Writing is the only way to change the world without leaving bed.
Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia




#interview with the vampire#iwtv#the vampire armand#assad zaman


seen from Singapore

seen from Singapore
seen from Germany
seen from Singapore
seen from Türkiye
seen from United States
seen from Russia
seen from China
seen from Malaysia
seen from Malaysia

seen from Russia
seen from Russia

seen from Singapore
seen from Russia

seen from Russia
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from China
Writing is the only way to change the world without leaving bed.
Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Museum Ullen Sentalu
Museum Ullen Sentalu, (bahasa Jawa: ꦩꦸꦱꦶꦪꦸꦩ꧀ꦈꦭ꧀ꦭꦺꦤ꧀ꦱꦼꦤ꧀ꦠꦭꦸ, translit. Musiyum Ullèn Sentalu) terletak di Kecamatan Pakem (Kaliurang), Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, adalah museum yang menampilkan budaya dan kehidupan para bangsawan Dinasti Mataram (Kasunanan Surakarta, Kesultanan Yogyakarta, Praja Mangkunegaran, dan Kadipaten Pakualaman) beserta koleksi bermacam-macam batik (baik gaya Yogyakarta maupun Surakarta).
Museum ini juga menampilkan koleksi patung-patung yang berbentuk tokoh-tokoh bangsawan jaman dahulu seperti tokoh raja-raja beserta permaisurinya dengan berbagai macam pakaian yang dikenakan, baik untuk acara formal maupun untuk keseharian.
Pada tahun 2014 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta menerbitkan buku berisi koleksi unggulan museum di Daerah Istimewa Yogyakarta, di antaranya adalah koleksi unggulan yang dimiliki oleh Museum Ullen Sentalu.[3] Koleksi unggulan Museum Ullen Sentalu adalah sebagai berikut:
Lukisan Jumenengan, lukisan ini menggambarkan prosesi tarian sakral Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yaitu tari Bedhaya yang ditampilkan setahun sekali dalam rangka memperingati penobatan sultan.
Lukisan Busana Paes Ageng, lukisan ini menunjukkan detail busana pernikahan seorang wanita lengkap dengan tata rias Paes Ageng.
Batik bermotif Urang Wetan, kain ini pernah dikenakan oleh permaisuri KGPAA Paku Alam X yang bernama GBRAAy Retno Puwasa.
Museum Ullen Sentalu ini memiliki visi “Sebagai jendela peradaban seni dan budaya Jawa”. Hal ini diterjemahkan dalam misi museum yaitu “Mengumpulkan, mengkomunikasikan dan melestarikan warisan seni dan budaya Jawa yang terancam pudar guna menumbuhkan kebanggaan masyarakat pada kekayaan budaya Jawa sebagai jati diri bangsa.”
Nrima Ing Pandum
Nrima ing pandum adalah salah satu filosofi dalam budaya Jawa yang mengajarkan manusia untuk senantiasa menerima apa pun yang diberikan oleh Tuhan maupun sesama manusia kepada dirinya. Pepatah ini sering digunakan untuk menuntun seseorang agar bersikap legowo, yaitu menerima dengan lapang dada.
Dalam bahasa Jawa, nrima berarti tulus menerima, sedangkan pandum berarti pemberian. Dengan demikian, nrima ing pandum dapat dimaknai sebagai sikap tulus atau ikhlas dalam menerima segala sesuatu yang diberikan oleh Tuhan maupun orang lain. Dalam kehidupan sosial, filosofi ini juga dapat diartikan sebagai sikap bermurah hati kepada sesama. Sementara dalam kehidupan pribadi, nrimo ing pandum mengajarkan rasa cukup terhadap apa yang dimiliki. Tujuan akhirnya adalah agar manusia memperoleh ketenteraman batin dan kebahagiaan hidup.
Nrima ing pandum juga menyadarkan seseorang bahwa manusia tidak harus memiliki harapan yang terlalu tinggi hingga melupakan kehendak Tuhan. Filosofi ini bukan mengajarkan untuk berpangku tangan dalam keputusasaan, melainkan menuntun seseorang agar mampu menerima kenyataan ketika harapan tidak terwujud, secara legowo dan tanpa berlarut-larut dalam kesedihan yang dapat berdampak pada kesehatan mental maupun fisik.
Meski populer di kalangan masyarakat, tidak sedikit yang salah memahami makna filosofi ini. Nrima ing pandum sering dimaknai sebatas pasrah dan menyerah pada keadaan. Padahal, jika ditelusuri lebih dalam, filosofi ini sebenarnya berjalan berdampingan dengan prinsip makaryo ing nyoto, yang berarti bekerja secara nyata. Artinya, sebelum menerapkan nrimo ing pandum, seseorang harus terlebih dahulu melakukan usaha dan ikhtiar. Sikap menerima atau berserah diri baru diamalkan setelah segala daya upaya dilakukan. Oleh karena itu, konsep nrimo ing pandum secara utuh bukan hanya menerima keadaan apa adanya, tetapi juga menuntut adanya usaha sebelum menerima kenyataan.
Manusia memang tidak dapat melawan takdir ataupun menentang setiap langkah yang telah digariskan oleh Sang Pencipta, tetapi manusia tetap memiliki ruang untuk berikhtiar. Ketika usaha telah dilakukan namun hasilnya belum sesuai harapan, maka filosofi nrima ing pandum dapat menjadi pintu pembelajaran tentang keikhlasan dalam perjalanan hidup. Filosofi ini merupakan salah satu kearifan Jawa yang mengajarkan penerimaan sekaligus kebijaksanaan dalam menghadapi kehidupan yang terus berubah.
Rasa dalam Kata
Saya selalu terpesona dengan kata. Rangkaian huruf yang perlu dirangkai dengan sedemikian rupa agar menjadi sebuah pesan. Kemudian perlu juga dimaknai seperti sedang memecah sandi.
Pernahkah Anda berpikir seperti ini: kata-kata sebetulnya adalah deretan kode rahasia. Beruntunglah kita yang sejak kecil diajari untuk memahami pola-pola sandi tersebut. Kita yang bisa membaca sebetulnya merupakan encoder dan decoder pesan-pesan rahasia. Apa yang kita baca dalam keseharian sebetulnya merupakan kesepakatan sekelompok manusia dalam memahami lambang-lambang acak. Keren, kan?
Mempelajari bahasa lain sama saja dengan mengetahui lebih banyak sandi rahasia. Pemahaman ini membuat kita memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengerti informasi mendalam tentang hal-hal lain di dunia. Tentu pengetahuan terdalam tentang budaya lain hanya bisa kita dapatkan melalui sandi yang digunakan oleh masyarakat tersebut. Jika direnungkan seperti ini, bukankah kemampuan literasi terlihat sungguh berharga?
Hidup di dunia serba teknologi seperti sekarang membuat kita sering terlena. Merasa segala sesuatu bisa digantikan oleh pesan visual dan audiovisual. Padahal, salah satu dasar yang penting adalah bagaimana kita harus menjadi pemecah sandi literasi.
Ah, mungkin saya terlampau tradisional. Mungkin kaum muda akan berpikir, untuk apa memahami sesuatu yang usang? Tapi saya masih yakin bahwa sesuatu yang lambat dan membutuhkan proses akan menempa dengan lebih baik ketimbang sesuatu yang disodorkan secara instan di depan hidung kita.
Tahukah Anda mengapa menulis itu hal yang sulit? Karena sejatinya menulis adalah memampatkan konsep yang begitu luas, liar, dan tak terbatas ke dalam kata-kata, kalimat, paragraf. Ribuan hal yang ingin kita sampaikan harus diterjemahkan dalam pilihan kata. Tak heran, orang bilang kata adalah senjata. Jika senjata kita tak lengkap, bagaimana bisa kita berperang melalui tulisan?
Sebagai pembaca, kita juga merupakan orang-orang hebat. Kita adalah orang yang mau berusaha untuk mendapatkan kesenangan. Kok bisa? Foto dan video bisa secara langsung menunjukkan suatu hal. Tulisan? Kita yang harus menerjemahkan dan mengimajinasikan sendiri. Apalagi kalian yang membaca tulisan fiksi, benak selalu dilatih untuk berkelana dengan berbagai perspektif. Terkadang bahkan sudut pandang dari benda mati atau makhluk aneh dari dunia fantasi. Hebat, bukan? Percayalah, Anda sudah cukup langka di dunia :)
Orang boleh bilang, manusia berbeda dengan spesies lain karena punya hati nurani atau kecerdasan tinggi. Tidak juga. Menurut saya, makhluk hidup lain juga punya kasih sayang dan intelektualitas yang luar biasa. Namun, siapa yang menulis syair tentang patahnya hati? Siapa yang berkisah tentang petualangan musafir di padang gurun? Siapa yang mencatat ajaran agama dalam kitab-kitab? Saya belum pernah tahu ada tikus, gurita, sapi, atau elang menulis. Hanya manusia saja yang memiliki budaya literasi.
Sepenting itulah budaya menulis. Budaya yang memampukan manusia mewariskan hal-hal terpenting di seluruh dunia. Pengetahuan, teknologi, budaya, bahasa, apapun itu. Semua tersimpan rapi dalam sandi literasi.
Terlebih dari fakta yang bersifat eksak, saya percaya dalam kata juga tersimpan rasa yang tak bisa ditakar. Kadang, jumlahnya tak terhingga. Apalagi bila diutarakan oleh mereka yang hemat bicara.
"Jangan pulang malam-malam."
"Jangan lupa istirahat cukup."
"Mau dimasakkan apa?"
Sesuatu yang begitu sederhana, tetapi menyingkap isi hati terdalam. Saya yakin Anda juga bisa merasakan cinta yang terselip di balik kata-kata itu.
Perkataan adalah wujud buah pikiran, ide, emosi, dan segala hal yang ada. Kata-kata menyimpan beribu makna mendalam. Memang tak selalu diterima dan dipahami dengan baik. Namun, akan selamanya ada; menunggu pemecah sandi yang cakap dan cermat untuk mengungkap rahasianya.
GUYSSSS if everynyan would be so kindly to like my insta post i'll write down ur name as a special req candidate if i ever win this competition!!! I am begging on my knees!
https://www.instagram.com/p/DA_a1OATeYi/?igsh=eXFoY2VkdzdscjV3
ALSO YEAH IM STILL ALIVE!!!! 👭🔥🔥🔥

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kejuaraan Eropa UEFA 2024: Semangat Sepak Bola Kembali Menggelora! Bersama Dewahoki303
Jerman Siap Menjadi Tuan Rumah
Setelah penantian panjang, Kejuaraan Eropa UEFA 2024 (EURO 2024) akhirnya akan segera dimulai! Turnamen sepak bola bergengsi dewahoki303 ini akan berlangsung di Jerman, negara dengan tradisi sepak bola yang kaya dan penuh semangat.
24 Tim Terkuat Eropa Bertanding
Sebanyak 24 tim terbaik Eropa akan bertanding memperebutkan gelar juara. Di antara mereka, terdapat beberapa tim unggulan seperti Prancis, juara bertahan, Inggris, Spanyol, dan Jerman.
Stadion-Stadion Megah Menanti
Pertandingan EURO 2024 akan digelar di berbagai stadion megah di Jerman, seperti Allianz Arena di Munich, Signal Iduna Park di Dortmund, dan Olympiastadion Berlin. Stadion-stadion ini siap menyambut para pemain dan suporter dengan atmosfer yang meriah dan penuh semangat.
Format Turnamen yang Menarik
EURO 2024 akan menggunakan format babak penyisihan grup yang sama seperti sebelumnya. Enam tim terbaik dari setiap grup akan melaju ke babak 16 besar, diikuti dengan babak perempat final, semifinal, dan final yang menegangkan.
Pertandingan Penuh Kejutan dan Ketegangan
EURO 2024 menjanjikan pertandingan yang penuh kejutan dan ketegangan. Setiap tim akan berusaha sekuat tenaga untuk mengukir sejarah dan membawa pulang trofi bergengsi ini.
Lebih Dari Sekedar Pertandingan Sepak Bola
EURO 2024 bukan hanya tentang pertandingan sepak bola. Turnamen ini juga merupakan momen untuk merayakan budaya dan persaudaraan antar negara di Eropa.
Semangat Sepak Bola Menggelora
Semangat sepak bola akan kembali menggema di seluruh Eropa saat EURO 2024 dimulai. Para pemain dan suporter akan bersatu dalam kecintaan mereka terhadap sepak bola dan menciptakan momen-momen tak terlupakan.
Jangan Lewatkan!
EURO 2024 adalah turnamen sepak bola yang tidak boleh dilewatkan oleh para pecinta sepak bola di seluruh dunia. Siapkan diri Anda untuk menyaksikan pertandingan yang seru dan menegangkan, serta atmosfer yang meriah dan penuh semangat.
Informasi Tambahan:
Situs web resmi EURO 2024: https://pafidewahoki303.my.id/
Jadwal pertandingan: https://pafidewahoki303.my.id/
Tim peserta: https://pafidewahoki303.my.id/
Peluncuran Aplikasi SundaDigi bersamaan dengan Dies Natalis Unpad ke-66
Universitas Padjadjaran telah meluncurkan sebuah aplikasi bernama SundaDigi bersamaan dengan Dies Natalis UNPAD yang ke-66, melalui Pusat Digitalisasi dan Pengembangan Budaya Sunda. Aplikasi ini dapat diakses oleh siapa saja melalui situs web https://sundadigi.com. SundaDigi hadir untuk mempromosikan budaya Sunda ke seluruh dunia.
Profesor Ganjar Kurnia, yang menjabat sebagai Ketua Pusat Digitalisasi dan Pengembangan Budaya Sunda (PDP-BS) di Unpad, mengatakan bahwa SundaDigi adalah upaya untuk menghormati budaya Sunda dan meningkatkan daya saing internasional universitas. Ini sesuai dengan peraturan universitas yang menekankan pentingnya melestarikan warisan budaya Sunda.
Selain itu, SundaDigi juga bertujuan untuk mendukung Undang-Undang No. 5 tahun 2017 yang mendorong perlindungan, pengembangan, dan pelestarian kebudayaan di Indonesia. Saat ini, banyak aspek budaya Sunda yang telah hilang atau rusak, dan Sunda Digi berupaya untuk mengumpulkan dan melestarikan berbagai informasi dan arsip terkait budaya Sunda.
Aplikasi SundaDigi adalah hasil kerja sama antara Pusat Digitalisasi dan Pengembangan Budaya Sunda Unpad dengan Pustaka Jaya. Aplikasi ini menawarkan berbagai fitur dengan 13 fitur utamanya antara lain Tanya pr bahasa Sunda, pelajaran Bahasa, practical grammar, mengenal tokoh, bacaan, fiksimini, majalah, kursus budaya, peperenian, kamus, kamus media, tubuh kita, dan aksara Sunda.
Profesor Ganjar berharap bahwa SundaDigi akan menjadi bagian integral dari Universitas Padjadjaran, sesuai dengan peraturan universitas dan undang-undang yang berlaku. Selain itu, ia berharap aplikasi ini akan membantu melestarikan budaya Sunda dan mencegah hilangnya jejak warisan budaya yang berharga.
Kunjungi kami di www.sundadigi.com atau download aplikasi SundaDigi melalui playstore. https://play.google.com/store/apps/details?id=com.sundadigi.android
~ Instagram : https://www.instagram.com/sundadigi
~ Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCXjFqFQTgu3_P283RW1qtYw/
~ TikTok : https://www.tiktok.com/@sundadigi?_t=8fcbaZy7qZL&_r=1
~ Tumblr : https://www.tumblr.com/sundadigi