Kesan hitam dari maksiat.
Engkau tidak akan dibuatnya mengeluh atau mengerang karena sakitnya.
Engkau juga tidak akan menuai luka, tidak pula dibuatnya sulit untuk bergerak sekiranya luka itu membesar.
Sebab kemaksiatan tidak menumbuhkan rasa sakit, juga tidak meninggalkan bekas luka bersamanya.
Melainkan, ia menjadi dan memberikan kesan noda bercorak hitam yang melekat, yang perlahan-lahan mematikan kalbu.
Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam bersabda:
"Apabila seorang hamba melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila dia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila dia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan dengan "ar-raan"yang Allah Ta'ala sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), "Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka".
(QS. Al-Muthaffifiin [83]: 14)" (HR. At Tirmidzi no. 3334, Ibnu Majah no. 4244, dan Ahmad (II/297) dan dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhiib wa At-Tarhiib 2/268)