Bertahun Ngajar Anak-Anak Pedalaman Aceh Ngaji Gratis: Guru Ini Dihadiah Rumah Baru Jenderal TNI
Ketulusan dalam mengabdi sering kali mendatangkan rezeki yang tidak disangka-sangka. Hal inilah yang dirasakan oleh Katratunida (28), seorang guru ngaji di Desa Saweuk, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara.
Selama lima tahun terakhir, ia tanpa pamrih mendidik puluhan anak di pedalaman Aceh Utara untuk membaca Al-Qur'an. Hebatnya, Katratunida tidak pernah memungut biaya sepeser pun dari para santrinya.
Namun di balik kegigihannya, Katratunida bersama suaminya, Khodirun, dan kedua anak mereka harus bertahan hidup di sebuah rumah yang memprihatinkan. Rumah mereka nyaris lapuk, berdinding rapuh, dan beratap daun rumbia yang bocor di sana-sini.
"Kalau hujan, air langsung masuk. Anak-anak saya sampai bilang, 'Ibu, rumah kita kebanjiran.' Demi menenangkan mereka, saya terpaksa menghibur dan bilang, 'Enggak apa-apa, ayo kita nonton air terjun di dalam rumah.' Padahal, di dalam hati saya menangis," ungkap Katratunida dengan mata berkaca-kaca.
Setiap hari, rumah sempit tersebut menjadi tempat belajar bagi sekitar 35 santri dan pembinaan 20 remaja untuk perlombaan keagamaan seperti MTQ. Karena keterbatasan tempat, proses belajar sering kali harus dibagi menjadi beberapa gelombang atau menumpang di balai desa. Katratunida tidak pernah mematok tarif, ia hanya menerima infak sukarela seikhlasnya dari orang tua santri.
Impian Katratunida untuk memiliki rumah layak akhirnya terwujud lewat jalan yang tidak terduga. Peristiwa itu bermula saat sejumlah prajurit TNI sedang melakukan survei jembatan gantung Garuda yang rusak akibat banjir di desanya.
Di sela-sela kegiatan gotong-royong tersebut, seorang Jenderal TNI meminta izin masuk sampai ke dapur rumahnya yang memprihatinkan. Beliau kemudian berkata, "Ya sudah, rumah ini kita buat permanen ya, Bu."
Katratunida belakangan baru mengetahui bahwa sosok berbintang satu itu adalah Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, yang merupakan putra asli daerah Aceh. Aksi bedah rumah ini merupakan tindak lanjut program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari sang Jenderal.
Saat ini, proses pembongkaran rumah lama sudah mulai dilakukan secara gotong-royong oleh prajurit Koramil 02 Kuta Makmur jajaran Kodim 0103/Aceh Utara bersama masyarakat setempat.
Bagi Katratunida, bantuan ini adalah jawaban langsung dari Allah SWT atas doa-doanya selama ini.
"Kami sangat bersyukur atas kepedulian Bapak Jenderal Ali Imran kepada warga pedalaman seperti kami. Semoga Beliau selalu diberikan kesehatan untuk memimpin Aceh menjadi lebih baik," pungkas Katratunida penuh rasa syukur dengan air mata berlinang, Kamis (13/08/2026).