Negeri yang Salah Menanam
Katanya negeri ini kekurangan orang baik, padahal di tiap sudut kota masih tumbuh cahaya. Ada yang mengobati luka tanpa sorotan, menjadi manfaat meski namanya tak pernah dibaca.
Katanya kita kehilangan kejujuran, padahal nurani belum benar-benar mati. Masih ada tangan-tangan yang memilih bersih, meski dunia berkali-kali mengajarkan kompromi.
Namun aneh, tanah yang katanya subur ini justru menumbuhkan akar yang meracuni sumur. Yang naik seringkali bukan mereka yang pantas berdiri, melainkan yang pandai menjual wajah untuk mengatur.
Lalu aku bertanya pada malam yang panjang, krisis macam apa yang sedang kita warisi? Jika benih baik begitu banyak tersemai, mengapa yang dipanen selalu busuk berulang kali?
Mungkin masalahnya bukan tak ada cahaya, mungkin terang itu sengaja dipadamkan. Sebab ada tangan yang merawat gelap diam-diam, agar negeri ini lupa bagaimana bentuk terang.















