musim berganti di bulan juni, ketika itu matahari seolah berada di belahan bumi utara. Juni dan kepergianmu, membawa kemarau panjang dalam hidupku, tidak ada air mata namun sedih tak pernah berkesudahan. segalanya tidak lagi sama, tidak ada indah yang datang, tidak ada yang mekar, semua mati terbakar, terasa sia-sia. kamu yang semakin menjauh membuatku bingung harus bagaimana, sedangkan cintaku tidak pernah berkurang sedikitpun. rindu bagai angin yang berhembus, tidak tahu arah tidak tahu pulang tidak tahu harus kemana, ia berputar-putar di kepalaku, lalu menjelma menjadi dilusi yang membuatku semakin tersesat. Juni kembali datang, sudah satu tahun ternyata, dan semua masih sama aku masih terdiam di sini, terjebak dalam sedih yang tak ku temui jalan keluarnya. juni dan segala tentangmu, aku sedang berperan agar terlihat baik-baik saja seperti dulu saat kamu tidak ada dalam lembaran kisah hidupku, andai saja aku tahu jika kehadiranmu hanya sebagai patah hati terhebat, mungkin aku takan pernah mengijinkanmu untuk mengisi halaman-halaman di lembaran kisahku. sayangnya kamu sudah terlanjur ada sebagai tokoh dalam hidupku dan akan selalu ada walau hanya sebagai kenangan.