Terkadang, sesuatu yang terlewati adalah apa-apa yang sebenarnya kita cari.

seen from Australia

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Germany

seen from United States
seen from Norway

seen from United States
seen from Malaysia
seen from Italy

seen from Germany
seen from United States

seen from Netherlands

seen from Germany

seen from Türkiye

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
Terkadang, sesuatu yang terlewati adalah apa-apa yang sebenarnya kita cari.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Sudah bukan menjadi hal aneh atau menjadi sesuatu yang tidak perlu dipikirkan ketika seseorang mendapat sebuah pencapaian, maka ada manusia lain yang iri dengki dan kepanasan, tidak terima dengan apa yang orang lain dapatkan.
Bukankah sejak lama tabiat manusia memang ada yang seperti itu?
Mungkin, akan ada masa di mana kita merasa bingung terhadap apa yang telah terjadi. Di satu sisi, semuanya telah berjalan dan terjadi di depan mata. Bahkan kita masih belum mampu menemukan pembelajarannya, belum berhasil memahami hikmanya.
Kita berusaha untuk menjalaninya.
Meski tertatih, merangkak dan tersandung dari berbagai keadaan. Dengan puncak harapan agar tidak kehilangan arah dan tidak kehilangan petunjuk-Nya.
Semoga. Dalam setiap peluh yang nyaris menimbulkan keluh perasaan kita tetap teguh dalam ketaatan dan ketaqwaan. Biidznillah.
Kesenjangan Perasaan
Ada kalanya saat seseorang sedang merasakan sesuatu yang kurang menyenangkan, ia hanya butuh untuk dibiarkan saja, tanpa harus diberi pertanyaan ini dan itu. Sebab, seringkali orang lain hanya bisa mengomentari tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi, tanpa mencoba untuk mengerti dari sisi perasaan.
"Banyak yang mengatakan, orang lain tidak akan mengerti apa yang dirasakan seseorang jika belum mengalaminya sendiri."
Itu kenapa, sebagian orang memilih untuk diam dan mengahadapinya sendiri. Sebab, beberapa orang hanya perduli formalitas, tanpa pernah sadar sudah melebihi garis batas.
Denial
Sebagian dari kita sebenarnya paham, apa yang Allah suka dan apa yang Allah tidak suka, tetapi kita seakan mengelak dan buta karena merasa jika kita melakukan sesuai aturan-Nya, kita akan terasa aneh di mata manusia lainnya.
Yang mana bila kita melakukan syariat-Nya, tidak terlihat keren di mata manusia, yang notabennya hanya menuruti hawa nafsunya.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Berbicara soal perasaan, di usia yang sudah matang memang perlu sesekali di beri atensi penuh. Meski pada usia saat itu akan lebih bisa mengontrolnya. Dan, perasaan jatuh cinta tidak pernah mengenal usia, muda ataupun dewasa, sudah menikah atau masih sendiri.
Jatuh cinta di usia matang bukanlah kesalahan, tapi sebuah langkah dalam upaya mengendalikan perasaan. Tetap pada batasnya. Tetap pada aturan-Nya.
Lalu, bagaimana jika jatuh cinta dengan yang lain, padahal sudah memiliki pasangan. Walau bagaimanapun, perasaan manusia itu kadangkala hilang kendali. Sekeras apapun upaya untuk mengaturnya.
Tapi, bukankah hati manusia itu ada yang memiliki. Dia Sang Pemiliki Hati. Kenapa tidak meminta pada-Nya untuk menghilangkan perasaan yang tidak seharusnya ada. Dibanding harus terus mengembangkannya dan mendorong diri untuk memiliki yang lain, hingga akhirnya memberi kesakitan pada hati-hati yang lainnya.
(To be continued....)
Mungkin, kita sudah melewati fase mencari jati diri. Kemudian, seiring berjalannya waktu, kita kembali dipertemukan di fase yang hampir mirip . Mematangkan diri.
Akhir Kisah
Aku hadir di antara orang-orang. Berdiri bak patung di tengah-tengah orang. Memandang jauh raut seseorang yang jauhnya berkilo-kilo cahaya. Kupandanginya cukup lama, sampai akhirnya memilih berbalik dan pergi. Merelakan dan melepaskan.
Namun, tiba-tiba tanganku di cekal seseorang, membuatku berbalik dan tak terkejut melihat siapa gerangan. Dulu wajahnya mampu menggemparkan hati, sekarang tidak lagi. Sudah habis waktuku untuk mengukir namanya di sana.
Namanya, Ramah.
Seorang tuan yang dulunya sempat mencuri perhatianku sempat pula kagum bahkan lebih seiring berjalannya waktu. Hingga pada akhirnya aku memilih pergi dan menjauh. Aku bertekad tidak. Ya, tidak.
Mimpi hanya mimpi, bayang semu yang tak nyata. Aku diam saat kau bertanya. Saat bertanya balik pun kau tak menjawab 'apa maumu'.