waktu waktu malam yang ku habiskan dengan menatap langit dari balik mata jendela, tentang perjalanan yang seringkali membuat kita tersesat lalu menemukan jalan baru, tentang suara merdu panggilan dari ciptaan Sang Raja, kita berjalan menuju kedamaian dan saat itu masih dapat kuingat tiap langkah tanpa ada kata keluh terucap, bahwa kita bersyukur sampai disana.
-Rizwandra-
Jum'at 8/1/2021













