Masalah yang baru-baru ini gue sadari dan bener-bener baru adalah, gue masih suka merasa ga pantes di perlakukan dengan baik, diingat, dipertimbangkan...
Ini karena pesan yang Ajeng kirim ke gue di jam 10 malam sih!
Dia sering ngechat gue duluan setelah kita berdua resign. Pertama ketika dia nggak sengaja nyium parfum gue di orang lain dan dia jadi inget gue. Kedua hari ini ketika dia beres-beres dan nemuin surat dari gue dulu. Gue ga sanggup bales sekarang karena gue bawaannya pengen nangis.
Lalu ada Raissa yang masih mau berbalas TikTok sama gue, mempertahankan streak kita yang udah sering idup mati. Memanggil gue dengan panggilan (Kak).
Lalu ada Susan yang selalu ngajak gue ke Natsu, ice cream joint favorit kita. Yang bersabar menunggu gue milih jajanan tanpa membikin gue terburu-buru dan tenang tapi malah gue kacangin karena gue mulai lelah mendengarkan keluh kesah dia tentang kantor lama gue yang udah terasa jauh banget dari gue.
Lalu ada Ica. Dia juga sama kayak Raissa. Kita tetap terhubung lewat streak tanpa inti pembicaraan yang tetap dan jelas, dengan sisa-sisa keakraban dulu.
Tapi mereka semua lebih muda dari gue. Itu yang paling bikin melelahkan. Gue lelah dipanggil kak. Gue mau manggil orang lain kak. Gue pengen ngebayi sama yang lebih tua.